Bau daripada Berita Buruk dan Berita Baik itu Sudah Lama Tercium oleh Setiap Insan Manusia Kerana Kedua-Dua Berita Tersebut Adalah Perihal- Perihal yang Sudah diRedai Allah (Bhg.4/5)

(4) MASUK KE DALAM PINTU TAUBAT DAN BERSYUKUR.

Jadi sudah seharusnyalah kita ber muhaasabah (introspéksi) melakukan penilaian diri (fikiran, idea, perasaan) dengan mendalam, mengakui bahwa harkat dan martabat kita telah dalam keadaan hubuth atau turun dan merosot (hubuth) dan bahawa kita penuh dengan kesalahan dan khilaf yang memalukan.

Sudah seharusnya kita mengakui bahawa selama ini kita tidak melaksanakan perintah-perintah Allah dan kita justru melakukan apa yang dilarang oleh Allah.

Telah disebutkan di dalam Kitab Suci Al-Qur’anul Karim Surah Al Baqarah [2], ayat 222

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْـمُتَطَهِّرِينَ

Innallaha yuhibbuttawwaabiin wa yuhibbul mutathahhiriin.

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang terus bertaubat dan menyukai orang yang menyucikan diri.

Di dalam salah satu hadis Rasulullah صلى الله عليه وسلم disebutkan:

ﻨﻓﺴﻰ ﻠﻘﺴﺕ ﻨﻓﺴﻰ ﺨﺒﺜﺕ

Khabitsat nafsii laqistu nafsii

Rasulullah  صلى الله عليه وسلم  bersabda: “Janganlah kalian mengucapkan, ‘Sungguh hina diriku ini,’ tetapi berkatalah, ‘Diriku lemah tidak bisa berbuat apa-apa.’”

Iman Nawawi (2009:642) Al-Azkar: Kitab Lengkap Zikir, Arkanleema.

Kemudian, sudah seharusnyalah kita bersujud kepada Allah dengan penuh kepasrahan kepada Allah  سبحانه وتعالى  dan haqul yaqin pada kesempurnaan amal ibadah badal yang dilakukan Yang Mulia Sayidina ’Isa Almasih yang sudah ditetapkan oleh Allah menjadi lantaran sampainya syafaatnya Allah  سبحانه وتعالى  kepada insan manusia yang sangat lemah kerana terjerumus tersebut. Sudah seharusnyalah kita haqul yaqin bahwa, dengan izin Allah, amal ibadah badal yang sempurna yang dilakukan Yang Mulia Sayidina ’Isa Almasih yang sudah ditetapkan oleh Allah untuk manusia tersebut adalah lantaran yang sudah menjadi ketetapan Allah سبحانه وتعالى dalam rangka Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan Maha Adil memberi syafaatnya Allah kepada manusia agar manusia dapat terhindar dari azab dan agar terbayar lunas segala hutang dan kekurangan dan dosa-dosa dan lupa serta khilafnya manusia dan agar manusia bisa balik menjadi kesayangan-kesayangan Allah selama-lamanya.

Kalau kita haqul yaqin seperti itu, Allah  سبحانه وتعالى  pasti akan membersihkan qalbu hati kita yang paling dalam sehingga menjadi sangat bersih sehingga segala niyat kita adalah niyat yang murni dan bersih dan lilallahi ta’ala dan Allah pasti akan menghancurkan segala penjajahan Syaitan yang selama ini menjajah dan menzalimi kita dan kaum kita, dan Allah pasti akan menyebabkan hati kita dan bangsa kita penuh dengan sifat iba, pemurah suka berbelas kasihan dan Allah pasti akan menyebabkan kita dan bangsa kita menjadi hamba-hamba yang ikhlas beribadah kepada Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang dan Yang Maha Adil tersebut.

Disebutkan di dalam Kitab Suci Al-Qur’anul Karim Surah Al Ma’idah [5] ayat 111

|وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى الْحَوَارِيِّينَ أَنْ آمِنُوا بِي وَبِرَسُولِي قَالُوا آمَنَّا وَاشْهَدْ بِأَنَّنَا مُسْلِمُونَ

Dan (ingatlah) ketika Aku ilhamkan kepada orang-orang Hawariyyiin (sahabat-sahabat setia nabi Isa): “Berimanlah kamu kepadaku dan kepada RasulKu!” Mereka menjawab: “Kami telah beriman, dan saksikanlah, bahawa sesungguhnya kami orang-orang Islam (menyerah diri kepada Allah).”

Disebutkan di dalam Kitab Suci Al-Qur’anul Karim Surah As Saff [61] ayat 14

61|14| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ اللَّهِ ۖ فَآمَنَت طَّائِفَةٌ مِّن بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَت طَّائِفَةٌ ۖ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَىٰ عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ

Wahai orang-orang yang beriman! Jadikanlah diri kamu pembela-pembela Allah sebagaimana (keadaan penyokong-penyokong setia) Nabi Isa ibni Maryam (ketika ia) berkata kepada penyokong-penyokongnya itu: “Siapakah pembela-pembelaku (dalam perjalananku) kepada Allah?” Mereka menjawab: “Kamilah pembela-pembela Allah!” maka sepuak dari kaum Bani Israil beriman, dan sepuak lagi (tetap) kafir. Lalu Kami berikan pertolongan kepada orang-orang yang beriman untuk mengalahkan musuhnya, maka menjadilah mereka orang-orang yang menang.

Disebutkan di dalam Kitab Suci Al-Qur’anul Karim Surah Al Hadid [57] ayat 25-27 …

57|25| لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

57|26| وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا وَإِبْرَاهِيمَ وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِمَا النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ ۖ فَمِنْهُم مُّهْتَدٍ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ

57|27| ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِم بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ

57|25| Demi sesungguhnya! Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti dan mukjizat yang jelas nyata, dan Kami telah menurunkan bersama-sama mereka Kitab Suci dan keterangan yang menjadi neraca keadilan, supaya manusia dapat menjalankan keadilan dan kami telah menciptakan besi dengan keadaannya mengandungi kekuatan yang handal serta berbagai faedah lagi bagi manusia. Dijadikan besi dengan keadaan yang demikian, supaya manusia menggunakan faedah-faedah itu dalam kehidupan mereka sehari-hari dan supaya ternyata pengetahuan Allah tentang orang yang (menggunakan kekuatan handalnya itu untuk) menegak dan mempertahankan ugama Allah serta menolong Rasul-rasulNya, padahal balasan baiknya tidak kelihatan (kepadanya); sesungguhnya Allah Maha Kuat, lagi Maha Kuasa.

57|26| Dan demi sesungguhnya! Kami telah mengutus Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim, dan Kami jadikan pada keturunan keduanya orang-orang yang berpangkat Nabi dan menerima Kitab-kitab ugama; maka sebahagian di antara mereka: orang yang beroleh hidayah petunjuk, dan kebanyakan mereka orang-orang yang fasik – derhaka.

57|27| Kemudian Kami iringi sesudah – mereka: Rasul-rasul Kami silih berganti, dan Kami iringi lagi dengan Nabi Isa ibni Maryam, serta Kami berikan kepadanya: Kitab Injil; dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutnya rasa santun dan kasih sayang dan perasaan belas kasihan. Dan (perbuatan mereka beribadat secara) “Rahbaniyyah” (Bertapa) – merekalah sahaja yang mengadakan dan merekanya; Kami tidak mewajibkannya atas mereka; (namun mereka berbuat demikian) kerana mencari keredaan Allah; dalam pada itu mereka tidak menjaga dan memeliharanya menurut yang sewajibnya. Oleh itu, orang-orang yang beriman di antara mereka, kami berikan pahalanya, dan (sebaliknya) banyak di antara mereka yang fasik – derhaka.

اتَّبَعُوهُ  (At Taba’uuhu) mengikuti Nabi Isa SELALU TIDAK MELAWAN TAKDIR DAN MELAWAN SYARIAT ALLAH.

Tersebut dalam Kitab Allah Injil, Risalah Awal ila Ahli Kurintus (1 Korintus 7:17-18) …

17 لَكِنَّ كُلَّ وَاحِدٍ يَجِبُ أَنْ يَتَصَرَّفَ فِي الْحَيَاةِ حَسَبَ الْمَوْهِبَةِ الَّتِي أَعْطَاهَا لَهُ الرَّبُّ، وَالْحَالَةِ الَّتِي دَعَاهُ فِيهَا اللهُ. هَذَا مَا أَفْرِضُهُ فِي كُلِّ الْكَنَائِسِ.

18 هَلْ وَاحِدٌ دُعِيَ وَهُوَ مَخْتُونٌ؟ إِذَنْ فَلا يُحَاوِلْ أَنْ يُزِيلَ عَلامَةَ خِتَانِهِ. هَلْ وَاحِدٌ دُعِيَ وَهُوَ غَيْرُ مَخْتُونٍ؟ فَلا يُحَاوِلْ أَنْ يُخْتَنَ.

17 Setiap orang harus hidup dalam keadaan yang ditetapkan Tuhan untuknya ketika memanggilnya. Demikianlah ajaran yang telah kusampaikan kepada semua jemaah.

18 Contohnya, jika seseorang itu sudahpun bersunat sewaktu Allah memanggilnya, janganlah pula dia cuba menghilangkan tanda sunat itu.

TAKZIM DAN TAWADUK KEPADA NABIULLAH ISA SECARA ISTIQAMAH.

SUNNAH HUKUMNYA.

SUNNATULLAH DAN SUNNAH RASUL.

JADI KALAU SAJA KITA TAKZIM DAN TAWADUK KEPADA NABIULLAH ISA SECARA ISTIQAMAH.

ALHASIL KITA PASTI SEDANG MENJADI ORANG MUSLIM YANG SELALU BERTAUBAT DAN SELALU BERSYUKUR MENERIMA APA YANG ALLAH TELAH JADIKAN DI DALAM HATI KITA DAN DI DALAM AKLAQ KITA DAN DI DALAM KAUM KITA DAN DAN DI DALAM BANGSA KITA SEBAGAI MANUSIA.

JANGANLAH KAMU MATI MELAINKAN KAMU DALAM KEADAAN ISLAM (MENYERAH DIRI KEPADA ALLAH).

JANGAN SILAP.

JANGAN MERASA PELIK.

INI SEMUA ALLAH YANG MENJADIKAN DI DALAM HATI KITA, KAUM BERSUNAT. JADI ORANG BERKHITAN YANG TIDAK BERIMAN KEPADA NABIULLAH ISA ADALAH KAFIR DAN SANGAT MERBAHAYA.

Termaktub dalam Hadis Riwayat Bukhari dan Hadis Riwayat Muslim, daripada Ubadah bin As Samit r.a., Nabi  صلى الله عليه وسلم  bersabda,

“Barangsiapa bersaksi bahawa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bahawa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, serta bahawa Isa adalah hamba Allah, utusan-Nya, dan Kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam dan roh daripada Allah, surga adalah hak (benar adanya) dan neraka adalah hak, maka Allah akan memasukkan orang itu ke dalam surga sesuai dengan amalnya.”

HR Bukhaari dan Muslim, An Nawawi, Riyaadus Shalihin, No. Hadis 412, 2010 M:141.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini