Kebengisan dan Kekejian Fitnah Dajjal

Adalah fitnah Dajjal yang mengatakan bahwa Almasih ‘Isa ialah setan yang mencemari din Allah Islam. Naudzubillahi mindzalik!

Di dalam ugama Islam tidak ada kesempitan baik secara zahir maupun batin seperti itu.

Dalam bukunya yang bertajuk,

“Atlas Budaya Islam: Menjelajah Khazanah Peradaban Gemilang”

… halaman 223 Isma’il R. Al-Faruqi seorang sarjana Islam dari Palestina kota Jaffa yang mati syahid pada tahun 1986 berkata:

Ibrahim, Musa, Dawud, ‘Isa adalah nabi-nabi Allah. Yang dibawa mereka – Taurat, Zabur, Injil – adalah wahyu dari Allah. Mempercayai nabi-nabi ini, wahyu-wahyu yang mereka bawa, merupakan bagian tak terpisahkan dari iman Islam.

Mengingkarinya – apalagi membeza-bezakanya – bererti murtad. Lihat juga di dalam QS Ali Imran [3]:84

قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَالنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Katakanlah (wahai Muhammad): “Kami beriman kepada Allah, dan kepada apa yang telah diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi: Ibrahim, dan lsmail, dan Ishak, dan Yaakub, dan keturunannya, dan kepada apa yang telah diberikan kepada Nabi-nabi: Musa dan ‘Isa, dan sekalian Nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeza-bezakan seseorang pun di antara mereka, dan kepada Allah jualah kami berserah diri (Islam).”

QS An Nisa’ [4]:163

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَآَتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

Sungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu (wahai Muhammad), sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nabi Nuh, dan Nabi-nabi yang diutus kemudian daripadanya; dan Kami juga telah memberikan wahyu kepada Nabi Ibrahim, dan Nabi Ismail, dan Nabi Ishak, dan Nabi Yaakub, serta Nabi-nabi keturunannya, dan Nabi ‘Isa, dan Nabi Ayub, dan Nabi Yunus, dan Nabi Harun, dan Nabi Sulaiman; dan juga Kami telah memberikan kepada Nabi Daud: Kitab Zabur.

Dalam Majmu ‘Syarif yang sudah sangat umum di Nusantara tepatnya di dalam Doa Kanzul Arasy, di situ juga disebutkan bahwa ‘Isa adalah ruh Allah, namun tetap tidak mengurangi tauhid apalagi menghilangkan kebenaran tauhid laa illaha illallah. Jadi Almasih ‘Isa terus menerus mentauhidkan Allah سبحانه وتعالى.

Isma’il R. Al Faruqi mengatakan bahwa penghormatan Islam kepada nabi-nabi Allah beserta wahyu-wahyu sebelum Nabi Muhammad bukan sekedar basa-basi, namun merupakan kebenaran ukhrowi serta diniyah. Penghormatan Islam kepada nabi-nabi Allah beserta wahyu-wahyu Allah sebelum Nabi Muhammad  صلى الله عليه وسلم  tersebut sifatnya bukan cuma toleransi budaya, bukan cuma kerukunan sosial-masyarakat dan bukan cuma kerukunan antar peradaban namun bersifat ukhrawi serta diniyah.

Diriwayatkan dalam HR Muslim bahwa para nabi adalah adik-beradik daripada satu bapak, sementara ibu mereka berlainan, agama mereka satu. (HR Muslim 7/96 1626.)

Jadi siapakah yang mencemari kesucian agama Allah? Almasih ‘Isa kah? Atau almasih Dajjal?

Jadi siapakah yang merusak akidah agama Allah? Almasih ‘Isa kah? Atau almasih Dajjal?

Jadi selama ini darimanakah sumber khilaf yang seringkali mendera kita umat? Tidak lain dan tidak bukan, ini pasti dari fitnah Dajjal.

Fitnah Dajjal tersebut tentu membawa pengaruh yang memprihatinkan dan berbahaya pada keadaan kita sebagai khalifah Allah di muka bumi ini.

Maka dari itu, zahir-batin, jadilah penyokong Almasih ‘Isa yang dari Allah  سبحانه وتعالى.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini