Gubuk: Maqam atau Tapak Abadi Segala Ibadah

Karena ada wabak Covid-19, umat Muslim di mana-mana tempat terpaksa harus solat di rumah masing-masing. Bahkan di berbagai tempat ada larangan melaksanakan solat di masjid. Kerana ada wabak global ini, muazin di negara Arab Kuwait mengubah azan dengan memasukkan kalimat …

ṣollu fī buyūtikum

tunaikan solat di rumahmu,

bukannya …

 ḥayya ‘alaṣṣolāh

mari menunaikan solat.

Hal ini ditulis dan boleh didengar di Gulfnews tarikh 15 Mac 2020 … https://youtu.be/xGd9dmhV0kk.

Pada Jumaat, Kementerian Urusan Islam Kuwait juga menunda sementara solat lima waktu di masjid dan solat Jumaat. Ini adalah pertama kalinya Kuwait membatalkan solat berjemaah di masjid. Keputusan mengenai perkara ini dibuat setelah Kuwait melaporkan 104 kes Covid-19 pada Sabtu, 14 Mac 2020 kelmarin. Sekarang hampir seluruh negara-negara Islam di Timur Tengah melakukan hal yang sama.

Adapun berikut ini adalah hadis riwayat Imam Muslim yang mengisahkan perintah Ibnu Abbas RA untuk menyisipkan …

shallū fī buyūtikum / tunaikan solat di rumahmu

sebagai pengganti seruan …

ḥayya ‘alaṣṣolāh / mari menunaikan solat.

Ertinya, daripada Ibnu Abbas RA, ia berkata kepada muazinnya pada hari hujan,

Bila kau sudah membaca “Asyhadu an lā ilāha illallāhu, asyhadu anna muhammadan rasūlullāh,” jangan kau teruskan dengan seruan “hayya ‘alas shalāh” tetapi serulah “shallū fi buyūtikum.”

Orang-orang seolah mengingkari perintah Ibnu Abbas RA. Ia lalu mengatakan,

Apakah kalian heran dengan masalah ini? Padahal ini telah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku. Sungguh Jumaat itu wajib, tetapi aku tidak suka menyusahkanmu sehingga kamu berjalan di lumpur dan licin. (HR Muslim).

Adapun berikut ini adalah hadis riwayat Imam Muslim yang mengisahkan kumandang adzan Ibnu Umar RA untuk menyudahi seruan adzannya dengan …

shallū fī rihālikum

laksanakan solat di gubukmu

karena pernah menyaksikan rasulullah s.a.w. dalam suatu ketika meminta muazinnya berbuat serupa.

Ertinya, menurut Nafi’ Maula Ibnu Umar bahwa ia mengumandangkan adzan pada malam yang dingin, berangin dan hujan. Di akhir adzan ia menyeru,

Alā shallū fī rihālikum. Alā shallū fir rihāl

Laksanakan solat di gubukmu.

Lalu ia bercerita bahwa Rasulullah pernah memerintahkan seorang muazin ketika malam berlalu dengan dingin atau hujan dalam perjalanan untuk menyeru “alā shallū fī rihālikum” (HR Muslim). Demikian keterangan yang kita dapatkan perihal penambahan atau perubahan lafal adzan dalam situasi tertentu, termasuk darurat penyebaran wabah Covid-19 pada awal 2020 ini.

Islam memang tidak pernah menyusahkan. Islam itu mudah, tidak sukar dan jangan pernah dibuat susah. Rumah kita sekarang menjadi pusat sah untuk melakukan ibadah.

Menolong anak-isteri di rumah juga merupakan ibadah. Memberi banyak waktu kepada keluarga di rumah dengan penuh kasih-sayang dan hormat dan keikhlasan adalah ibadah. Inilah kesempatan suami menjadi imam solat dan imam keluarga.

Inilah kesempatan bagi isteri menjadi homemaker (suri rumah) pencipta suasana jannah dirumah kita. Keluarga adalah jama’ah hasil takdir ilahi. Allah SWT-lah yang menetapkan keluarga kita menjadi jama’ah di gubuk kita. Ibu-bapa, anak-anak bersatu dalam satu jama’ah di rumah dalam ibadah solat dan ibadah-ibadah lainnya di rumah.

Jangan pernah remehkan siapapun di gubuk kita. Nabiullah Sayidina Isa putera Maryam amat disayangi dan amat dirindukan budak-budak kecil di zamannya kerana Nabiullah Sayidina Isa tidak pernah menganggap mereka kecil. Nabiullah Sayidina Isa putera Maryam selalu menghargai dan menghormati budak-budak kecil sebagai makhluk-makhluk ciptaan Allah al-Khalik. Menyakiti hati anak-anak kecil dirumah kita bererti ibaratnya menyentuh bola mata al-Khalik Sang Pencipta. Nabiullah Sayidina Isa putera Maryam pernah bersabda:

Ertinya:

36 Selepas itu Isa memanggil seorang kanak-kanak dan menyuruhnya berdiri di hadapan mereka semua. Dia mendakap kanak-kanak itu sambil berkata kepada mereka,

37 ‘Sesiapa yang menerima kanak-kanak seperti ini kerana-ku, menerima-ku. Sesiapa yang menerima-ku, menerima Allah yang mengutus-ku.’

(Kitabullah Injil, Tarjamah Arab dan Melayu, Marqus al-Hawariyyun, Markus 9:36-37.)

Orang-orang di rumah kita bisa jadi penuh ujian untuk menguji iman anda kepada Allah al-Khalik. Apabila kalian meremehkan dan menyepelekan dan memandang mereka dengan sebelah mata, kalian akan sungguh amat kecewa dan meneteskan air mata tersedu-sedu. Berwaspadalah. Kalian kena rendah hati dan berjiwa besar dan bergantung sepenuhnya kepada Allah al-Khalik apabila kalian di gubuk kalian. Kalau kalian cuba lari daripada tanggung jawab kalian di rumahmu, Sayidina Nabi Isa mengingatkan:

Ertinya:

2 Lebih baik bagi dia jikalau sebuah batu kisar diikat pada lehernya dan dia dibuang ke dalam laut, daripada dia menyebabkan salah seorang yang lemah melakukan dosa.

3 Berwaspadalah! ‘Jikalau saudaramu telah berbuat salah terhadapmu, tegurlah dia dan jikalau dia bertaubat, ampunilah dia.

4 Jikalau dia bersalah sebanyak tujuh kali terhadapmu dalam sehari dan setiap kali dia datang kepadamu serta berkata, “Aku bertaubat,” kamu hendaklah mengampuninya.’

(Kitabullah Injil, Tarjamah Arab dan Melayu, Luqa al-Hawariyyun, Lukas 17:2-4.)

Begitu mustahak apa yang kalian lakukan di rumahmu demi untuk setiap nyawa di rumahmu. Pastikan kalian menjaga dan memelihara mereka dengan baik-baik dan usaha ikhtiar yang sungguh-sungguh. Orang-orang Madura di Indonesia mempunyai peribahasa …

mon ana’ ghâgghâr ka somor, orèng towa langsong alonca’

apabila anak kemalangan jatuh ke dalam sumur, orangtua langsung meloncat ke dalam sumur untuk menyelamatkannya.

Nabi Isa putera Maryam Kalimat Allah adalah nabi akhir zaman bunga kiamat memperingatkan kita untuk sungguh-sungguh kepada siapapun di gubuk.

14 Isa berkata kepada para pengikut-Nya, ‘Biarlah kanak-kanak itu datang kepada-Ku, jangan larang mereka, kerana orang seperti inilah yang masuk ke dalam kerajaan syurga.’

Demikian pula Kalimat Allah di Kitabullah Qur’an di Surah Tahrim [66]:6 juga memperingatkan kita untuk sungguh-sungguh menjalankan ibadah kita di gubuk kita masing-masing.

Ertinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari neraka yang bahan-bahan bakarannya: manusia dan batu (berhala); neraka itu dijaga dan dikawal oleh malaikat-malaikat yang keras kasar (layanannya); mereka tidak menderhaka kepada Allah dalam segala yang diperintahkan-Nya kepada mereka, dan mereka pula tetap melakukan segala yang diperintahkan.

Semoga Allah SWT menjadikan rumah dan keluarga kita menjadi …

baiti jannati / rumah bersuasana jannah

yang dikelilingi kasih dan sayang, suami-isteri dan anak-anak yang soleh dan solehah dan senantiasa mengagungkan “asma” Allah. Tak kalah penting, mudah-mudahan semua keturunan kita terhindar dari api neraka dan agar keharmonisan tetap terjaga selamanya.

Semoga ibadah-ibadah kita di rumah khusyuk dan diberi pahala oleh Allah yang maha melihat dan yang tidak dilihat orang.