Luar biasa tausiyahnya hari ini. Semoga al-Masih memberkati.

Di dalam Alkitab banyak memunculkan kata iman dalam berbagai aspek, bila kita tidak perhatikan dengan baik dan cermat, kata iman tidak jelas apa maksudnya.

Sebagai sebuah kes, pada saat sahabat-sahabat al-Masih dimintai untuk menyembuhkan penyakit mereka yang minta disembuhkan atau mengeluarkan ruh-ruh jahat daripada orang-orang yang dirasuki syaitan, jin dan lain-lain, mereka tidak boleh melakukannya. Kemudian mereka mengadukan hal itu kepada al-Masih, lalu al-Masih berkata kepada mereka,

Kerana kamu tidak beriman.

(Injil Surah Matius 17:20.)

Menariknya di sini adalah, bukankah sahabat-sahabat ini sudah lama mengikuti al-Masih dan dapat banyak pelajaran yang diajarkan al-Masih kepada mereka? Pengalaman mereka daripada cara al-Masih melakukan mukjizat tidak juga terbantahkan. Tetapi justru mereka tersendiri, dianggap al-Masih sebagai orang yang belum punya iman sama sekali atau boleh dikata mereka ragu dengan al-Masih. Pertanyaannya adalah: “Apa iman itu?”

Daripada kes ini ada pelajaran iman yang boleh kita susun misalnya, mungkin iman seseorang seharusnya boleh diukur dari lamanya dia telah mengikuti al-Masih, akan tetapi nyatanya tidak boleh diukur dari segi banyak atau sedikitnya sesi orang telah belajar kebenaran atau menyaksikan mukjizat-mukjizat daripada al-Masih atau
orang tertentu, tetapi seberapa banyak peribadi kita sudah mengalami proses kebenaran dan mukjizat itu di dalam prosesi kehidupan kita, dan sudah berapa banyak pengalaman kita telah mempraktikkannya, itu yang paling penting, dan bukan berapa lama kita sudah dengar dan tahu kebenaran dan menyaksikan berbagai mukjizat yang dinampakkan oleh al-Masih atau orang-orang tertentu.

Alami dulu mukjizat dan kuasa Tuhan itu secara nyata dan peribadi, nescaya iman kita baru disebut iman.

Ustaz M. Faridz Al-Salmani

Artikel yang sebelum ini Blog Ustaz M. Faridz Al-Salmani Artikel yang selepas ini