Kitab Taurat, Injil dan Zabur Selalu Asli dan Terjaga – Orang-Orang Munafiklah yang Bermuka Dua

Walau politikus-politikus Islam dan Kristian di Zaman Modern saling berselisih, Kitab Allah Al Qur’anul Karim justeru memiliki pandangan yang baik mengenai Kitab-Kitab Allah At Taurat dan Az Zabur dan Al Injil.

Termaktub dengan jelas di Al Qur’an Surah Al Ma’idah [5] ayat 44 dan 46 bahawa Kitab Taurat dan Injil adalah:

  • Petunjuk dan nasihat pengajaran bagi orang-orang yang bertaqwa
  • Hukum Allah
  • Ayat-ayat Allah
  • Petunjuk dan cahaya yang menerangi

Hal ini tentu tidak mengagetkan kita. Kerana Kitab Allah Al Qur’anul Karim itu sudah semestinya sangat menghargai Wahyu-Wahyu Ilahi sebelum Kitab Suci Al Qur’anul Karim tersebut. Itulah indahnya untaian mata rantai tauhid dari Allahu Ahad Tuhan Yang Maha Esa.

Namun walau Kitab Allah Al Qur’anul Karim secara jelas mengakui adanya Kitab-Kitab Allah yang dianut oleh insan-insan saleh yang bernafaskan Yahudi dan insan-insan saleh yang bernafaskan Kristian, di dalam Kitab Suci Al Qura’nul Karim juga ada ayat-ayat yang rupanya menyatakan tentang adanya usaha oknum-oknum tertentu untuk “mengubah-ubah” maqom kedudukan dalam rangka menggeser maqom kedudukan  Kitab-Kitab Allah At Taurat, Az Zabur, Al Injil tersebut. Jelas, oknum-oknum tersebut bukan hanya orang-orang Yahudi sahaja, bukan hanya orang-orang Kristian sahaja.

Jangan dipesong-pesongkan seolah-olah hanya melulu orang-orang Yahudi dan orang orang Kristian lah yang merusak Kitab-Kitab Taurat, Zabur dan Injil. Sesungguhnya, oknum-oknum tersebut adalah orang-orang munafiqin dari mana-mana golongan, dari golongan Yahudi kah, dari golongan Kristian kah, dari golongan al Islam kah? Boleh jadi!

Di mana-mana kaum selalu ada orang-orang munafik, yaitu orang yang amalan dan hatinya bertentangan dengan apa yang diperkatakannya. Mereka pandai menyampaikan ayat-ayat Allah dalam Kitab-Kitab Allah, namun amalan dan hatinya bertentangan dengan apa-apa yang dikutbahkannya yang termaktub di dalam Kitab-Kitab Allah. Sikap munafik orang mengenai apa yang jelas-jelas termaktub di dalam Kitab-Kitab Allah bukan bererti Kitab-Kitab Allah sudah diubah-ubah oleh orang-orang munafik tersebut.

Jadi kerana adanya pernyataan yang tampaknya saling bertentangan inilah, banyak perbezaan pandangan di antara insan-insan Muslim yang saleh, baik para cendikiawan Muslim dan pemikir-pemikir Muslim serta sarjana-sarjana Muslim dan juga insan-insan awam Muslim. Mereka berbeza pandangan mengenai bagaimana seharusnya Kitab-Kitab Allah At Taurat, Az Zabur dan Al Injil yang sekarang ada tersebut diakui kewibawaannya dan seberapa jauh seharusnya Kitab-Kitab Allah sebelum Kitab Suci Al Qur’anul Karim yang sekarang ada tersebut diakui keaslianya dan kesahihannya dan seberapa jauh seharusnya Kitab-Kitab Allah sebelum Kitab Suci Al Qur’anul Karim tersebut boleh dianut dan diamalkan oleh insan-insan Muslim.

Ketahuilah, adanya orang-orang munafik yang bermuka dua tidak serta merta adanya dua Kitab Taurat, Yang Asli dan Yang Palsu. Adanya orang-orang munafik yang bermuka dua tidak serta merta adanya dua Kitab Zabur, Yang Asli dan Yang Palsu. Adanya orang-orang munafik yang bermuka dua tidak serta merta adanya dua Kitab Injil, Yang Asli dan Yang Palsu. Yang ada adalah orang-orang munafik terhadap Kitab Taurat. Yang ada adalah orang-orang munafik terhadap Kitab Zabur. Yang ada adalah orang orang munafik terhadap Kitab Injil. Kitab-Kitab Allah tersebut tetap asli dan akan terus asli dan terus menjadi petunjuk dan cahaya yang menerangi selama-lamanya. Orang-orang munafik NO. Kitab Allah Taurat, Zabur dan Injil YES.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini