Khazanah Kitab-Kitab Allah: Alam Pikiran yang Tampaknya Berbeza

Nabi Musa, Nabi Dawud, Nabi Isa, Nabi Muhammad hidup tidak sezaman. Mereka tidak pernah saling bertemu di bumi ini. Mereka hidup dalam zaman yang tidak sama yang berselang ratusan tahun dan bahkan ribuan tahun. Bahkan bahasa yang dipakai untuk Taurat, Zabur, Injil dan Al Qur’an jelas tidak sama. Taurat dalam Bahasa Ibrani di Zaman Nabi Musa. Zabur dalam bahasa Ibrani di Zaman Nabi Daud. Injil dalam Bahasa Suryani dan Bahasa Grika. Al Qur’an dalam huruf-huruf Hijaiyah. Mereka pun tidak tahu bahawa Taurat, Zabur, Injil, Al Qur’an dibukukan di zaman modern, kerana di zaman mereka yang ada Wahyu bukan dalam bentuk Kitab namun dalam bentuk wahyu yang dihafishkan bukan dibukukan seperti di Zaman Moden sekarang ini.

Walaupun ada khazanah alam pikiran antara Kitab Al Qur’an, Kitab At Taurat, Kitab Al Injil, namun itu justeru diterima sebagai  khazanah yang bersifat  luas sekali, dimana seandainya seluruh samudra menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Allah, maka pasti habislah samudra itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Allah, meskipun didatangkan tambahan tinta sebanyak itu pula.

Tersebut di dalam Kitab Al Qur’an, Surah Al-Kahf [18], ayat 109

قُل لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

18|109| Katakanlah (wahai Muhammad): “Kalaulah semua jenis lautan menjadi tinta untuk menulis Kalimah-kalimah Tuhanku, sudah tentu akan habis kering lautan itu sebelum habis Kalimah-kalimah Tuhanku, walaupun Kami tambahi lagi dengan lautan yang sebanding dengannya, sebagai bantuan”.

Jadi dinyatakan dalam Kitab Suci Al Qur’anul Karim dalam beberapa ayat-ayatnya bahwa Kitab-Kitab yang diwahyukan Allah Azza wa Jalla sebelum Kitab Al Qur’an tersebut asli dan benar dan haqiqi adanya.

Malahan para ahli fiqih Islam menempatkan Kitab-Kitab sebelum Kitab Al Qur’an tersebut sebagai Kitab-Kitab yang wajib diimani!

Yang wajib diimani dalam hal ini adalah: Kitab-kitab Allah yang dibaca oleh insan-insan mukmin Ahli Kitab yakni insan-insan saleh yang bernafaskan Yahudi yang tidak lain berasal dari nasab Yahuda bin Nabi Ya’kub a.s. dan juga termasuk Kitab yang dibaca oleh insan-insan saleh yang bernafaskan Nashara. Di dalam Islam, Kitab-Kitab Allah tersebut wajib diimani.

Para ahli fiqih Islam menempatkan keimanan kepada Kitab-Kitab sebelum Kitab Al Qur’an ini sebagai salah satu dari 6 Rukun Iman (Arkan Al-Iman).

Seperti yang disebutkan dalam Kitab Suci Al Qur’anul Karim Surah Al Baqarah [2] ayat 285

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

2|285| Rasulullah telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan juga orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya, tidak membezakan antara seorang dengan yang lain Rasul-rasulnya.” Mereka berkata lagi: Kami dengar dan kami taat (kami pohonkan) keampunanMu wahai Tuhan kami, dan kepadaMu jualah tempat kembali.”

Disebutkan di dalam Kitab Al Qur’an, Surah Al Ahqaf [46] ayat 12

وَمِن قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ وَهَٰذَا كِتَابٌ مُّصَدِّقٌ لِّسَانًا عَرَبِيًّا لِّيُنذِرَ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَبُشْرَىٰ لِلْمُحْسِنِينَ

Pada hal telah ada sebelumnya Kitab Nabi Musa yang menjadi ikutan dan rahmat; dan Al-Quran pula sebuah Kitab yang mengesahkan kebenaran (kitab-kitab yang telah terdahulu), – diturunkan dalam bahasa Arab untuk memberi amaran kepada orang-orang yang zalim, dan berita gembira bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.

Disebutkan di dalam Kitab Al Qur’an, Surah Al Isra’ [17] ayat 55

وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَىٰ بَعْضٍ ۖ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

17|55| Dan Tuhanmu (wahai Muhammad) lebih mengetahui akan sekalian makhluk yang ada di langit dan di bumi; dan sesungguhnya Kami telah melebihkan setengah Nabi-nabi atas setengahnya yang lain; dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Nabi Daud.

Disebutkan di dalam Kitab Al Qur’an, Surah An Naml [27] ayat 16

وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَ ۖ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَيْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ

27|16| Dan Nabi Sulaiman mewaris Nabi Daud; dan (setelah itu) Nabi Sulaiman berkata: “Wahai umat manusia, kami telah diajar mengerti bahasa pertuturan burung, dan kami telah diberikan serba sedikit dari tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya yang demikian ini adalah limpah kurnia (dari Allah) yang jelas nyata.”

Dalam Tafsir Qur’an Karim oleh Prof Dr H Mahmud Yunus disebutkankan bahwa Sulaiman mempusakai Daud atau menerima pusaka dari Daud bapak dari Sulaiman.

Disebutkan di catatan kaki di Al-Qur’an Terjemah Per-Kata, Penerbit Syaamil, disebutkan Kitab Zabur lah yang diwariskan Nabi Daud ke Nabi Sulaiman putra beliau.

Jadi, jelas Kitab-kitab Allah adalah sangat berharga dan harus dijaga sampai menjadi pusaka yang diwariskan ke generasi berikutnya. Tidak mungkin dibuang dan tidak dipakai lagi.

Disebutkan di dalam Kitab Al Qur’an, Surah Al Ma’idah [5] ayat 46

وَقَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِم بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْإِنجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ

5|46| Dan Kami utuskan Nabi Isa Ibni Maryam mengikuti jejak langkah mereka (Nabi-nabisebelum beliau), untuk membenarkan Kitab Taurat yang diturunkan sebelumnya; dan Kami telah berikan kepadanya Kitab Injil, yang mengandungi petunjuk hidayah dan cahaya yang menerangi, sambil mengesahkan benarnya apa yang telah ada di hadapannya dari Kitab Taurat, serta menjadi petunjuk dan nasihat pengajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.

Allah berfirman QS Al Kahf [18]:27

وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِن كِتَابِ رَبِّكَ ۖ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَن تَجِدَ مِن دُونِهِ مُلْتَحَدًا

Laa mubaddila likalimaatihi wa lan tajida min duunihi multahadan

Tiada sesiapa yang dapat mengubah kalimah-kalimahNya; dan engkau tidak sekali-kali akan mendapat tempat perlindungan selain daripadaNya.

Dari Asma’ul Husna, kita tahu bahwa Allah itu:

  • Al Muhaimin Yang Maha Memelihara
  • Al Hafiizh Yang Maha Penjaga
  • Al Bashiir Yang Maha Melihat
  • Al Matiin Yang Maha Kokoh
  • Al Maani Yang Maha Mencegah
  • Al Haq Yang Maha Benar dan Pasti
  • Al Haliim Yang Maha Memberi
  • Al Wahhab Yang Maha Pemberi Karunia

Disebutkan di dalam Kitab Al Qur’an, Surah Al Baqarah [2] ayat 91

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ قَالُوا نُؤْمِنُ بِمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُونَ بِمَا وَرَاءَهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَهُمْ ۗ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنبِيَاءَ اللَّهِ مِن قَبْلُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

2|91| Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu kepada apa yang telah diturunkan oleh Allah (kepada Nabi Muhammad),” mereka menjawab: “Kami hanya beriman kepada apa yang telah diturunkan kepada kami (Taurat).” Dan mereka ingkarkan (Kitab) yang lain (Kitab Injil) yang diturunkan kemudian daripadanya, padahal apa yang telah diturunkan oleh Allah, yaitu Kitab Injil dan Kitab Al Qur’an, itu benar lagi mengesahkan Kitab Taurat yang ada pada mereka. Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika demikian mengapa kamu membunuh Nabi-nabi Allah pada masa yang lalu kalaulah kamu benar-benar orang-orang yang beriman?”

Jadi kalau orang orang ingkar dan tidak mahu mengamalkan apa yang telah diturunkan Allah didalam Kitab-Kitab Allah , hal itu tidak bermakna Kitab-Kitab Allah sudah diubah-ubah secara teks. Hanya akhlaq orang orangnya lah yang tidak mencerminkan apa yang termaktub di dalam teks Kitab-kitab Allah.

Yang berubah-ubah itu tafsir-tafsir yang tidak hati-hati dan amalan-amalan sembarangan yang dibuat orang-orang, bukan Kitab-kitab Allah yang berubah secara teks. Orangnya yang berubah, bukan kitab-kitab Allah yang dibaca orang tersebut.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini