Macam-Macam Ada, Jangan Silap

Tidak semua Isra’il buruk. Ada yang saleh.

Dahulu di zaman Nabi Isa ada 8 macam kaum. Nabi Isa bertemu dengan macam-macam orang di macam-macam kaum itu. Nabi Isa sopan kepada macam-macam kaum. Nabi Isa GENIUS!

  1. Isra’il Para Nabi

“Isra’il” adalah nama yang sangat indah. Allah memberi nama baru untuk Nabi Ya’qub. Nama baru bagi Nabi Ya’qub itu adalah Isra’il. Namanya bukan lagi Nabi Ya’qub tapi Nabi Isra’il a.s. Keturunannya disebut Bani Isra’il (keturunan-keturunan Isra’il).

Isra’il ertinya orang yang berjuang keras demi memperoleh pahala daripada Allah. Orang yang berjuang keras demi memperoleh pahala daripada Allah sangat tidak suka apabila dipuji manusia.

Banyak keturunan-keturunan Nabi Isra’il a.s. ini menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul. Nabi Isra’il memiliki 12 anak laki-laki dan satu anak perempuan. Tiga daripada 12 putera Nabi Ya’qub bernama Lawi, Yahudi dan Yusuf.

Yusuf termasuk salah satu nabi. Nabi Yusuf menolak dipuji-puji orang dengan digelari sebagai ahli tafsir mimpi. Nabi Yusuf berkata, “Hanya Allah Yang Maha Tahu.”

Itulah ciri-ciri orang yang berjiwa isra’il, iaitu orang yang berjuang keras demi memperoleh pahala daripada Allah. Mereka selalu merasa kekurangan pahala daripada Allah. Mereka selalu mencari pahala daripada Allah. Kekurangan pahala daripada Allah dan mencarinya adalah diin mereka.

Diin ertinya adalah kekurangan atau hutang, selalu merasa masih ada yang kurang yaitu pahala daripada Allah. Mereka selalu menyaksikan tiada kekuatan selain Allah. Mereka mendirikan tselota ibadah sembahyang kepada Allah.

Lawi mempunyai cucu yang menjadi nabi yang bernama Nabi Harun, Nabi Zakharia, Nabi Yahya.

Yahudi mempunyai cucu yang menjadi nabi yang bernama Nabi Daud, Nabi Sulaiman dan Nabi Isa.

Sejak Nabi Ya’qub diberi nama baru oleh Allah, seluruh keturunan-keturunannya disebut Bani Isra’il. Bani Isra’il berpusat di Kota Suci Al Quds Ur Salim atau juga disebut Yerusalem.

Bahasa yang dipakai Bani Isra’il adalah Bahasa Ibrani. Jelas dalam bahasa Ibrani, Allah adalah Eloah atau Elohim (Yang Maha Kuasa). Dalam bahasa Arab adalah Allah.

Mereka menyembah ilah yang disembah nenek moyang mereka Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq, Nabi Ya’qub.

Ilah yang disembah Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq dan Nabi Ya’qub bersabda kepada Nabi Musa bahawa namanya tidak boleh disebut dengan sembarangan. Mereka tidak mau mendustakan nama ilah yang disembah Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq, Nabi Ya’qub.

Kerana mengikut Nabi Ibrahim nenek moyang mereka, Isra’il adalah bangsa yang berkhatan. Nenek moyang mereka yakni Nabi Ibrahim adalah orang yang mula-mula mengamalkan khatan bagi seluruh keturunan-keturunan beliau.

Mereka menyebut ilah yang disembah Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq, Nabi Yaqub dengan memakai nama-nama yang indah semacam Yang Memberi Rezeki, Yang Maha Kaya yang Memberi Pertolongan, Yang Maha Suci atau Eloah atau Elohim (Yang Berkuasa). Dalam bahasa Arab adalah Allah.

Isra’il Para Nabi ini tidak mendustakan para nabi. Mereka tidak membunuh para nabi. Mereka mengamalkan Kitab Allah Taurat dan Kitab Zabur dan menanti-nanti Kabar Baik datangnya Almasih daripada Allah untuk membunuh Almasih Dajjal.

Nabi Ibrahim bukan keturunan Nabi Ya’qub. Nabi Ibrahim adalah datuk daripada Nabi Ya’qub. Nabi Ibrahim berasal dari daerah yang disebut Ur di Mesopatamia sekarang Iraq. Nabi Ibrahim, oleh Allah, disuruh berhijrah ke suatu tempat yang akhirnya disebut Ur Salim. (Ur Yang Damai) atau yang sekarang disebut Yerusalem. Ilah yang disembah Nabi Ibrahim dalam bahasa Suryani bernama EL. Ketika Nabi Ibrahim mengalami kekuasaan Allah, Nabi Ibrahim menyebut nama sebagai nama nama yang indah (asma’ul husna) El Shaddai, Yang Maha Agung, El Bethel, Yang Maha Menolong.

Oleh keturunan-keturunan Nabi Ibrahim dari cucunya yang oleh Allah digelari Isra’il, ilah yang disembah Nabi Ibrahim disebut ELOAH atau ELOHIM (Yang Berkuasa).

  1. Bani Isra’il (keturunan orang-orang yang berjiwa Isra’il Para Nabi, yakni orang-orang berjuang keras demi memperoleh pahala daripada ilah yang disembah Nabi Ibrahim, Ishaq dan Yaqub)

Nabi Musa, Nabi Zakharia, Nabi Yahya, Nabi Isa dan Hawariyun (pengikut-pengikut setia Nabi Isa) adalah Bani Isra’il.

Mereka adalah keturunan orang-orang yang berjiwa isra’il para nabi. Mereka tidak mahu dipuji oleh manusia kerena kalau dipuji manusia, mereka takut tidak memperoleh pahala daripada Allah. Mereka selalu merenungkan dan mengamalkan kehaqiqian isra’il, yakni berjiwa pejuang mencari pahala daripada Allah bukan daripada manusia, bukan daripada raja-raja sekalipun.

Walaupun hidup tambah susah ketika mencari pahala daripada Allah, bagi orang-orang berjiwa isra’il, hal itu tidak masalah asalkan memperoleh pahala daripada ilah yang disembah para Nabi sebelum mereka seperti Nabi Ibrahim, Nabi Isma’il, Nabi Ishaq, Nabi Ya’qub, Nabi Musa, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman.

Mereka selalu mencari keredaan Allah. Mereka berjihad dan berjuang untuk tidak mendustakan Allah dan tidak mendustakan para nabi dan para rasul dan tidak mendustakan kitab-kitab Allah.

  1. Bangsa Rom

Bangsa Rom adalah bangsa di benua Eropa. Bangsa Rom jelas adalah bangsa tidak berkhatan. Mereka bukan keturunan Nabi Ibrahim. Bangsa Rom adalah bangsa yang besar dan sangat berkuasa. Bangsa Rom memiliki askar-askar yang sangat bengis.

Bangsa Rom dipimpin oleh Kaisar Rom. Orang-orang Rom sangat takut kepada Kaisar Rom, kaisar mereka. Kaisar Rom memimpin bangsa Rom sehingga bangsa Rom menjadi bangsa yang besar. Bangsa Rom menguasai Yerusalem dan Timur Tengah. Bangsa Rom menjajah seluruh orang-orang berkhatan.

Seluruh orang-orang yang berjiwa isra’il dizalimi oleh bangsa Rom. Seluruh orang-orang yang berjiwa isra’il yakni orang-orang yang suka berjuang keras demi memperoleh pahala dari ilah yang disembah Nabi Ibrahim, Isma’il dan Ishaq dan Ya’qub dizalim dan banyak yang dibunuh oleh Kaisar Rom.

Oleh Kaisar Rom, orang-orang yang berjiwa Isra’il dipaksa memilih dari dua pilihan ini:

  • beribadah kepada ilah yang disembah Nabi Ibrahim, Isma’il, Ishaq dan Ya’qub, atau
  • beribadah kepada Kaisar Rom yang tidak berkhatan.

Dalam Al Qur’an ada satu surah yang bernama Surah Rom.

  1. Bani Isra’il yang murtad dan menjadi boneka Kaisar Rom

Ada banyak orang-orang Bani Isra’il yang tidak lagi berjiwa isra’il yakni berjuang sangat keras demi untuk mencari dan memperoleh pahala dari ilah yang disembah nenek moyang mereka yakni Nabi Ibrahim, Isma’il, Ishaq dan Ya’qub.

Mereka justeru mencari pujian-pujian daripada Kaisar Rom. Mereka adalah Bani Isra’il yang menjadi Boneka Kaisar Rom. Inilah bani Isra’il yang mendustakan para nabi dan mendustakan kitab-kitab Allah. Mereka adalah Bani Isra’il yang munafik.

Mereka tidak suka berjuang keras untuk mencari dan mendapatkan pahala dari ilah yang disembah nenek moyang mereka yakni Nabi Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub..

Dari parasnya, mereka merupakan Bani Isra’il, namun tingkah laku mereka sangat malas dan tidak suka berjuang demi mencari pahala dari ilah yang disembah Nabi Ibrahim.

Mereka berkata, “Kami adalah keturunan Nabi Ibrahim.” Tapi tingkah laku mereka menunjukkan mereka lebih suka dielu-elukan manusia dan mereka tidak peduli lagi pada pahala dari ilah yang disembah nenek moyang mereka yakni Nabi Ibrahim, Isma’il, Ishaq dan Ya’qub. Mereka sudah lupa pada alam pikir isra’il  para nabi atau alam pikir tauhid yakni mencari keredaan ilah yang disembah Nabi Ibrahim, isma’il, Ishaq dan Ya’qub.

Mereka sangat membenci para nabi dan para rasul. Mereka merubah-rubah tanah suci Yerusalem menjadi tempat yang mengagung-agungkan Kaisar Rom yang tidak berkhatan.

Mereka membuat tafsir-tafsir Kitab-Kitab Allah untuk membuat dalil yang menghalalkan mereka melakukan semau nafsu mereka sendiri.

Mereka lebih menghargai tafsir-tafsir mereka sendiri daripada wahyu-wahyu Allah di Kitab-Kitab Allah. Wahyu-wahyu Allah di Kitab-Kitab Allah tidak mereka hargai. Yang mereka hargai adalah tafsir mereka sendiri untuk memuaskan nafsu mereka sendiri.

Mereka memeras bangsa sendiri Bani Isra’il demi untuk memuliakan Kaisar Rom. Pemeras-pemeras bangsa sendiri demi untuk memuliakan Kaisar Rom dalam Kitab Allah Injil sering disebut orang-orang malas Pemungut Cukai atau Penarik Pajak yang diberikan kepada Kaisar Rom. Banyak wanita-wanita cantik Bani Isra’il rela menjadi pelacur-pelacur untuk melayani orang-orang Rom yang kaya raya dan melayani orang-orang Bani Isra’il murtad yang tidak lagi takut kepada ilah yang disembah oleh nenek moyang mereka Nabi Ibrahim, Isma’il, Ishaq dan Ya’qub.

  1. Bani Isra’il yang berlebih-lebihan

Kerana Bani Isra’il dijajah oleh bangsa Rom yang tidak berkhatan, banyak orang-orang Bani Isra’il membentuk persatuan yang bertujuan mengembalikan marwah dan harga diri Bani Isra’il.

Mereka sangat tidak suka dengan bangsa Rom kerana bangsa Rom menjajah Bani Isra’il. Ketika itu, mereka sangat mendambakan datangnya Almasih yang daripada Allah. Mereka mengharapkan Almasih membunuh Kaisar Rom dan menghancurkan bangsa Rom yang menjajah Bani Isra’il ketika itu. Padahal Almasih yang dari Allah adalah untuk membunuh Dajjal bukan sekedar membunuh Kaisar Rom.

Kerana Almasih Isa tidak membunuh Kaisar Rom, mereka menganggap Almasih Isa adalah Almasih Dajjal, Almasih Palsu! Kerana Almasih Isa tidak boleh memuaskan nafsu mereka, oleh meraka, Almasih Isa dianggap sebagai Almasih Dajjal.

Itulah ciri-ciri Bani Isra’il yang berlebih-lebihan.

Mereka mendustakan Almasih Isa. Mereka memfitnah Almasih Isa. Mereka kafir kepada Almasih Isa. Sesungguhnya mereka menyembah nafsu mereka sendiri, tidak mencari pahala dari ilah yang disembah nabi-nabi yang berjiwa isra’il. Sifat mereka jauh berbeza dengan nabi-nabi yang berjiwa dan beralam pikir isra’il tulen yaitu mencari pahala daripada ilah yang disembah nenek moyang mereka yaitu Nabi Ibrahim, Isma’il, Ishaq dan Ya’qub.

Mereka merasa Bani Isra’il adalah bangsa yang terpilih dan bangsa yang paling mulia dimuka bumi. Orang-orang yang bukan Bani Isra’il, mereka juluki anjing. Mereka suka mengkafir-kafirkan siapapun yang bukan Bani Isra’il sebagai goyim atau orang-orang awam. Mereka pikir, hanya merekalah yang istimewa dan pilihan.

Mereka merasa dijamin masuk surga hanya kerana mereka adalah Bani Isra’il. Menurut mereka, orang-orang yang bukan  Bani Isra’il adalah penghuni neraka jahanam. Mereka seringkali menipu orang-orang bukan Bani Isra’il yang tidak faham Kitab Taurat dan Kitab Zabur dan Kabar Baik dalam kedua kitab itu.

Mereka suka memanjang-manjangkan bacaan Kitab-kitab Allah itu sehingga maknanya jadi lain. Mereka suka menafsirkan Kitab-Kitab Allah untuk mengutamakan golongan Bani Isra’il sahaja bukan untuk mengutamakan ilah yang disembah Nabi Ibrahim, Isma’il, Ishaq dan Ya’qub.

Mereka munafik kerana mereka tidak mengamalkan Kitab-Kitab Allah sebagaima semestinya. Mereka hanya mengutamakan golongan Bani Isra’il  sahaja dan tidak mencari keredaan Allah. Mereka menuruti nafsu-nafsu diri sendiri sahaja bukan menuruti Kitab-Kitab Allah.

  1. Orang-orang Bani Isra’il yang terpengaruh oleh kaum-kaum penyembah dewa-dewi dan penyembah malaikat-malaikat.

Ada banyak juga orang-orang Bani Isra’il yang terpengaruh dengan kaum-kaum penyembah gunung-gunung dan kaum penyembah dewa-dewi dan penyembah malaikat-malaikat.

Mereka menjadi syirik. Mereka memelihara babi dan memakan daging babi. Mereka mempercayai tempat-tempat keramat. Contohnya: orang-orang Samaria, orang-orang Siro-Fenisia.

  1. Orang-orang yang menderita baik kerana sakit-penyakit maupun kerana musibah, baik yang Bani Isra’il maupun yang bukan Bani Isra’il

Ketika itu banyak sekali orang-orang yang menderita sakit-penyakit dan banyak juga yang menderita kerana musibah yang menimpa mereka.

Ada orang sakit kusta. Orang sakit kusta, ketika itu, dianggap paling memalukan dan sangat menular dan sangat menajiskan.

Ada juga orang sakit buta, lumpuh, perdarahan, sakit kemasukan roh halus atau Syaitan. Dan ada juga orang yang menderita kelaparan dan kekurangan makanan dan kekurangan minuman sampai-sampai mereka kehilangan harga diri mereka.

  1. Ada juga orang Bukan Bani Isra’il, namun mereka sangat suka sekali untuk menjadi Bani Isra’il

Mereka ingin memiliki jiwa isra’il yang ertinya mereka ingin memperoleh pahala dari ilah yang disembah Isra’il alaihissalam. Mereka suka pergi ke Yerusalem agar mereka boleh menjadi Bani Isra’il. Contohnya orang-orang Habassyi atau Etiopia di Afrika. Mereka suka mengadakan perjalanan dari Afrika menuju ke Yerusalem agar mereka boleh menjadi Bani Isra’il.

Orang-orang Habasy adalah kaum yang tidak berkhatan. Namun orang-orang Habasy yang tergila-gila menjadi Bani Isra’il rela dikhatan bahkan dipotong bukan hanya kulup ujung kelaminnya tapi rela dipotong seluruh kelaminnya.

Nabi Isa menyayangi berbagai macam orang tanpa pandang bulu dan tanpa pandang golongan-golongan ketika itu. Macam-macam keadaan orang ketika itu dihargai oleh Nabi Isa. Nabi Isa sopan santun kepada orang tanpa pandang kaum dan tanpa menjelek-jelekkan kaum.

Ketika Al Qur’an berbicara mengenai Yahudi atau Bani Isra’il, Al Qur’an menyatakan bahawa tidak semua Yahudi buruk dan tidaka semua Bani Isra’il itu terlaknat.

Bani Isra’il tidak semuanya jelek. Bani Isra’il, tidak semuanya mendustakan para nabi. Tidak semuanya mendustakan kitab-kitab Allah.

Ketika Al Qur’an menyatakan bahawa Bani Isra’il terlaknat, itu adalah Bani Isra’il yang murtad dan menjadi boneka Kaisar Rom sahaja.

Bukan Bani Isra’il para nabi. Bukan Bani Isra’il yang suka berjuang keras mencari pahala daripada Allah.

4|163|إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِن بَعْدِهِ ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ ۚ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

4|164| وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِن قَبْلُ وَرُسُلًا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۚ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا

4|163| Sungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu (wahai Muhammad), sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nabi Nuh, dan Nabi-nabi yang diutus kemudian daripadanya; dan Kami juga telah memberikan wahyu kepada Nabi Ibrahim, dan Nabi Ismail, dan Nabi Ishak, dan Nabi Yaakub, serta Nabi-nabi keturunannya, dan Nabi Isa, dan Nabi Ayub, dan Nabi Yunus, dan Nabi Harun, dan Nabi Sulaiman; dan juga Kami telah memberikan kepada Nabi Daud: Kitab Zabur.

4|164| Dan (Kami telah mengutuskan) beberapa orang Rasul yang telah Kami ceritakan kepadamu dahulu sebelum ini, dan Rasul-rasul yang tidak Kami ceritakan hal mereka kepadamu. Dan Allah telah berkata-kata kepada Nabi Musa dengan kata-kata (secara langsung, tidak ada perantaraan).

6|82| الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

6|83| وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا إِبْرَاهِيمَ عَلَىٰ قَوْمِهِ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَّن نَّشَاءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

6|84| وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۚ كُلًّا هَدَيْنَا ۚ وَنُوحًا هَدَيْنَا مِن قَبْلُ ۖ وَمِن ذُرِّيَّتِهِ دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَىٰ وَهَارُونَ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

6|85| وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَىٰ وَعِيسَىٰ وَإِلْيَاسَ ۖ كُلٌّ مِّنَ الصَّالِحِينَ

6|86| وَإِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا ۚ وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعَالَمِينَ

6|87| وَمِنْ آبَائِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَإِخْوَانِهِمْ ۖ وَاجْتَبَيْنَاهُمْ وَهَدَيْنَاهُمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

6|88| ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

6|89| أُولَٰئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ۚ فَإِن يَكْفُرْ بِهَا هَٰؤُلَاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَّيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ

6|90| أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ قُل لَّا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَالَمِينَ

6|82| Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan merekalah orang-orang yang mendapat hidayah petunjuk.

6|83| Dan itulah hujah (bukti) Kami, yang Kami berikan kepada Nabi Ibrahim untuk mengalahkan kaumnya. Kami tinggikan pangkat-pangkat kedudukan sesiapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana, lagi Maha Mengetahui.

6|84| Dan Kami telah kurniakan kepada Nabi Ibrahim: (anaknya) Ishak (dari isterinya Sarah), dan (cucunya) Yaakub. Tiap-tiap seorang (dari mereka) Kami telah berikan petunjuk, dan Nabi Nuh juga Kami telah berikan petunjuk dahulu sebelum itu; dan dari keturunan Nabi Ibrahim itu (ialah Nabi-nabi): Daud, dan Sulaiman, dan Ayub, dan Yusuf, dan Musa, dan Harun. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berusaha supaya baik amal perbuatannya.

6|85| Dan (dari keturunannya juga ialah Nabi-nabi): Zakaria, dan Yahya, dan Isa, dan Ilyas; semuanya dari orang-orang yang soleh.

6|86| Dan (dari keturunannya juga ialah Nabi-nabi): Ismail, dan Alyasak dan Yunus, dan Lut; dan mereka itu semuanya, Kami lebihkan darjat mereka atas umat-umat.

6|87| Dan (Kami juga lebihkan darjat) sebahagian daripada datuk nenek mereka, dan keturunan mereka, dan mereka, dan keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka; dan Kami telah pilih mereka, serta Kami tunjukkan mereka ke jalan yang lurus.

6|88| Yang demikian itu ialah petunjuk Allah, yang dengannya Ia memimpin sesiapa yang dihendakiNya dari hamba-hambaNya; dan kalau mereka sekutukan (Allah dengan sesuatu yang lain) nescaya gugurlah dari mereka, apa yang mereka telah lakukan (dari amal-amal yang baik).

6|89| Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepadanya Kitab Suci, dan Hikmah, serta pangkat kenabian. Oleh itu, jika orang-orang itu mengingkarinya (kafir), maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum (lain) yang tidak akan mengingkarinya atau yang tidak kafir.

6|90| Mereka (Nabi-nabi) itulah, orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka turutlah olehmu (wahai Muhammad) akan petunjuk mereka; Katakanlah: “Aku tidak meminta upah kepada kamu mengenai petunjuk itu. Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi penduduk alam seluruhnya.

3|113| لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ

3|113| Ahli-ahli Kitab (Bani Isra’il) itu tidaklah sama. Di antaranya ada golongan yang tetap (berpegang kepada iman kepada Allah) mereka membaca ayat-ayat Allah pada waktu malam, semasa mereka sujud (mengerjakan sembahyang).

Isra’il tidak buruk. Isra’il yang buruk, ya itulah yang buruk.

Muslim tuduh semua Isra’il buruk sungguh merbahaya kerana Nabi Sulaiman dan Nabi Isa adalah Isra’il. Kafir kepada salah satu nabi bererti kafir kepada semua nabi yang diutus Allah.

Al Qur’an menyatakan tidak semua ahli kitab itu sama. Tidak semuanya sama-sama buruk.

Kitab-Kitab Allah. Itulah hikmah dan sunnah para nabi.

Jangan kafir pada mereka. Janganlah mungkar.

Mungkari Dajjal sahaja.

Itulah Nabi Isa.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini