Hubuth: Air Mata, Darah dan Qurban

TERJATUH: MENARUH BELAS KASIHAN NAMUN TETAP ADIL LAGI SEKSAMA

Pada siang di hari tersebut itu juga, setelah memakan Buah larang tersebut, orang laki dan orang perempuan tersebut yakni, Adam dan Hawa, terus mendengar datangnya Tuhan Allah ke Taman Jannatul Firdaus. Kedua manusia tersebut langsung bersembunyi di belakangnya pepohonan yang besar-besar sebab mereka takut, waswas dan malu pada Tuhan Allah. Tidak seperti biasanya, sekarang kedua manusia tersebut bersembunyi, takut, waswas, dan malu sekali kepada Tuhan Allah.

Lalu Tuhan Allah memanggil Adam, katanya: “Adam, kamu ada di mana?”

Menyahut Adam:

“Saya memang mendengar Engkau datang ke Taman Jannatul Firdaus ini, Ya Allah. Tapi, tidak seperti biasanya, saya sekarang takut, waswas dan malu sekali kepada Engkau, Ya Allah, karena saya merasa ketelanjangan di dalam diri saya, dan merasa ada aib yang memalukan di dalam diri saya yang mencoreng muka Engkau, Ya Allah!

“FirmanMu, Ya Allah, tidak aku ikuti.

“Aku merasa sudah menyusahkan dan membuat Engkau murka, Ya Allah. Azab dan siksalah aku sampai darahku tertumpah dan memang aku pantas dihukum seperti itu agar bisa mengubati rasa malu dan aib di dalam hidup ku ini. Sungguh aku bahkan merasa pantas disiksa dan diazab sampai mati.”

Tuhan Allah mendatangi Adam dan berkata kepada Adam:

“Siapa yang membuat kau menyadari akan ketelanjangan mu tersebut? Apa engkau memakan Buah dari pohon yang berada di tengah-tengahnya Taman Jannatul Firdaus tersebut?”

Orang laki tersebut menyahut:

“Orang perempuan pemberian Mu tersebut lah yang memberi Buah Khuldi itu kepada saya. Jadi, saya makan Buah Khuldi tersebut.”

Terus Tuhan Allah mendatangi orang perempuan tersebut dan berkata kepadanya: “Mengapa kau bertingkah seperti itu?”

Orang perempuan itu menyahut:

“Ular yang penuh dengan muslihat yg halus dan licin dan sungguh licik itulah yang memberi tipu dayanya kepada saya sehingga saya akhirnya tergelincir memakan Buah terlarang tersebut.”

Terus Tuhan Allah mendatangi ular tersebut dan berkata kepada ular tersebut:

“Sebab tingkah mu yang seperti itu, Aku akan mengazabmu. Di antara semua hewan, hanya kamu yang Kami kutuk! Mulai sekarang kamu harus merangkak menggunakan perutmu dan seumur hidupmu, kamu, mau tidak mau, harus puas merayap di tanah sahaja.

“Hey, Almasih Dajjal, oleh Kami, kamu mulai sekarang akan berhadapan dengan manusia perempuan ini. Hey, Almasih Dajjal, mulai sekarang, kamu dan Putera dari perempuan akan saling bermusuhan.

“Hey, Almasih Dajjal, kepala mu akhirnya akan diremukkan oleh Sang Putera dari perempuan. Sedangkan, kamu, hey, Almasih Dajjal, hanya bisa melukai kaki daripada Sang Putera dari perempuan.

“Dan kelak, hanya sebab perjuangan yang dilaksanakan oleh Sang Putera dari perempuan, manusia boleh balik menjadi pasrah kepada Kami dan boleh balik menjadi sungguh-sungguh mengikuti Kami dan patuh kepada Kami.”

Bersabda Tuhan Allah.

Dan kemudian Tuhan Allah mendatangi orang perempuan tersebut dan bersabda kepadanya:

“Ketika kamu sedang hamil, akan Kami buat, dari hari ke hari semakin menyusahkan mu. Kalau sudah sampai pada saat melahirkan, kamu akan Kami buat semakin sakit. Dan kamu akan diatur dan dikuasai lelaki mu.”

Kemudian, Tuhan Allah terus bersabda kepada yang laki:

“Sebab kamu telah terpengaruh mengikuti perempuanmu sampai kamu juga memakan Buah larang tersebut, maka tanah di seluruh bumi ini menjadi terkutuk dan keras karena kamu. Karena kamu terlalu banyak tingkah bagaikan burung pipit bersayap garuda, dan karena kamu terlalu banyak tingkah, tanah di bumi ini menjadi terkutuk. Seumur hidup, kamu harus bekerja keras kalau kamu ingin dapat hasil dari tanah ini. Dari dalam tanah ini akan keluar semak-semak belukar yang berduri dan tumbuhan-tumbuhan liar akan menjadi makanan utama mu.

“Kamu harus bekerja keras sampai berpeluh jika kau ingin mendapat hasil. Kamu akan mengalami hidup yang susah tersebut selama-lamanya sampai kau mati balik ke tanah lagi, karena kau asalnya dari tanah, jadi kau harus balik ke tanah lagi.”

Oleh Adam, perempuannya tersebut diberi nama Hawa, sebab orang perempuan tersebut menjadi ibu nya segala orang.

Lalu oleh Tuhan Allah, kibas yang putih dan sempurna disembelih dan diambil kulitnya untuk menutupi ketelanjangan Adam dan Hawwah dan untuk menutupi aib yang memalukan dalam diri mereka. Karena dalam keadaan yang tidak pasrah kepada Tuhan Allah, Adam dan Hawa, oleh Tuhan Allah, diusir keluar dari Taman Jannatul Firdaus.

Taman Sari Kitab-Kitab Allah, dipetik dari Terjemah Kitab Allah At-Taurat, Surah At-Takwin (Kejadian) bab 3.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini