Islam Bawaan Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul (Bhg.4/4)

Islam tidak boleh didominasi oleh bangsa dan suku dan bahasa dan mazhab dan fiqh tertentu karena Allah Maha Besar dan Maha Kuasa. Disebutkan di dalam Al-Qur’an dan Maknanya oleh Dr M Quraish Shihab (2010) bahwa Isra’il adalah nama dari Nabi Ya’qub عليه السلام.

Allah سبحانه وتعالى memberi gelaran Isra’il tersebut kepada Nabi Ya’qub عليه السلام. Isra’il ertinya adalah berjuang untuk mendapatkan pahala daripada Allah. Anak-cicit dari Nabi Ya’qub disebut Bani Isra’il (keturunan-keturunan dari Isra’il عليه السلام).

Dalam buku beliau, Dr Syed Mohammed Mohiuddin Habeebi Syed Ahsan Habibi yang berjudul “Beautiful Names of Allah In the Bible” bahwa Nabi Musa عليه السلام adalah salah satu keturunan Nabi Ya’qub عليه السلام yang oleh Allah diberi nama baru menjadi Isra’il عليه السلام. Oleh karena itu keturunannya disebut Bani Isra’il (putra-putri daripada Isra’il عليه السلام).

Adalah Nabi Musa عليه السلام pada suatu sa’at di zaman dahulu kala pernah menjadi pemimpin para Bani Isra’il tersebut. Beliau dan umatnya menyebut (aTløhI¡yM) Elohim yang adalah padan yg sama maknanya dengan Allahuma (Ya Tuhan). Di dalam Kitab Al Qur’an ada surah yang bernama Surah Ruum (Romawi atau Itali zaman dahulu). Bangsa Romawi adalah bangsa Barat yang oleh Qur’an disebut sebagai bangsa yang besar.

Orang-orang Rom adalah orang-orang yang takzim kepada Nabiullah ‘Isa عليه السلام. Secara budaya dan adab, bahasa, orang-orang Rom tidak sama dengan para الْحَوَارِيُّونَ (Hawariyyun) sahabat-sahabat setia Nabiullah ‘Isa yang berbudaya Tanah Suci Al Quds atau Ursalim atau Yerusalim. Orang-orang Rom tidak memiliki ritual khitan atau tidak memiliki kebiasaan khitan seperti orang-orang Hawariyyun di Tanah Suci Al Quds yang memiliki kebiasaan khitan. Namun orang-orang yang takzim kepada Nabiullah ‘Isa tersebut baik yang menjunjung tinggi ritual khitan atau tidak seringkali diberi nama julukan NASRANI.

Termaktub di QS Āli ‘Īmrān [3]:52, orang-orang yang takzim kepada Nabiullah ‘Isa عليه السلام tersebut adalah orang-orang yang berserah diri kepada Allah.

قَالَ الْحَوَارِيُّونَنَحْنُأَنْصَارُاللَّهِآَمَنَّابِاللَّهِوَاشْهَدْبِأَنَّامُسْلِمُونَ

Orang-orang “Hawariyyuun” (penyokong-penyokong Nabi Isa) berkata: “Kamilah penolong-penolong (utusan) Allah. Kami telah beriman kepada Allah, dan saksikanlah (wahai Nabi Allah) sesungguhnya kami ialah orang-orang Islam (yang berserah bulat-bulat kepada Allah).”

Baik Nabi ‘Isa Kalimatullah dan Al Qur’anul Karim menyatakan bahawa Allah bersifat murah dan menolong kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa.

Termaktub di QS Ar Rum [30]:1-6 …

 الم (1)

 غُلِبَتِ الرُّومُ (2)

 فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ (3)

 فِي بِضْعِ سِنِينَ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ (4)

 بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (5)

 وَعْدَ اللَّهِ لاَ يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ (6)

Alif, Laam, Miim.

Orang-orang Rom telah dikalahkan –

Di negeri yang dekat sekali; dan mereka sesudah kekalahannya itu akan mengalahkan lawannya –

Dalam masa tidak sampai sepuluh tahun. Kepada pentadbiran Allah jualah terpulang segala urusan, sebelum berlakunya dan sesudah berlakunya;

dan pada ketika berlakunya (kemenangan Rom) itu, orang-orang yang beriman akan bergembira –

Demikian dijanjikan Allah. Allah tidak pernah mengubah janjiNya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (hakikat yang sebenarnya).

Orang-orang Rom menyebut Elohim atau Allahuma itu θεός (theos). Orang-orang Rom suka membuat kajian tèologi atau akademik yang berkaitan ketuhanan. Al Qur’an menyebut bahwa Tuhan yang disembah oleh orang Nasrani dan Bani Isra’il dan Muslim adalah Tuhan yang sama dikatakan Tuhan yang satu itu.

Termaktub di QS Al Baqarah [2]:139

 قُلْأَتُحَاجُّونَنَافِياللَّهِوَهُوَرَبُّنَاوَرَبُّكُمْوَلَنَاأَعْمَالُنَاوَلَكُمْأَعْمَالُكُمْوَنَحْنُلَهُمُخْلِصُونَ

Katakanlah (wahai Muhammad): “Patutkah kamu (hai kaum Yahudi dan Nasrani) membuat bantahan terhadap kami mengenai pilihan Allah dan pengurniaanNya? Padahal Dia lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami (faedah) amal kami dan bagi kamu pula (faedah) amal kamu, dan kami adalah (mengerjakan amal dengan) ikhlas kepadaNya.

QS Al ‘Ankabūt [29]:46

وَلاَ تُجَادِلُواأَهْلَالْكِتَابِإِلاَّبِالَّتِيهِيَأَحْسَنُإِلاَّالَّذِينَظَلَمُوامِنْهُمْوَقُولُواآَمَنَّابِالَّذِيأُنْزِلَإِلَيْنَاوَأُنْزِلَإِلَيْكُمْوَإِلَهُنَاوَإِلَهُكُمْوَاحِدٌوَنَحْنُلَهُمُسْلِمُونَ

Dan janganlah kamu berbahas dengan Ahli Kitab melainkan dengan cara yang lebih baik, kecuali orang-orang yang berlaku zalim di antara mereka; dan katakanlah (kepada mereka): “Kami beriman kepada (Al-Quran) yang diturunkan kepada kami dan kepada (Taurat dan Injil) yang diturunkan kepada kamu; dan Tuhan kami, juga Tuhan kamu, adalah Satu; dan kepadaNyalah, kami patuh dengan berserah diri.

Islam itu bersifat murni semurni oksigen dan universal seluruh isi alam. Islam itu rahmatan bagi seluruh isi alam tanpa pandang bahasa, budaya dan warna kulit serta bahasa.

Islam itu untuk diambil hikmah dan maknanya bagi seluruh manusia di bumi ini tanpa pandang bulu.

QS Yūnus [10]:94

فَإِنْ كُنْتَ فِي شَكٍّ مِمَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ فَاسْأَلِ الَّذِينَ يَقْرَءُونَ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكَ لَقَدْ جَاءَكَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

Oleh sebab itu, sekiranya engkau merasa ragu-ragu tentang apa yang Kami turukan kepadamu, maka bertanyalah kepada orang-orang yang membaca kitab-kitab yang diturunkan dahulu daripadamu (kerana mereka mengetahui kebenarannya). Sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran dari Tuhanmu, maka jangan sekali-kali engkau menjadi dari golongan yang ragu-ragu.

Bahkan termaktub di QS Al Baqarah [2]:101, Al Mā’idah [5]:46, 48, bahawa apa yang ada pada mereka yakni Taurat, Zabur dan Injil adalah sah dan benar adanya مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ, petunjuk dan cahaya هُدًى وَنُورٌ dan pelajaran bagi orang yang bertakwa مَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ.

Sebuah Hadish Nabi yang sering kita dengar apabila dimaknai secara harfiah seharusnya berbunyi …

اُطْلُبُو الْعِلْمَوَلَوْبِالصِينَ

Utlubu Ilma walau bi shina

Carilah ilmu walau dengan China.

Allah sungguh Maha Luas. Islam sungguh luas. Mengapa harus ke Negeri China kalau orang China sudah menjadi jiran kita. Allah Maha Mengatur dan Memudahkan namun pada saat yang sama Allah memberi ujian kepada setiap insan.

Semoga lulus dalam ujian ilahi. Itulah ujian yang paling mustahak.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini