Hubuth: Turun Tingkatan dari Keadaan Penuh Nikmat Menjadi Penuh Kepelikan, dari Ukhrawi Turun Derajad Menjadi Duniawi Semata-Mata

Diceritakan, Allah سبحانه وتعالى membuat satu taman yang sungguh indah yang diberi nama Jannatul Firdaus. Taman Jannatul Firdaus itu, oleh Tuhan Allah, dipakai sebagai tempat tinggalnya manusia. Oleh Tuhan Allah, manusia diberi kedudukan sebagai “Khalifatullah” yang artinya, oleh Tuhan Allah, manusia tersebut disuruh menempati Taman Jannatul Firdaus dan, oleh Tuhan Allah, manusia tersebut disuruh mengatur Taman Jannatul Firdaus.

Di dalam Taman Jannatul Firdaus tersebut, terdapat sungai empat. Sungai-sungai tersebut sungguh jernih airnya. Di Taman Jannatul Firdaus tersebut terdapat banyak pepohonan yang buahnya sedap dimakan. Dan di tengah-tengah Taman Jannatul Firdaus tersebut terdapat satu pohon yang bernama Pohon Buah Khuldi.

Dan disebutkan, Tuhan Allah beri perintah ke manusia, bersabda Tuhan Allah.

“Semua buah-buahan yang ada di dalam Taman Jannatul Firdaus ini boleh kalian makan, kecuali Buah Khuldi yang berada di tengah-tengahnya Taman Jannatul Firdaus, itu sahaja yang tidak boleh kalian makan, sebab kalau kalian sampai memakan Buah Khuldi tersebut, kalian langsung akan mengalami ajal.”

Dan disebutkan, pada suatu hari, ketika orang perempuan tersebut sedang berjalan-jalan di sekitar pohon yang terdapat di tengah-tengahnya Taman Jannatul Firdaus tersebut, terus ada seekor ular yang penuh dengan muslihat yang halus dan licin dan sungguh licik. Tapi sebenarnya, yang di dalam ular tersebut adalah Almasih Dajjal. Ular yang sesungguhnya adalah Almasih Dajjal tersebut terus bertanya kepada orang perempuan tersebut, katanya:

“Apa kamu dan lelaki tersebut, oleh Tuhan Allah, tidak diperbolehkan memakan buah-buah yang ada di Taman Jannatul Firdaus?”

Jawab orang perempuan tersebut:

“Saya diperbolehkan makan semua buah-buah yang ada di dalam Taman Jannatul Firdaus, kecuali Buah Khuldi yang ada di tengah-tengah Taman Jannatul Firdaus. Hanya itulah yang tidak boleh dimakan. Buah Khuldi tersebut ada di tengah-tengah Taman Jannatul Firdaus. Tuhan Allah memerintahkan kami manusia wajib mengharamkan hanya itu sahaja. Hanya itu sahaja yang diharamkan. Oleh Tuhan Allah, buah Khuldi tersebut disentuh saja tidak boleh, apalagi dimakan, semakin tidak boleh ! Kalau larangan Allah tersebut dilanggar, saya pasti nanti akan menemui ajal!”

Ular yang sesungguhnya Almasih Dajjal tersebut langsung tertawa dan berkata:

“Tidak, kamu tidak akan mengalami ajal walaupun kamu memakan Buah Khuldi yang terdapat di tengah-tengah Taman Jannatul Firdaus tersebut. Tuhan Allah berkata yang seperti itu sebab dia sudah tahu bahwa kalau kamu memakan Buah Khuldi tersebut, pikiranmu akan langsung menjadi terbuka dan kemudian kamu bisa menjadi Allah “سبحانه وتعالى.”

Ketika itu juga, orang perempuan tersebut memandang pohon yang berada di tengah-tengah Taman Jannatul Firdaus tersebut. Dan orang perempuan tersebut langsung menjadi suka memandang rupa buah tersebut dan orang perempuan tersebut langsung membayang-bayangkan betapa sedap dan manisnya buah tersebut. Orang perempuan tersebut lalu berpikir:

“Kalau aku memakan Buah Khuldi yang berada di tengah-tengah Taman Jannatul Firdaus tersebut, aku pasti bisa menjadi Tuhan Allah سبحانه وتعالى. Wah aku akan menjadi sangat mulia!”

Jadi, buah tersebut, oleh orang perempuan tersebut, terus langsung dipetik dan dimakannya.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini