Kristian

Muhammad menegur orang-orang Kristian karena sikap-sikap yang melampaui batas mereka dalam mengungkapkan pandangan mereka tentang Isa Al-Masih dan Tritunggal. Surah berikut ini di Al-Qur’an menganggap umat Kristian, “melampaui batas dalam mengungkapkan kediiniyahan mereka” dan memberikan nasihat berikut pada mereka:

QS An Nisa’ [4]:171

yaa ahla alkitaabi laa taghluu fii diinikum walaa taquuluu ‘alaa allaahi illaa alhaqqa innamaa almasiihu ‘iisaa ibnu maryama rasuulu allaahi wakalimatuhu alqaahaa ilaa maryama waruuhun minhu faaaminuu biallaahi warusulihi walaa taquuluu tsalaatsatun intahuu khayran lakum innamaa allaahu ilaahun waahidun subhaanahu an yakuuna lahu waladun lahu maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wakafaa biallaahi wakiilaan

“Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu dan janganlah kamu berkata terhadap Allah kecuali yang benar;. sesungguhnya Al-Masih Isa Putra Maryam itu adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan ruh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga,” berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah pada yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung.

QS An Nisa’ [4]:172

lan yastankifa almasiihu an yakuuna ‘abdan lillaahi

Al-Masih sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah …”

Tapi ketahuilah, teguran-teguran tersebut secara khusus ditujukan hanya kepada umat Kristian, bukan kepada insan-insan yang berkeyakinan Nashara yang tinggal di Mekah ketika itu.

Kristian itu bukan ugama melainkan hujah persekitaran. Menurut Kitab Taurat, Kitab Zabur dan Kitab Injil serta tarjamahnya, dahulu Allah menetapkan Sayidina Nabi ‘Isa ‘alaihissalam ada di bumi ini bukan untuk mendirikan diin atau agama yang baru, bukan untuk membawa syariat atau akidah yang baru. Sama sekali bukan untuk itu, Sayidina Nabi ‘Isa diizinkan Allah untuk ada di bumi ini.

Oleh Allah, Sayidina Nabi ‘Isa ‘alaihissalam diperintahkan untuk mengajak orang-orang untuk menegakkan iman tauhid kepada Allah Yang Maha Esa (Allahu Ahad), yakni, apapun atau siapapun tidak utama dan tidak mustahak selain Allah. Hanya oleh sebab izin Allah, Sayidina Nabi ‘Isa ‘alaihissalam mengajak orang-orang untuk menegakkan iman tauhid kepada Allah Yang Maha Esa.

Sejak Tahun 40-an Sesudah Masehi sampai Tahun 200-an Sesudah Masehi, apa yang disebutkan dalam Kitab Taurat, Kitab Zabur dan Kitab Injil serta tarjamahnya mengenai Yang Mulia Sayidina Nabi ‘Isa ‘alaihissalam tersebut dipegang teguh dan dianggap sudah selazimnya untuk diyakini oleh semua orang tanpa pandang bulu kerana orang-orang dari berbagai penjuru dunia pada Tahun 40-an Sesudah Masehi sampai Tahun 200-an Sesudah Masehi tersebut masih sering berkunjung dan menjalin tali silaturahmi dengan orang-orang di masyarakat keturunan Nabi Ya’qub alaihissalam(*) di Kota Suci Al-Qudsi Yerusalim, Timur Tengah yang sudah barang tentu tetap menjunjung tinggi iman tauhid dalam mengungkapkan sikap tawaduk dan ta’zim mereka kepada Yang Mulia Sayidina Nabi ‘Isa ‘alaihissalam.

(*) Keturunan Nabi Ya’qub disebut Bani Isra’il. Isra’il adalah nama yang diberikan Allah kepada Nabi Ya’qub. Bani Isra’il berarti keturunan Nabi Ya’qub. Isra’il adalah nama yang dikaruniakan Allah kepada Nabi Ya’qub alaihissalam yang ertinya ”berjuang atau berjihad demi mendapat pahala dari Allah” kerana Nabi Ya’qub tetap beriman kepada Allah pada waktu ujian berat menimpa beliau.

Nabi Ya’qub mempunyai 4 istri, 12 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Nama anak-anak Nabi Ya’qub alaihissalam tersebut adalah sebagai berikut Roubin, Syam’un, Yahuda, Lawiy, Yassakir, Zabulun, Dan, Naftali, Jad, Asyiro, Yusuf, Benyamin, Dinah.

Nabi Yusuf alaihissalam adalah salah satu putera Nabi Ya’qub alaihissalam. Mereka beranak cucu. Orang-orang yang masih secara nasab keturunan Nabi Ya’qub alaihissalam disebut Bani Ya’qub atau Bani Isra’il. Anak cucu keturunan Yahuda seringkali disebut Yahudi. Sebagaian besar nabi-nabi Allah berasal dari nasab Bani Ya’qub alaihissalam. Nabi Musa alaihissalam, Nabi Harun alaihissalam, Nabi Dawud alaihissalam, Nabi Sulaiman alaihissalam, Nabi Zakaria alaihissalam, Nabi Yahya alaihissalam, Nabi ‘Isa alaihissalam secara nasab adalah keturunan Nabi Ya’qub alaihissalam. Nabi Ya’qub alaihissalam merupakan orang tua yang sangat berpengaruh di Tahun 2006 Sebelum Masehi sampai 1859 Sebelum Masehi. Bahkan Fira’un yang berkuasa di Kerajaan Mesir ketika itu sangat ta’zim kepada Nabi Ya’qub alaihissalam karena beliau adalah bapak dari Nabi Yusuf alaihissalam yang menjadi perdana menteri di Kerajaan Mesir ketika itu. Nabi Ya’qub wafat di Mesir di tahun 1859 Sebelum Masehi. Pemakamannya dilakukan dengan penuh penghormatan oleh rakyat Mesir ketika itu. Dengan demikian, secara ilmu, siapapun tanpa pandang bulu yang ”berjuang atau berjihad demi mendapat pahala dari Allah” boleh disebut Bani Isra’il (keturunan-keturunan Isra’il atau keturunan-keturunan pejihat.

Fenomena mengenai adanya khalayak ramai di Tahun 40-an Sesudah Masehi sampai Tahun 200-an Sesudah Masehi di Dunia Timur Tengah yang menganggap bahawa sudah selazimnya menerima apa yang sudah ditetapkan Allah mengenai Yang Mulia Sayidina Nabi ‘Isa ‘alaihissalam dan bahawa sudah selazimnya menerima apa disebutkan dalam Kitab Taurat, Kitab Zabur dan Kitab Injil serta tarjamahnya mengenai Yang Mulia Sayidina Nabi ‘Isa ‘alaihissalam tersebut, ke dalam bahasa internasional ketika itu, dinamai fenomena katholikos yang artinya umum, jami’ dan sudah selazimnya.

Tapi di Tahun 200-an Sesudah Masehi sampai Tahun 400-an Sesudah Masehi, keadaan ruhani yang menganggap lazim untuk bersikap tawaduk dan ta’zim kepada Yang Mulia Sayidina Nabi ‘Isa ‘alaihissalam tersebut kemudian, oleh karena berbagai macam hujah dan ijtihad budaya, terbagi-bagi menjadi tarekat-tarekat hujah dan mazhab-mazhab hujah yang ribuan jumlahnya. Tarekat-tarekat hujah dan mazhab-mazhab hujah tersebut menamakan diri dengan berbagai macam nama.

Jadi karena adanya hujah dan ijtihad budaya diluar Kota Suci Al-Qudsi Timur Tengah, maka kepercayaan masyarakat di Tahun 200-an Sesudah Masehi sampai Tahun 400-an Sesudah Masehi di luar Kota Suci Al-Qudsi Timur Tengah khususnya yang berkaitan dengan Yang Mulia Sayidina Isa alaihissalam terbagi-bagi menjadi ribuan tarekat hujah dan mazhab hujah. Mereka memakai nama yang berbeza-beza untuk menyebut diri mereka sendiri.

Ada yang memakai nama dari Bahasa Latin, Bahasa Yunani, Bahasa Portugis yaitu igreja yang artinya bermusyawarah dan bersilaturahmi dengan orang lain kerana sebab Allah.

Yunani, Latin dan Portugis terletak di benua Eropa. Masyarakat Eropa di Tahun 200-an sampai Tahun 400-an tersebut adalah masyarakat yang pola pikirnya cenderung berbau perdukunan klenik, mistik, paranormal, animisme, dinamisme yang meyakini bahawa bukti adanya TUHAN YANG MAHA KUASA itu ada di mana-mana.

Kristian adalah sejarah yang dipercayai oleh masyarakat yang pola pikirnya cenderung berbau bomoh dan mistik atau ilmu alam ghaib atau ilmu yang mempercayai makhluk halus di Eropa. Nashara adalah masyarakat yang pola pikirnya menjunjung tinggi iman tauhid Kota Suci Al-Qudsi atau Yerusalem, Semitik/Samawi Timur Tengah.

Jadi, Kristen dan Nashara adalah dua masyarakat yang berbeza paradigma dan berbeza budaya, berbeza pola pikir. Kristen berasal dari budaya yang berbomoh-bomoh yang mempercayai kekuatan alam gaib, sedangkan Nashara berasal dari budaya tauhid. Kristian adalah hujah persekitaran di Eropa yang lebih menekankan kebatinan daripada kezahiran. Nashara lebih memilih kedua-duanya bahawa Allah itu Tuhan yang Halus dan Batin dan yang Zahir.

Tapi ketahuilah, teguran-teguran di Kitab Taurat dan Zabur dan di QS An Nisa’ [4]:171, 172 secara khusus ditujukan hanya kepada orang-orang Kristian, bukan kepada insan-insan yang berpola pikir nashara yang tinggal di Mekah ketika itu.

“Janganlah kamu melampaui batas” hanya ditujukan kepada orang-orang Kristian bukan kepada orang-orang yang berpola pikir nashara.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini