Kesamaan Isa Putra Maryam dan Yusuf Ketika Berada di Pusat Tamadun Peradaban Bangsa Tidak Bersunat

Sampai meninggal dunia, Yusuf yang sangat tampan itu tetap beristri satu yakni perempuan dari bangsa yang tidak bersunat. Ribuan tahun setelah Yusuf meninggal dunia, hiduplah seorang dara dari kaum bersunat keturunan Ya’qub. Nama dara itu adalah Maryam. Satu-satunya wanita yang namanya termaktub di dalam Al-Qur’an dan namanya dijadikan nama surah di dalam Al-Qur’an adalah Maryam.

Maryam adalah seorang dara yang masih muda belia yang hidup lebih kurang 2,015 tahun yang lalu. Nenek moyang Maryam adalah orang-orang bersunat keturunan Ya’qub dari nazab Yahuda. Pusat tamadun peradaban orang-orang bersunat adalah Tanah Suci Al-Quds أورسالم Urusalim atau Yerushalayim yang juga disebut Baitul Maqdis. Tanah Suci Al-Quds Urusalim atau Baitul Maqdis adalah Tanah Suci bagi orang-orang bersunat sejak Ibrahim.

Puak daripada Maryam adalah puak orang-orang bersunat keturunan Ya’qub. Semua orang bersunat keturunan Ya’qub menjunjung tinggi niat dan amalan mengutamakan Allah dan menomor satukan Allah seperti yang sudah dikisahkan dan dicontohkan oleh nenek moyang orang-orang bersunat yakni Ibrahim, Isma’il, Ishaq dan Ya’qub. Orang-orang bersunat keturunan Ya’qub selalu berniat dan melakukan amalan-amalan tauhid, yakni mengutamakan Allah. Di mana-mana di rumah dan di dahi dan di tangan mereka selalu dibawa kalimat tauhid sebagai pengingat mereka untuk selalu mengutamakan Allah bukan mengutamakan uang dan bukan mengutamakan nafsu-nafsi.

Tersebut di Kitab Taurat Surah At-Tasniyati (Ulangan) 6:4

الْمَوْلَى إِلَهُنَا هُوَ اللهُ الأَحَدُ.

Tuhan Allah adalah Esa!

Tuhan Allah adalah Esa, ertinya manusia harus mengutamakan Allah bukan mengutamakan uang atau nafsu-nafsi apapun.

Maryam berasal dari desa kecil yang bernama Bait Lahm. Semua orang-orang bersunat keturunan Ya’qub di desa Bait Lahm selalu mengadakan perjalanan ke Tanah Suci Al-Quds أورسالم Urusalim atau disebut Baitul Maqdis. Semua orang-orang bersunat selalu berpuasa sebagai ungkapan ibadah kepada Allah. Semua orang-orang bersunat selalu mendirikan solat pada jam-jam tertentu. Semua orang-orang bersunat selalu memberikan sedekah. Imam yang terkenal paling saleh di antara orang-orang bersunat bernama Harun saudara kandung Musa.

Disebutkan di QS Surah Maryam [19]:28

يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا

“Wahai saudara perempuan Harun, bapamu bukanlah seorang yang buruk akhlaknya, dan ibumu pula bukanlah seorang perempuan jahat!”

Maryam dipanggil saudara perempuan Harun kerana Maryam seorang dara yang soleh seperti kesolehan Harun.

Walaupun Maryam adalah seorang dara, Maryam hamil kerana kuasa dan kehendak Allah. Seperti Yusuf anak Ya’qub, Putera Maryam adalah anak istimewa yang lain daripada yang lain. Banyak orang termasuk Maryam sendiri merasa pelik perihal Bin Maryam tersebut.

Termaktub di QS Ali ‘Imran [3]:47

قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكِ اللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ

Maryam berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang lelaki pun.”

Termaktub di QS Ali ‘Imran [3]:46

وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَمِنَ الصَّالِحِينَ

Bayi yang di dalam kandungan Maryam tersebut sudah boleh berbicara dengan manusia dalam buaian.

Ketika bayi Bin Maryam tersebut tersebut masih baru lahir, bayi Bin Maryam tersebut berbicara kepada ulama-ulama kaum bersunat keturunan Ya’qub yang akan merajam ibunya, “قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّه sesungguhnya aku ini hamba Allah dan وَجَعَلَنِي نَبِيًّا dan Allah menjadikan aku seorang nabi.” Kata bayi Bin Maryam tersebut kepada ulama-ulama kaum bersunat di zaman Maryam.

Bayangkan, bayi tersebut masih baru lahir dan belum bersunat sudah menyatakan diri bahawa dia adalah seorang nabi Allah. Termaktub di QS Maryam [19]:30.

Bahkan disebutkan di dalam Hadis Nabi, dari Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah shollallahu’alaihi wassalam telah bersabda,

“Tidak ada bayi yang dilahirkan ke dunia ini melainkan lambungnya pernah ditusuk oleh jari Syaiton. Oleh kerana itu, manakala seorang bayi lahir, bayi selalu menangis kerana tusukan jari Syaiton, terkecuali bayi Bin Maryam.” Hadis Riwayat Muslim 7/96 1626.

Tersebut di QS Maryam [19]:19

قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَامًا زَكِيًّا

Ia berkata: “Sesungguhnya aku pesuruh Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak lelaki yang suci.”

Orang-orang bersunat keturunan Ya’qub selalu menghukum rajam siapapun yang melakukan perbuatan zinah. Karena nafsu-nafsi dan merasa pelik terhadap kuasa Allah dan iri hati, oleh orang-orang bersunat di sekitar Maryam, Maryam dituduh telah melakukan zinah.

Seperti Yusuf putera Ya’qub, sejak dari masa mudanya, Isa sudah hampir menjadi objek kebencian dan objek yang dirasa pelik dan harus dihukum oleh orang-orang bersunat yang anti perbuatan zinah kerana orang-orang bersunat tersebut menjunjung tinggi tauhid kepada Allah sahaja dan anti nafsu nafsi.

Malahan disebutkan di dalam QS Ali Imran [3]:45

إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

(Ingatlah) ketika malaikat berkata: “Wahai Maryam! Bahawasanya Allah memberikan khabar yang mengembirakanmu, dengan Kalimah daripada Allah, namanya: Al-Masih, Isa Ibni Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan ia juga dari orang-orang yang didampingkan (diberi kemuliaan di sisi Allah).”

Disebutkan di dalam Hadis Nabawi dalam menafsirkan QS Ali Imraan [3]:39 bahwa Yahya selagi dalam perut ibunya menyatakan bahwa Isa itu benar dan haq. Al-‘Aufi dan yang lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Al-Hasan, Qatadah, Ikrimah, Mujahid, Abu Asy-Sya’sa’, As Sudi, Ar-Rabi’ bin Anas Ad-Dahak serta yang lainnya sehubungan dengan ayat,

مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللَّهِ

(yang membenarkan Kalimah daripada Allah)

bahawa yang dimaksud Kalimah Allah ialah Isa bin Maryam. Ar-Rabi’ bin Anas mengatakan bahawa Yahya adalah orang yang pertama kali beriman kepada Isa. Ibnu Jujaij berkata bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan tentang maksud firman Allah,

مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللَّهِ

(yang membenarkan Kalimah daripada Allah atau Firman daripada Allah),

Yahya dan Isa adalah saudara sepupu.

Diceritakan bahawa ibu Yahya berkata kepada Maryam,

“Sungguh, aku merasakan bahawa anak yang ada di dalam perutku ini bersujud kepada anak yang berada di dalam perut mu.”

Yang demikian itu merupakan pembenaran Yahya kepada Isa ketika Yahya masih berada dalam perut ibunya. Yahya adalah orang yang pertama kali beriman kepada Isa. (Ibnu Kasir, Tafsirul Qur’anil Azimi, Jilid 3, 2000 M/1421 H:55.)

Seperti dalam mimpi Yusuf putera Ya’qub, Yusuf disembah-sembah oleh manusia, Isa di dalam kandungan ibunya disembah-sembah oleh manusia. Memang pelik tapi ini adalah ketetapan Allah. Bagaimanapun juga akhirnya harus berlaku kerana itu sudah ditakdirkan Allah.

Diriwayatkan dalam Hadis Riwayat Muslim bahawa Nabi bermimpi diperlihatkan oleh Allah di sisi Ka’bah, seorang manusia yang paling tampan dari semua manusia yang tidak lain adalah Isa Bin Maryam.

Seperti Yusuf tampan, Isa juga tampan bahkan seorang manusia yang paling tampan dari semua manusia.

Isa Bin Maryam lahir di kaum yang bersunat. Isa Bin Maryam adalah orang yang bersunat. Tapi, ketika Isa Bin Maryam lahir kaumnya yaitu orang-orang bersunat dizalimi dan dijajah oleh bangsa yang tidak bersunat. Bangsa penjajah yang tidak bersunat yang menzalimi kaumnya Isa adalah Bangsa Rom atau Bangsa Romawi. Makanya di dalam Al-Qur’an terdapat satu surah yang disebut Surah Ruum (Bangsa Romawi). Bangsa Romawi adalah bangsa yang tidak bersunat. Bangsa Romawi tidak tahu-menahu hal ehwal Allah, ilah yang diutamakan oleh orang-orang bersunat. Jadi mereka selalu menghina orang-orang mukmin yang beriman kepada Allah.

Pernah Pemerintah Bangsa Rom membuat peraturan yang merendahkan maruah orang-orang bersunat. Peraturan bangsa tidak bersunat tersebut berbunyi bahawa orang-orang Rom dibenarkan memperlakukan setiap orang bersunat yang mereka temui di padang pasir sebagai unta yang harus membawa barang-barang bawaan orang-orang Rom sejauh sebatu atau 1.6 kilometer. Banyak orang bersunat marah sekali dan benci sekali pada orang-orang tidak bersunat tersebut. Tapi sikap Isa merupakan sikap orang yang sungguh-sungguh beriman kepada Allah Yang Maha Besar dan Maha Pemurah.

Sikap Isa sebagai orang bersunat terhadap orang-orang tidak bersunat sama seperti sikap Yusuf terhadap orang-orang tidak bersunat. Sikap Isa terhadap orang orang yang tidak bersunat adalah murah hati untuk mencerminkan iman bahwa Allah Maha Pemurah.

Isa memberi nasihat kepada orang-orang bersunat untuk bersikap yang rahmatan atau murah hati kepada orang-orang yang tidak bersunat.

 وَمَنْ أَرَادَ أَنْ يُسَخِّرَكَ لِتَمْشِيَ كِيلُومِتْرًا وَاحِدًا، فَاذْهَبْ مَعَهُ كِيلُومِتْرَيْنِ.

Jika sesiapa memaksamu berjalan sebatu dengannya, pergilah dua batu bersamanya. (Kitab Injil Matius 5:41).

Lihat nasihat Isa kepada orang-orang bersunat ketika merasa dizalimi oleh orang-orang yang tidak bersunat.

Di zaman moden, kalau ingin berjaya dalam berniaga yang yang penuh dengan persaingan, orang kena amalkan nasihat Isa ini yakni EXTRA MILE SERVICE, benar tak?

Termaktub pula dalam Taman Sari Kitab-Kitab Allah, dipetik dari Terjemah Kitab Allah At-Taurat, Surah At-Tasniyati (Ulangan) 6:4, Terjemah Kitab Allah Injil, Surah Matta (Matius) 5:38-48.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini