Ada Dua – Yang Asli dan yang Palsu

Nabi Isa itu asli. Nabi Isa sempurna. Nabi Isa tulen. Nabi Isa Bani Isra’il asli. Nabi Isa berserah bulat-bulat kepada Allah.

Di zaman Nabi Isa, Nabi Isa lah yang seharusnya menjadi raja Bani Isra’il bukan Herodes. Nabi Isa lah yang seharusnya memimpin Bani Isra’il. Bukan Bani Isra’il boneka Kaisar Rom. Tapi mengapa bukan Nabi Isa yang menjadi raja Bani Isra’il. Tapi mengapa Bani Isra’il tidak dipimpin oleh Nabi Isa.

Memang Isra’il adalah gelar daripadaAllah bagi Nabi Ya’qub yang ertinya “orang yang berjuang dan berjihad untuk mendapatkan pahala daripada Allah.”

Semua keturunan nabi yang bergelar Isra’il itu disebut Bani Isra’il.

Tapi, tidak semua Bani Isra’il sungguh sungguh beriman. Tidak semua Bani Isra’il mukmin. Di antara Bani Isra’il tentunya ada yang mu’min, ada yang kafir dan juga ada yang munafik. Nabi-nabi Allah seperti Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakharia, Nabi Yahya, Nabi Isa adalah Bani Isra’il yang mukmin.

Tapi, tidak semua Bani Isra’il sungguh sungguh beriman. Tidak semua Bani Isra’il mukmin. Di antara Bani Isra’il tentunya ada yang mu’min, ada yang kafir dan juga ada yang munafik.

Apapun di mata orang munafik selalu ada dua. Yang asli dan yang palsu!

Di Kota Suci Al Quds, Yerusalem di zaman Nabi Isa alaihissalam, ada banyak orang-orang munafik di antara Bani Isra’il. Mereka adalah Herodes al Malik, Imam Qayafas dan para pengikutnya. Bukan main-main. Mereka adalah tokoh-tokoh dan ulama-ulama di Bait Allah yang dibina oleh Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman. Dari penampilan luar, mereka tampak khusuk sungguh dalam berjuang mencari pahala daripada Allah, namun mereka kenyataannya lebih suka mencari sanjungan daripada Kaisar Rum. Mereka lebih suka mendapat wang daripada Kaisar Rom dan daripada orang-orang kaya-raya.

Mereka memakai Tuhan untuk bahan-bahan propaganda dan kempen-kempen mereka untuk memperoleh dukungan khalayak ramai agar mereka boleh menjadi raja dan kedudukan yang tinggi dan terhormat di masyarakat.

Orang-orang munafik di antara Bani Isra’il suka memakai lidah mereka memanjang-manjangkan bacaan Kitab Taurat dan Zabur ketika mereka membaca Kitab-kitab Allah tersebut.

Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah kalimat (Allah) dari tempat- tempatnya. Mereka berkata: “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): “Dengarlah” dan diam turutilah kami sahaja tanpa perlu memahami apa-apa. Dan (mereka mengatakan) : “Raa’ina(*),” dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela ugama mereka. Sekiranya mereka mengatakan: “Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami,” tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.

QS An Nisa’ [4]:46.

(*) Orang-orang munafik di masyarakat Bani Isra’il memutar-mutar lidah mereka ketika mereka membaca Kitab Taurat dan Zabur. Kata raa’ina ertinya “perhatikan kami !”, tapi dalam bahasa mereka kata yang sama raa’ina juga bererti Syaitan yang jahat. Dengan memutar-mutar lidah seperti itu ketika membaca kitab Allah, mereka sungguh merendahkan makna yang suci daripada kitab Allah.

(Tetapi) karena mereka (orang-orang Yahudi) melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah kalimat (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan daripada mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. QS Al Ma’idah [5]:13.

Orang-orang munafik di antara Bani Isra’il suka memakai otak mereka untuk membuat tafsir-tafsir untuk memuaskan nafsu-nafsu duniawi mereka. Mereka berkata tafsir merekalah yang paling sahih. Mereka menyebut tafsir tafsir mereka daripada petunjuk ilahi.

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini daripada Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. QS Al Baqarah [2]:79.

Tafsir-tafsir atau apapun yang dibuat oleh orang-orang munafik di masyarakat Bani Isra’il adalah munafik adalah tidak asli.

Apapun yang dilakukan oleh orang-orang munafik tidak akan pernah mengalahkan kebesaran ilahi. Orang-orang munafik itu berkata bahawa mereka telah membunuh Nabi Isa dan telah menyalib Nabi Isa. Tampaknya mereka yang berkuasa mengalahkan Allah dengan cara membunuh dan menyalib Nabi Isa. Syubbihalahum.

Tapi sesungguhnya Allah lah yang tetap berkuasa. Kematian Nabi Isa memang sudah ditetapkan Allah bak kambing qurban memang sudah ditetapkan untuk diqurbankan. Putera Ibrahim kena diqurbankan. Itulah perintah Allah yang merupakan ujian bagi Ibrahim. Pisau boleh membunuh qurban, namun perintah qurban tetap lebih dulu dan perintah qurban daripada Allah. Bukan pisau memang membunuh yang diqurbankan, tapi sesungguhnya Allah yang memerintahkan qurban dibunuh. Bak putera Ibrahim diqurbankan, Nabi Isa sudah ditetapkan Allah turun ke dunia untuk mati diqurbankan. Itu semua daripada Allah. Setelah mereka membunuh dan menyalipkan Nabi Isa, Allah hidupkan Nabi Isa dan Allab angkat Nabi Isa dari kuburnya kembali kepada Allah Sang Khaliq.

Tersebut di QS Maryam [19]:33

19|33| Dan segala keselamatan serta kesejahteraan dilimpahkan kepadaku pada hari aku diperanakkan dan pada hari aku mati, serta pada hari aku dibangkitkan hidup semula.”

QS Ali Imran [3]:55

3|55| (Ingatlah) ketika Allah berfirman: “Wahai Isa! Sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu dengan sempurna, dan akan mengangkatmu ke sisiKu, dan akan membersihkanmu daripada orang-orang kafir, dan juga akan menjadikan orang-orang yang mengikutmu menjadi lebih  mulya derajadnya daripada orang-orang kafir, hingga ke hari kiamat. Kemudian kepada Akulah tempat kembalinya kamu, lalu Aku menghukum (memberi keputusan) tentang apa yang kamu perselisihkan”.

Kemunafikan itu memang pelik. Semoga kita tidak terpengaruh fitnah fitnah Dajjal. Kemunafikan memang pelik. Semoga kita mendapat manfa’at dari yang asli. Yang asli Nabi Isa.

Nabi Isa daripada Allah.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini