Bismillah, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Di sesi ketiga temanya: KETAUHIDAN DAN KE-ESA-AN ALLAH

ISA AL-MASIH FIRMAN ALLAH YANG ESA

Kitab para nabi dan semua al-Kitab samawi seperti: at Taurat, az-Zabur, al-Injil dan al-Qur’an, mencatat bahwa Allah s.w.t. adalah Esa atau Satu atau Tunggal dan berdiri sendiri. Dan menceritakan bahwa Allah tidak berawal juga tidak berakhir. Allah s.w.t. ada dengan sendiri terus menerus dan Kekal. Tidak ada catatan maupun penjelasan daripada al-Kitab, siapa yang menjadikan Allah, dan daripada materi apa Allah s.w.t. dijadikan. Ketetangan Kitab terbatas menyampaikan bahwa Allah itu ada, dan ada dengan sendiri.

Dalam kesendirian-Nya, timbul pikiran pertama daripada Allah dalam sejarah alam aemesta ini, dan (pada saat) pikiran pertama itu Allah menciptakan hari pertama. Setelah itu timbul lagi pikiran kedua dan daripada pikiran kedua itu Allah kemudian menciptakan hari kedua demikian seterusnya hingga pada hari ketujuh Allah menyelesaikan seluruh ciptaan-Nya yang ada dalam alam semesta. Pikiran Allah muwujudkan Firman-Nya dan firman itu bersama-sama dengan Allah dan firman itu Allah sendiri. Dengan Firman-Nya itu Dia menciptakan segala sesuatu yang telah ada. Lihat Injil Yahya 1:1 dan QS. Al Imran (3):45.

Dengan demikian Allah s.w.t. adalah yang awal dan yang akhir dari segala yang telah ada, dan tanpa firman Allah maka segala sesuatu tidak akan pernah ada.

Hal yang lain adalah: Mengapa Allah itu Esa dan tidak boleh lebih daripada satu?

Kemungkinan yang terjadi kalau Allah lebih daripada satu ialah, kerajaan syurga tidak dapat kekal dan bertahan lama. Kerana di antara Tuhan yang satu dengan tuhan yang lain akan saling berlomba untuk berkuasa dan lebih kuat daripada yang lainnya. Dan akibat daripada kepentingannya masing-masing, kemungkinan terburuk ialah kerajaan syurga menjadi hancur dan luluh lantak.

Praktisnya boleh mengambil contoh daripada kerajan-kerajaan yang pernah ada di bumi. Sejarah mencatat bagaimana peradaban bangsa-bangsa yang sangat kuat dan perkasa, menjadi hancur dan luluh lantak hanya kerana persaingan kepentingan daripada banyaknya penguasa. Sangat masuk akal bila kerajaan syurga hanya cukup satu Allah sahaja dan Dialah Allah yang Maha Esa penguasa kerajaan langit dan bumi.

Al-Kitab samawi mencatat:

QS. Al-Baqarah (2):163Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada ilah yang lain melainkan Dia, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

QS. Al-Ikhlas (112):1Katakanlah: Dialah Allah, yang Maha Esa.

Al-Injil, diriwayatkan daripada sahabat Isa al-Masih yang bernama Markus di dalam sejarah nasabnya, surah Markus 12:29-31, Isa bersabda,

Yang terutama ialah, ‘Dengarlah hai orang Isra’il, Allah Tuhan kita adalah Tuhan yang Maha Esa. Kamu hendaklah kasihilah Allah Tuhanmu, dengan sepenuh hatimu, dengan sepenuh jiwamu, dengan sepenuh pikiranmu, dan dengan sepenuh kekuatanmu,’ sedangkan perintah yang kedua ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.’ Tidak ada perintah lain yang lebih utama daripada dua perintah itu.

Kutipan ayat-ayat di atas sebagai dasar Kebenaran sejati tentang Ke-Esa-an Allah s.w.t. Allah s.w.t. ialah Tuhan yang Esa kerana itu Satu Peribadi (Seorang Diri) dan tidak ada yang lain selain Dia sahaja yang Esa.

ALLAH ITU ESA, TIDAK ADA ILLAH LAIN SELAIN DIA

Di dalam kitab Taurat seorang nabi Allah yang bernama Yesaya telah menulis di dalam kitabnya, Yesaya 44:24

Beginilah Firman Allah, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dalam kandungan; ‘Akulah Allah, yang menjadikan segala sesuatu, yang membentangkan langit seorang diri, dan yang menghamparkan bumi. Siapakah yang mendampingi Aku?

Taurat surah Yesaya 37:16

Ya Allah, Tuhan semesta alam, Allah Isra’il, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau Sendirilah Allah segala kerajaan di bumi. Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.

Taurat surah Yesaya 37:20

Maka sekarang ya Tuhan Allah kami, selamatkanlah kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau Sendirilah Tuhan.

RAHMAT DAN KASIH SETIA ALLAH S.W.T. DAN KASIH SAYANG ALLAH YANG ESA DALAM AL-MASIH ISA

QS. Al Fatihah (1):1

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Taurat surah Yesaya 63:7-9…

Aku hendak memasyurkan kasih abadi Allah, puji-pujian kepada Allah atas semua yang dilakukan, sesuai dengan segala yang dilakukan Allah terhadap kita, dan kebajikan besar lagi bagi kaum keturunan Isra’il yang dilakukan-Nya terhadap mereka menurut kasih sayang-Nya serta menurut kasih abadi-Nya yang berlimpah. Demikianlah firman-Nya, “Sungguh, mereka adalah umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berbohong,” maka Ia menjadi Penyelamat (al-Masih) mereka. Dalam segala kesesakan mereka, Ia pun turut merasa sesak, dan malaikat daripada hadirat-Nya (Al-Masih) menyelamatkan mereka. Dengan kasih-Nya dan belas kasihan-Nya Ia menebus mereka, mengangkat mereka, dan menggendong mereka sepanjang zaman dahulu.

ALLAH IALAH RAJA ATAS SELURUH BUMI DALAM ISA AL-MASIH

Taurat surah Zakharia 14:9

Maka Allah akan menjadi raja atas seluruh bumi. Pada hari itu Allah adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya.

Injil surah Wahyu 4:2

Serta-merta Roh mengkuasaiku. Kulihat sebuah takhta di syurga dan seorang bersemayam di atasnya.

Berdasarkan ayat-ayat yang tersurat di kitab at-Taurat dan al-Injill tentang KE-ESA-AN ALLAH S.W.T. maka Tuhan itu:

  • Seorang diri
  • Sendirilah
  • Satu-satunya

KETETPAN ALLAH S.W.T.

Injil surah 1 Timotius 2:3 5…

Inilah yang baik dan diredai oleh Allah Penyelamat kita yang berkehendakkan semua manusia diselamatkan dan mengetahui apa yang benar. Hanya ada satu Allah dan hanya ada satu pengantara di antara Allah dan manusia iaitu Isa al-Masih.

Injil surah Markus 12:28-33 …

Seorang guru Taurat … bertanya kepada-Nya (Isa), “Perintah manakah yang terutama?” Isa menjawab, “Yang terutama antara semua perintah ialah: ‘Dengarlah wahai umat Isra’il, Allah Tuhan kita, Tuhan kita adalah Esa. Kamu hendaklah mengasihilah Allah Tuhanmu dengan sepenuh hatimu, dengan sepenuh jiwamu, dengan sepenuh fikiranmu, dan dengan sepenuh kekuatanmu.’ Inilah perintah yang terutama. Perintah yang kedua ialah: ‘Kamu hendaklah mengasihi sesamu manusia seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.’ Tidak perintah lain yang lebih utama daripada dua perintah ini.” Guru Taurat berkata kepada Isa, “Sungguh baik jawapan Tuan Guru. Kata-kataEngkau itu benar, kerana Allah itu Esa, tiada yang lain daripada Dia. Mengasihi-Nya dengan sepenuh hatimu, dengan sepenuh jiwamu, dengan sepenuh fikiranmu, dan dengan sepenuh kekuatanmu, serta mengasihi sesamu manusia seperti diri sendiri, adalah lebih utama daripada segala persembahan dan korban.

AL-MASIH ISA IALAH PERWUJUDAN ALLAH YANG ESA DAN BUKAN MAHKLUK YANG LAIN DARIPADA ALLAH S.W.T.

Injil surah Ibrani 1:1-3 …

Allah telah berfirman pada pelbagai zaman dan dengan aneka cara kepada nenek moyang kita melalui nabi-nabi. Tetapi pada akhir zaman ini Allah telah berfirman kepada kita melalui Putera-Nya (Isa al-Masih), yang telah dijadikan-Nya pewaris kepada segala-galanya; melalui Putera-Nya itu Allah telah mencipta alam semesta. Putera itu adalah sinar gemilang kemuliaan Allah dan gambaran sempurna kewujudan-Nya. Dia memelihara segala-segalanya dengan kekuasaan Firman-Nya. Setelah menghapuskan dosa kita melalui diri-Nya sendiri, Dia duduk di sebelah kanan Yang Maha Mulia yang bertakhta di syurga.

AL-MASIH ISA ADALAH WUJUD DIRI ALLAH DALAM RUPA MANUSIA

Injil surah 1 Timotius 3:16

Tidak dapat dinafikan betapa mulianya rahsia iman kepada Allah: Ia telah menampakkan diri sebagai manusia, dinyatakan benar oleh Roh Suci, dilihat oleh para malaikat, diajarkan kepada bangsa-bangsa, dipercayai di seluruh dunia, dinaikkan dengan kemuliaan.

Allah s.w.t. ialah Tuhan yang Esa dan kerana itu, Esa juga pribadi-Nya. Jika kita beriman dan percaya kepada Satu Allah itu, berarti kita menyembah Allah yang Esa, Satu, Tungggal dan Berdiri Sendiri.

AL-MASIH ISA MUKARABIN

Isa al-Masih di dalam Allah dan Allah di dalam Isa al-Masih dan Satu adanya.

Jika ada Satu Allah dan Allah adalah Ha atau Hu atau Hua (Allah) dan jika Isa al-Masih adalah Hua (Allah) maka Isa Al-Masih ialah satu dengan Hua (Allah).

Taurat surah Yesaya 9:5

Sesungguhnya, seorang anak telah lahir bagi kita, seorang putra telah dikaruniakan bagi kita. Di atas bahunyalah pemerintahan akan dibebankan, dan namanya akan disebut: Penasihat Ajaib, Tuhan yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Penguasa damai.

QS. Al Imran (3):45

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).

Ayat-ayat ini menyebut Putera sebagai Allah yang kekal. Al-Masih Isa yang telah diramal atau dinubuatkan dan hanya ada satu Allah.

Taurat surah Maleaki 2:10

Bukankah kita semua sebapak? Bukankah satu Tuhan yang menciptakan kita? Mengapa kita saling mengkhianati dengan menistakan perjanjian nenek moyang kita?

Injil surah Efesus 4:6

Satu Allah iaitu Bapa sekalian, yang di atas sekalian, melalui sekalian, dan dalam kamu sekalian.

Jadi, jika telah difirmankan demikian maka al-Masih Isa pastilah Allah yang Esa.

Injil surah Kolose 2:9

Dalam-Nya terhimpun seluruh ketuhanan berbentuk jasmani.

Ke-Tuhan-an yang dimaksud adalah, mencakup peranan Allah s.w.t., dengan otomatis pastilah Allah di dalam al-Masih Isa.

Injil surah Yahya 8:24

Itulah maka Kukatakan kepadamu, kamu akan mati dalam dosamu. Memanglah kamu akan mati dalam dosamu jika kamu tidak percaya bahawa Akulah Dia yang Kukatakan.

Al-Masih Isa sendiri yang mengajarkan bahwa Dia ialah satu dengan Allah. Suatu saat, ketika Isa al-Masih berbicara tentang Allah, orang-orang yang bermazhab Farisi bertanya, “Di manakah Bapa-Mu itu?” Isa Al-Masih menjawab: “Kamu tidak mengenal-Ku atau Bapa-Ku. Kalaulah kamu mengenal-Ku, tentu kamu mengenal Bapa-Ku juga.” Kemudian Isa al-Masih bersabda: “… kamu akan mati dalam dosamu jika kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia …” (Lihat Injil surah Yahya 8:19-24.)

Al-Masih Isa seolah-olah ingin mencoba untuk memastikan kepada orang-orang yang mengikuti-Nya bahwa Dialah Allah yang Esa dan bahwa jika mereka tidak beriman dan percaya kepada-Nya sebagai Allah, mereka akan mati dalan dosa mereka.

Injil surah Yahya 12:45, Isa al-Masih berkata …

Sesiapa yang melihat-Ku, juga melihat Dia yang mengutus-Ku.

Injil surah Yahya 14:7, Isa al-Masih juga mengatakan kepada Hawariyun (sahabat-sahabat pengikut Isa al-Masih) …

Dengan mengenal-Ku, kamu mengenal Bapa-Ku juga. Mulai sekarang kamu mengenal-Nya, malah sudahpun melihat-Nya.

Setelah para Hawariyun mendengar pernyataan Isa al-Masih itu, salah seorang sahabat bernama Filipus meminta kepada Isa al-Masih katanya: “Tuhan, tunjukanlah Allah itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami” (Injil surah Yahya 14:8). Dengan kata lain, Filipus meminta Isa al-Masih untuk menunjukan Allah kepada mereka supaya mereka dapat kepastian dan kepuasan tentang keberadaan Allah S.W.T.

Injil surah Yahya 14:9-11 …

Isa menjawab, ‘Sekian lama aku bersama kamu semua, belum lagi kau kenal Aku, Filipus? Sesiapa yang telah melihat-Ku, telah melihat Bapa. Mengapa kamu berkata, “Tunjukkanlah Bapa kepada kami?” Filipus, tidakkah kamu percaya bahawa Aku di dalam Bapa, dan Bapa di dalam-Ku? Segala yang Kukatakan kepadamu bukanlah daripada-Ku, tetapi daripada Bapa yang tinggal di dalam-Ku yang melakukan semua pekerjaan itu. Percayalah kepada-Ku, bahawa Aku di dalam Bapa, dan Bapa di dalam-Ku. Kalaupun kamu tidak percaya akan apa yang Kukatakan, percayalah kepada-Ku kerana apa yang telah Kulakukan.

Perkataan Isa al-Masih ini lebih daripada sekadar persetujuan, pernyataan-Nya dapat dipandang sebagai penegasan daripada Isa al-Masih bahwa Dia ialah satu (intisari) dengan Allah yang Esa, yang telah mewujudkan diri-Nya sebagai seorang Insan yang suci.

Seperti jamaknya orang pada zaman dahulu kala hingga zaman di sinian dan kekininian, Filipus belum memahami bahwa Allah S.W.T. adalah Ghaib, Roh dan Qudus yang tidak kasat mata dan oleh sebab itu satu-satunya cara yang paling pantas dan tepat supaya seseorang dapat melihat Allah adalah melalui kehadiran Isa al-Masih. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Injil surah Kolose 1:15

Dia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, Dialah anak sulung antara segala yang diciptakan.

QS. Maryam (19):21

Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”.

QS. Al Imran (3): 62-63 …

Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.

Demikian penjelasan daripada saya kali ini, kurang dan lebihnya saya mohon maaf, sebab hanya Allah yang Maha Esa ialah pusat segala yang hak dan benar. Wallahu’alam bisawab. Semoga dapat bermanfaat. Akhir kata saya ucapkan:

Barakallahu mini wa minkum wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ustaz M. Faridz Al-Salmani

Artikel yang sebelum ini Blog Ustaz M. Faridz Al-Salmani Artikel yang selepas ini