Kesungguh-Sungguhan Muslim dalam Hal Kitab-Kitab Allah yang diBaca oleh Insan-Insan Saleh yang Bernafaskan Yahudi dan yang diBaca oleh Insan-Insan Saleh yang Bernafaskan Nashara

Melihat adanya perbedaan pandangan dalam dunia Muslim mengenai kesungguh-sungguhan Muslim terhadap Kitab-Kitab Allah yang dibaca insan-insan saleh yang bernafaskan Yahudi dan insan-insan saleh yang bernafaskan Nashara, Ibn Taymiyya (tahun 728/1328), seorang cendikiawan Islam yang sangat salafiyah, berpendapat:

  1. Ada pandangan insan-insan Muslim bahawa di dunia ini sudah tidak ada lagi peninggalan Kitab yang sama persis seperti apa yang telah diwahyukan Allah Azza wa Jalla di dalam Kitab Taurat, Kitab Zabur dan Kitab Injil. Yang ada sekarang ini adalah yang sudah diubah-ubah.

Mengenai Kitab Taurat, kebiasaan mewariskan Taurat dari satu generasi ke generasi berikutnya sudah tidak pernah dilakukan lagi.

Mengenai Kitab Injil, mereka tidak boleh terima fakta bahawa Injil ditulis oleh 4 orang.

Kemudian, di antara insan-insan Muslim, ada beberapa insan-insan Muslim yang menuduh bahawa banyak sekali isi Kitab Taurat dan Kitab Injil yang sekarang ini sudah menyimpang dari kebenaran dan tidak boleh disebut sebagai Kalam Ilahi.

Ada pula insan-insan Muslim yang berpandangan bahawa didalam Kitab Taurat dan Kitab Injil yang sekarang ini, isi yang menyimpang dari kebenaran tidak banyak. Artinya isinya masih banyak yang benar.

  1. Namun ada lagi pandangan insan-insan Muslim yang mengatakan bahawa tidak ada satupun manusia di alam semesta ini yang memiliki kemampuan boleh mengubah-ubah Kalam Allah.

Diakui memang ada oknum-oknum dalam kaum Yahudi dan kaum Nashara yang menyalah gunakan dan menyalah tafsirkan dan memesong-mesaongkan makna Kalam Allah dalam Kitab-kitab Allah At Taurat, Az Zabur, Al Injil sehingga menyebabkan maknanya jadi lain alias terpesong dan dibelokkan melenceng dan tidak sesuai dengan makna Kitab-kitab Allah At Taurat, Az Zabur dan Al Injil. Pandangan-pandangan tersebut kedua-duanya dipegang dianut oleh banyak insan-insan Muslim.

  1. Namun pandangan yang benar yang paling takut berselisih dengan Kitab Al Qur’anul Karim adalah pandangan yang ketiga yang menyatakan bahawa Kitab-Kitab Allah yakni At Taurat, Az Zabur dan Al Injil yang asli sampai sekarang masih ada di dunia ini.

Kalau seandainya tidak ada, jelas Kitab Al Qur’an akan menyatakan tidak ada. Namun kenyataannya, Kitab Al Qur’an justru menyatakan bahawa Kitab At Taurat, Az Zabur dan Al Injil masih ada. Kitab-kitab Allah yakni Kitab At Taurat, Az Zabur dan Al Injil yang asli tersebut sudah ada di zaman Nabi Muhammad s.a.w.

Namun juga ada terjemahan-terjemahan At Taurat, Az Zabur dan Al Injil hasil dari kegiatan nafsu pesong-memesongkan makna yang menyebabkan terjemahan dan tafsirnya menjadi tidak sesuai lagi dengan makna Kitab Allah Kitab At Taurat, Az Zabur dan Al Injil.

Jadi kalau ada yang berpandangan bahawa tidak ada tafsir-tafsir At Taurat, Az Zabur dan Al Injil hasil dari nafsu yang memesong-mesongkan At Taurat, Az Zabur dan Al Injil dan isinya tidak pernah disalah gunakan orang dan dipesongkan orang, pandangan tersebut sebenarnya menyangkal fakta yang tidak boleh disangkal.

Namun sebaliknya jika ada yang berpandangan bahawa semua tarjamah dan tafsir Kitab At Taurat, Az Zabur dan Al Injil setelah zamannya Nabi Muhamad s.a.w. sudah diubah-ubah dan tidak sesuai lagi dengan apa yang diwahyukan Allah Azza wa Jalla dalam mushaf-mushaf Kitab At Taurat, Az Zabur dan Al Injil, pandangan seperti itu jelas-jelas juga salah.

Pandangan seperti itu jelas-jelas salah dan malah berselisih dan bertentangan dengan Kitab Allah Al Qur’anul Karim karena Kitab Allah Al Qur’anul Karim menyatakan adanya ahlul injiil, yakni orang-orang yang tidak menyia-nyiakan semua Kitab-kitab Allah termasuk Kitab Al Injil. Ahlul Injiil adalah orang-orang yang beriman dan mengamalkan perintah-perintah Allah didalam Kitab Injil juga, kerana mereka diperintahkan Allah untuk begitu. Ahlul Injiil bolej jadi terdiri dari segala macam insan, baik insan-insan saleh yang bernafaskan Yahudi dan insan-insan saleh yang bernafaskan Nashara dan insan-insan Muslim yang saleh. Bukan hanya mesti orang Yahudi dan Nashara saja, boleh jadi orang-orang Muslim juga mendapat ilmu dari Kitab-Kitab Allah Taurat, Zabur, Injil. Kitab-kitab Allah tidak diperuntukkan untuk satu golongan sahaja! Oleh Allah SWT, segala insan-insan saleh diperintahkan untuk tidak menyia-nyiakan Kitab Al Injil. Oleh Allah SWT, segala insan-insan saleh diperintahkan untuk terus tetap memakai Kitab-Kitab Allah At Taurat, Az Zabur, Al Injil sebagai dasar atau dalil untuk mengatur dan menjalani kehidupan mereka sampai kapanpun, karena itu sudah menjadi perintah Allah yang ada di Kitab Suci Al Qur’anul Karim.

Disebutkan dalam Al Qur’an, Surah Al Ma’idah [5]:46-47 …

46 Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus ‘Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu At Taurat. Dan Kami menurunkan Al Injil kepadanya, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, dan mengesahkan kitab yang sebelumnya yaitu At Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertaqwa

47 Dan hendaklah pengikut Injil memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang fasik.

Dan lagi, Allah Azza wa Jalla berfirman bahawa dalam At Taurat, Az Zabur, Al Injil ada nur dan hidayah dan kebijaksanaan Ilahi. Kitab Allah Al Qur’anul Karim tidak pernah menyebutkan bahawa Kitab Allah At Taurat, Az Zabur dan Al Injil sudah diubah-ubah oleh orang-orang Yahudi dan orang-orang Nashara.

Disebutkan dalam apa yang kita kenal sebagai AYAT KURSI di Surah Al Baqarah [2]:255 bahwa …

Allah, tidak ada ilah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya! Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Oleh karena itulah, kita kena berhati-hati, jangan sampai kita berselisih dengan Kitab Al Qur’an. Kitab At Taurat, Az Zabur dan Al Injil adalah kitab-kitab kepunyaan Allah. Oleh karena itulah pandangan kita mengenai Kitab-kitab Allah tersebut harus teliti dan berhati-hati, jangan sampai kita jadi berselisih dengan Kitab Al Qur’an.

Kesimpulan

  1. Beriman kepada Kitab-kitab Allah yang ada pada Ahli Kitab yakni insan-insan saleh yang bernafaskan Yahudi dan insan-insan saleh yang bernafaskan Nashara merupakan salah satu Rukun Iman dalam Islam. Kitab-kitab Allah yang juga dibaca oleh Ahli Kitab tersebut disebut Kitab At Taurat, Az Zabur dan Kitab Al Injil.
  2. Menurut insan-insan Muslim, diubah-ubahnya Kitab At Taurat dan Kitab Al Injil itu bererti Kitab At Taurat dan Kitab Al Injil tersebut sudah mengalami disalahgunakan disalah tafsirkan dan dipesongkan sehingga maknanya jadi lain alias tidak sesuai dengan makna Taurat, Zabur dan Injil. Dan tafsir-tafsir dan terjemahan-terjemahan yang terpesong tersebut ditulis dan dibakukan dan ditetapkan sendiri oleh oknum-oknum tertentu seakan-akan itu adalah Kalam Ilahi, dengan demikian menggeser maqom Kitab At Taurat, Az Zabur, Al Injil.

Kitab At Taurat, Az Zabur, Al Injil tetap satu utuh, kalau tafsirnya memang banyak dan ada yang merupakan hasil nafsu pesong-memesongkan makna Taurat, Zabur dan Injil yang dilakukan oleh oknum-oknum yang memang ingin menyalahgunakan Kitab-Kitab Allah At Taurat, Az Zabur dan Al Injil.

Namun Kalam Ilahi dalam Kitab Taurat, Az Zabur dan Al Injil, tidak ada satupun manusia yang punya kemampuan mengubah-ubah Kalam Ilahi. Kalimat-kalimat Allah yang ada di dalam Kitab At Taurat, Az Zabur dan Al Injil, Allah SWT Al Hafiidz lah Yang Maha Memelihara dan Menjaga Kitab-kitabNya.

Penyalah tafsiran Kitab At Taurat, Az Zabur dan Al Injil dan penterjemahan-penterjemahan yang tidak sahih yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu itulah yang menimbulkan kesan seolah-olah Kalam Ilahi dalam At Taurat, Az Zabur dan Al Injil sudah diubah-ubah. Hal itu tidak serta merta berarti Kitab At Taurat, Az Zabur dan Al Injil sudah diubah-ubah. Lidah merekalah yang mereka ubah-ubah bukan Kitab Allah At Taurat, Az Zabur dan Al Injil yang berubah.

Sebagai ibarat, kalau anda tidak tahu berapa gram berat cincin emas anda, lalu anda timbangkan di toko emas yang resmi, lalu setelah cincin emas anda ditimbang, anda mendapati cincin emas anda tidak seberat perkiraan anda, itu bukan berarti timbangannya yang salah. Itu berarti ya memang segitulah beratnya cincin emas anda. Jangan su’udzon terhadap Kitab-Kitab Allah Taurat, Zabur dan Injil!

Adalah haq bahwa Kitab At Taurat, Az Zabur dan Al Injil tetap dijaga dan dipelihara oleh Allah SWT Al Hafiidz kerana Wahyu-wahyu ilahi yang terpelihara dan terjaga di dalam Kitab At Taurat, Az Zabur, Al Injil tersebut nuzul dari Allah SWT yang dijaga oleh Allah Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Allah tidak pernah tidur dan tidak pernah mengantuk. Tidak ada satupun manusia yang punya kemampuan mengubah-ubah Kitab-kitabNya.

  1. Ada 2 pandangan insan-insan Muslim mengenai Kitab-kitab Allah sebelum Kitab Al Qur’anul Karim.

Ada beberapa insan-insan Muslim yang beranggapan bahawa Kitab-kitab Allah sebelum Kitab Al Quran yaitu Kitab At Taurat, Az Zabur dan Kitab Al Injil yang ada sekarang ini sudah tidak asli lagi.

Namun ada juga insan-insan Muslim yang memiliki keyakinan bahawa Kalam Allah dalam segala Kitab-kitab Allah tidak mungkin boleh diubah oleh siapapun karena Allah Sebaik-baiknya Pelindung dan Penjaga Kitab-kitab Allah.

Mana mungkin ada manusia mampu mengalahkan Allah Al Hafiizh Yang Maha Memelihara.

  1. Pada Zaman Keemasan Islam pada zaman dahulu yaitu pada abad-abad persis setelah datangnya Islam, pada waktu itu bukan lah barang aneh dan bukan perkara yang pelik bagi insan-insan Muslim mencari dan menggali ilmu dan mengaji pada Ahli Kitab yaitu insan-insan saleh yang bernafaskan Yahudi dan insan-insan saleh yang bernafaskan Nashara. Pada waktu itu, kalau ada insan-insan Muslim mencari ilmu dengan cara yang seperti itu, oleh insan-insan Muslim pada Zaman Keemasan Islam pada zaman dahulu tersebut, tidak dianggap aneh-aneh dan tidak dianggap sebagai perkara yang pelik, malah dianggap sangat wajar dan masuk akal sekali. Tapi, di zaman sekarang ini, bentuk pencarian ilmu seperti itu sudah dilupakan orang dan dianggap tidak umum dan tidak trendy dan dianggap sebagai perkara yang pelik.

Padahal salah satu Rukun Iman adalah beriman pada Kitab-Kitab Allah. Iman tanpa amal jelaslah tidak mungkin. Tapi anehnya di Zaman Moden sekarang ini, ada banyak insan-insan Muslim diseluruh dunia Muslim mengeluh bahawa keadaan masyarakat Muslim tidak semaju dan semadani keadaan masyarakat Muslim di Zaman Keemasan Islam dahulu dimana ketika itu ilmu pengetahuan dan peradaban yang tinggi dan luhur dan mulia dinikmati oleh masyarakat Muslim di Zaman Keemasan Islam dahulu kala. Adakah kebiasaan Muslim di Zaman Keemasan Islam pada dahulu kala yang telah kita lupakan karena sesuatu hal?