Kafir Pada Sayidina Isa Tidak Menolong

Disebutkan di Qur’an Surah Ali Imran ayat 52 bahawa memilih menjadi kafir kepada Sayidina Isa itu boleh berlaku di perjalanan hidup siapa sahaja tanpa pandang bulu …

falammā aḥassa ‘īsa minhumulkufra

فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنْهُمُ الْكُفْرَ

tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka.

Sampai sekarang pun banyak orang yang mengklaim Muslim namun selalu merasa waswas dan menyamarkan dan bahkan mendustakan Sayidina Isa sebab mereka takut menjadi kafir dan murtad. Padahal justeru sikap waswas terhadap Sayidina Isa itulah yang malah menjadikan seseorang kafir dan murtad. Banyak orang yang mengaku Muslim memilih menjadi kafir pada Sayidina Isa. Bukankan itu sudah menghantarkan mereka menjadi kafir dan murtad?

Sejak dari zaman dahulu, mereka selalu cuba membunuh karakter Sayidina Isa dan bahkan selalu cuba membunuh fisik Sayidina Isa.

QS Al-Baqarah [2]:87

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِن بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ ۖ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ ۗ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَىٰ أَنفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

Orang-orang fasik dan orang-orang yang kafir pada para nabi-nabi Allah dari zaman ke zaman itu selalu menangkap, mengusir dan bahkan membunuh para nabi-nabi Allah. Itulah lazimnya sikap orang-orang fasik. Pengusiran orang-orang yang baik atau saleh menyebabkan hijrahnya orang-orang baik atau saleh itu. Jadi tidak mungkin orang mengusir diri sendiri. Tidak mungkin orang melakukan hijrah apabila tidak diusir. Pengusiran adalah bentuk hukuman yang lazim di Timur Tengah pada orang-orang baik atau saleh. Pengusiran selalu menyebabkan orang baik hijrah. Orang jahat selalu mengusir orang baik. Mengusir orang baik itulah yang paling umum dilakukan orang-orang jahat terhadap orang baik. Sering juga orang-orang jahat melakukan penangkapan orang-orang baik. Dan sering juga, orang-orang jahat melakukan pembunuhan orang-orang baik (QS Ali Imran [3]:195; QS An-Nisa’ [4]:100; QS Al-A’raf [7]:82, 88. Ibrahim [14]:13). Jadi hijrah itu tidak boleh dilakukan orang apabila tidak ada yang mengusir. Terbunuh tidak mungkin dilakukan oleh diri sendiri. Apabila dilakukan oleh diri sendiri, maka itu adalah bunuh diri.

Jadi sudah menjadi kebiasaan buruk di padang pasir Timur Tengah dari zaman ke zaman. Sudah lazim, orang-orang yang kafir pada Sayidina Isa itu cuba menangkap Sayidina Isa dan semua orang-orang yang takzim dan tawadu’ kepada Sayidinia Isa. Mereka cuba mengusir Sayidina Isa dan semua orang yang takzim dan tawadu’ kepada Sayidinia Isa. Orang-orang yang kafir pada Sayidina Isa cuba membunuh Sayidina Isa dan semua orang-orang yang takzim dan tawadu’ kepada Sayidinia Isa.

Cuba bandingkan macam mana sikap Allah SWT kepada Sayidina Isa a.s. Bandingkan sikap Allah terhadap Isa dan sikap orang-orang yang kafir kepada Isa terhadap Isa?

Disebutkan di QS Ali Imran [3]:54-55

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّـهُ ۖ وَاللَّـهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

إِذْ قَالَ اللَّـهُ يَا عِيسَىٰ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۖ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (54)

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”. (55)

Ketika Allah mewafatkan Isa, orang-orang yang kafir pada Isa pasti amat bergembira dan berpesta-pora dan amat lega. Namun Allah tidak berhenti hanya di mewafatkan Isa. Setelah mewafatkan Isa, Allah menyebabkan Isa bangkit hidup kembali. Dan kemudian Allah mengangkat Isa kepada Allah. Allah membersihkan Isa dari segala tuduhan orang-orang yang kafir tersebut.

Allah kemudian mengangkat derajad segala orang yang mengikuti Isa di atas orang-orang yang kafir. Allah tidak mengkafirkan Isa dan tidak mengkafirkan barangsiapa yang mengikut Isa. Allah tidak mengkafirkan barangsiapa yang takzim dan tawaduk kepada Isa.

Orang-orang kafir mengotori Isa dan mengkafir-kafirkan Isa dan menyamarkan serta mendustakan Isa. Tapi Sayidina Isa justru diikuti oleh orang-orang yang tidak mahu kafir kepada Sayidina Isa. Allah justru menerima orang yang tidak mengkafirkan Sayidina Isa. Allah justru meninggikan Isa. Orang-orang yang mengikuti Isa justru ditinggikan oleh Allah.

Allah tidak mengkafirkan Isa. Allah meninggikan Isa. Allah yang membela Isa. Segala orang yang waswas tentang Isa akan diputuskan dan dihukum dan diazab oleh Allah dan akan berurusan dengan Allah Yang Maha Adil.

Kronologi atau urut-urutan kejadian peristiwa perjalanan Nabi Isa menurut Qur’an, semua sudah secara jelas ditetapkan oleh Allah berlakunya: Nabi Isa lahir, meninggal, dibangkitkan hidup kembali, dan diangkat kembali kepada ILAHI.

QS Maryam [19]:33

وَالسَّلٰمُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُّ وَيَوْمَ اَمُوْتُ وَيَوْمَ اُبْعَثُ حَيًّا – ٣٣

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. (33)

QS Ali Imran [3]:55

اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسٰٓى اِنِّيْ مُتَوَفِّيْكَ وَرَافِعُكَ اِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَجَاعِلُ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْكَ فَوْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ ۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيْمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ – ٥٥

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”. (55)

Qur’an dalam bahasa aslinya atau bahasa Qur’an tidak pernah menyatakan teori Isa pingsan sahaja, atau tidur sahaja atau mati tua atau secara alami atau Yudas yang mati. Qur’an tidak pernah menyatakan teori Isa mati tua atau mati secara alami atau mati sakit. Tidak pernah, Qur’an menyatakan begitu.

Dalam bahasa Qur’an, Qur’an justeru menyatakan bahawa, sebab ketetapan Allah, Isa dibunuh secara hukuman mati salib oleh orang-orang Romawi bukan oleh orang-orang Bani Isra’il suk. Dan sesungguhnya, Allah mengikhlaskan Nafs-Nya atau Kalimat-Nya menjadi manusia bernama Isa untuk menjadi qurban untuk membayar kaffarah atau tebusan demi manusia yang penuh dengan sifat dan perbuatan jahat agar manusia penuh dengan khilaf dan lupa itu boleh memperoleh kesempatan selamat dari siksaan.

Qur’an menyatakan di Surah An-Nisa’ [4]:157

وَّقَوْلِهِمْ اِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيْحَ عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُوْلَ اللّٰهِۚ وَمَا قَتَلُوْهُ وَمَا صَلَبُوْهُ وَلٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۗوَاِنَّ الَّذِيْنَ اخْتَلَفُوْا فِيْهِ لَفِيْ شَكٍّ مِّنْهُ ۗمَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ اِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوْهُ يَقِيْنًاۢ ۙ – ١٥٧

dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan kecuali mengikuti persangkaan belaka. (157)

Itulah fenomena kubur kosong Yang Mulia Sayidina Nabi Isa yang daripada Allah.

Wafatnya Nabi Isa sudah ditetapkan Allah lewat hukuman mati dibunuh. Dalam Bahasa Qur’an yang luar biasa sejuknya dan penuh iman, Nabi Isa itu syuhada’ bukan mati alami, bukan mati tua, bukan mati sakit. Nabi Isa mati muda sebagai syuhada’ yang terbunuh fissabilillah di jalan Allah. Mati di jalan Allah. Orang yang mati dijalan Allah sesungguhnya tidak mati walaupun secara klinis badannya mati. QS Ali Imran [3]:169-170 dan Kitabullah Injil Surah Ibrani 11:4.

Isa bin Maryam adalah suatu perkara yang sudah diputuskan, nasibnya bak sapi betina di QS Al-Baqarah [2]:67-74 yang akhirnya menjadi fadhilah yang membawa kehidupan. Masih samarkah wahai orang-orang yang kafir pada Isa bin Maryam itu?

Qur’an tidak pernah mengatakan Isa mengkudeta Allah. Qur’an tidak pernah mengatakan Isa bersifat makar melawan Allah. Qur’an tidak pernah mengatakan Isa ingkar kepada Allah.

Qur’an menyatakan [3]:45

إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّـهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan yang terdekat (kepada Allah), (45)

Ketika lahirnya Yahya, disebutkan di Qur’an [19]:15

‘salāmun’ ertinya ‘kesejahteraan’ dilimpahkan…

وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا

Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali. (15)

Namun ketika Isa lahir, disebutkan di Qur’an

as-salāmu ertinya ‘Allah Yang Maha Memberi Kesejahteraan’ ada pada Isa.

as-salāmu adalah salah satu daripada 99 Asma Allah yang ertinya Yang Maha Memberi Kesejahteraan

Hanya Isa yang lahirnya disambut langsung oleh Allah Yang Maha Memberi Kesejahteraan, bukan sekedar disambut dengan kesejahteraan.

QS Maryam [19]:33

وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

Dan Allah Yang Maha Memberi Kesejahteraan ada padaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. (33)

Di sebutkan di Tarjamah Bahasa Arab/Melayu Kitabullah Injil Surah Filipi 2:5-11 …

5 Hendaklah ada dalam dirimu pemikiran yang ada dalam diri Isa al-Masih: 6 Dia yang sekalipun dalam bentuk Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sesuatu yang harus dipertahankan, 7 tetapi Dia telah mengetepikan martabat diri-Nya, mengambil bentuk seorang hamba, dan datang dengan rupa manusia. 8 Dalam keadaan sebagai manusia, Dia telah merendahkan diri-Nya dan taat hingga kepada kematian – bahkan kematian di salib! 9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan-Nya dan menganugerahkan kepada-Nya nama yang di atas segala nama, 10 supaya kepada nama Isa segala-galanya bertelut, segala isi langit, bumi dan yang di bawah bumi, 11 dan semua lidah mengaku bahawa Isa Al-Masih adalah Junjungan Yang Esa, untuk mendatangkan kemuliaan kepada Allah Bapa.

QS An-Nisa’ [4]:172

Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya. (172)

Ketika manusia masih dalam alam sulbi atau sebelum ditakdirkan menjadi manusia, sudah dibuat kesepakatan dengan Al-Khalik bahawa nanti kalau sudah ditakdirkan menjadi manusia kena ingat kepada Allah Al-Khalik.

Disebutkan di Qur’an Surah Al-A’raf [7]:172

 وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آَدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ (172)

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan atau keutamaan Allah al-Khalik)”, (172)

Ketika di dalam alam daar atau alam sebelum ditakdirkan menjadi utusan-utusan Allah di bumi, sudah dibuat kesepakatan dengan Allah Al-Khalik bahawa kalau sudah ditakdirkan menjadi utusan-utusan Allah di bumi, di bumi kena menolong kepada satu utusan Allah itu.

Qur’an, Ali Imran [3]:81

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آَتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُوا أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”. (81)

Siapakah satu utusan yang wajib ditolong itu?

Al-Masih yang bernama Isa adalah suatu perkara yang sudah diputuskan dan tanda dan rahmat daripada Allah untuk umat manusia.

Qur’an, Maryam [19]:21

 (قَالَ كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَلِنَجْعَلَهُ آَيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِنَّا وَكَانَ أَمْرًا مَقْضِيًّا (21

Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”. (21)

Qur’an, Ali Imran [3]:44

(ذَلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُونَ أَقْلَامَهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ (44

Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa. (44)

Qur’an, Ali Imran [3]:52 menyebutkan bahawa Sayidina Isa boleh merasa apabila ada orang yang memilih menjadi kafir dan menyamarkan dan mendustakan Sayidina Isa. Dan Sayidina Isa bertanya siapakah penolong-penolong Sayidina Isa di dalam menegakkan kesepakatan yang sudah dibuat dengan Allah al-Khalik di alam daar dahulu. HANYA NABI ISA yang bertanya siapakah yang ikhlas menjadi penolong-penolong Nabi Isa. Jadi, Nabi Isa adalah satu-satu utusan Allah yang WAJIB DITOLONG seperti yang sudah disepakati di alam daar dengan Allah Al-Khalik itu!

QS Ali Imran [3]:52

(فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آَمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ (52

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri. (52)

Menolong Nabi Isa bererti ikhlas menerima dan menjalankan ugama Allah atau ketetapan Allah bagi seluruh manusia untuk berserah diri kepada ILAHI.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Ini artikel yang selepas ini.