Mencontoh Habil dan Idris atau Mencontoh Qabil

Trend tingkah laku manusia

Diceritakan, Adam mempunyai dua putera. Yang sulung bernama Qabil. Yang bungsu bernama Habil. Pekerjaan Qabil bertani. Sedangkan Habil menggembalakan kambing.

Diceritakan, pada suatu hari, kedua insan bersaudara tersebut masing-masing memberi qurban kepada Tuhan Allah. Qurban yang diberikan Qabil berupa hasil pertaniannya. Habil memberi qurban berupa anak kambing sulung.

Diceritakan yang diterima Tuhan Allah adalah qurban yang diberi Habil, karena, menurut Tuhan Allah, Habil lah yang sungguh-sungguh membutuhkan Tuhan Allah lahir-bathin. Habil membutuhkan Tuhan Allah bak orang sakit membutuhkan obat.

Habil membutuhkan Tuhan Allah bak orang yang jatuh bangkrupt yang menyadari tidak bisa membayar hutang sungguh membutuhkan uang untuk melunasi hutangnya.

Habil membutuhkan Tuhan Allah bak orang yang sangat haus sekali membutuhkan air. Ya seperti itulah, butuhnya Habil kepada Tuhan Allah. Jadi jelas, Habil sungguh-sungguh pasrah dan taat pada Firman Tuhan Allah.

Tapi, oleh Tuhan Allah, Qabil dianggap tidak butuh Tuhan Allah. Oleh Tuhan Allah, Qabil dianggap tidak pasrah kepada Tuhan Allah. Tuhan Allah sungguh merasa tidak dibutuhkan Qabil. Oleh Tuhan Allah, tunduknya Qabil kepada Tuhan Allah dianggap tidak sungguhan. Keta’atan Qabil pada Firman Tuhan Allah tidak sungguhan. Oleh Tuhan Allah, tunduknya Qabil kepada Tuhan Allah dan keta’aatan Qabil pada Tuhan Allah dianggap tidak sungguhan dan terkesan dibuat-buat. Tuhan Allah mengetahui isi hati orang.

Tuhan Allah melihat bukan hanya paras dan penampilan orang. Oleh karena itulah, Tuhan Allah tidak boleh ditipu dibohongi. Karena kurban yang diberikan Qabil tidak diterima oleh Tuhan Allah, Qabil menjadi sedih dan marah. Lalu Tuhan Allah berfirman:

“Mengapa kamu berubah menjadi marah? Kalau kamu sungguhan berniyat mendekat kepada Ku, tentunya kamu ikhlas. Mengapa kamu berubah menjadi marah? Kalau kamu sungguhan berniyat baik, masak, oleh Aku, tidak diterima? Kalau kamu memang sungguhan berserah diri kepada Ku dan keta’atanmu kepada Ku memang sungguhan, masak, oleh Aku, ditolak?

“Tapi kalau tingkah laku mu jelek, hatimu didekati hal-hal yang sangat kurang ajar dan tambung, yaitu, keinginan menuruti nafsu diri-sendiri dan sama sekali tidak memperhatikan apa yang Kukehendaki. Dengan begitu, kamu tidak sungguh-sungguh pada yang Kukehendaki.

“Akibatnya, hal-hal yang memalukan dan tidak terpuji mengotori dan mencemari hidupmu, tapi kamu harus mengalahkan godaan-godaan yang mengajak kamu untuk melakukan hal-hal memalukan dan kamu harus berusaha jangan sampai melakukan perbuatan-perbuatan yang memalukan dan jangan sampai melakukan perbuatan-perbuatan yang menyusahkan!

“Untuk itu, berserahlah kepadaKu! Taatlah kepadaKu! Jangan melakukan yang tidak pantas! Jangan sampai kurang ajar! Jangan sampai menyebabkan yang tidak enak! Jangan sampai menyusahkan ! Jangan sampai memalukan!”

Tidak lama setelah itu, Qabil terus berkata kepada Habil: “Dik, mari kita ke tegal.”

Setelah sampai di tegal, Habil langsung dipukul oleh Qabil sampai mati!

Qabil sungguh kurang ajar pada Habil. Qabil terbukti tidak taat pada Firman Allah. Qabil terbukti tidak pasrah pada Tuhan Allah. Firman Allah tidak dituruti dan tidak diindahkan dan tidak dianggap sama sekali. Sesungguhnya Qabil kurang ajar pada Tuhan Allah karena yang menciptakan Habil adalah Tuhan Allah. Kok teganya adiknya sendiri dibunuh, mengapa? Qabil telah merusak milik Tuhan Allah.

Tuhan Allah terus berfirman kepada Qabil, “Di mana Habil, adikmu?”

Dijawab oleh Qabil, “Aku tak tahu! Apa kau pikir aku ini penjaga budak?

Allah berfirman,

“Kamu telah melakukan apa, nak, kok sampai darahnya adikmu meminta tolong kepadaKu dari dalam tanah, seperti suara yang berteriak minta tolong kepadaKu? Oleh sebab itulah, oleh Aku, kamu dinyatakan sebagai kafir laknat, keparat, terlaknat dan terkutuk, sebab bumi telah menyimpan darahnya adikmu yang telah kau tumpahkan ke tanah. Oleh karena itulah, kalau kamu menggarap tanah, kamu tidak akan mendapatkan hasil apa-apa dari tanah. Di manapun kau tinggal di bumi ini, kau tidak akan kerasan, tidak akan betah, kamu akan selalu merasa terhimpit walau tinggal di daerah yang luas sekalipun!”

Kemudian Qabil berseru kepada Tuhan Allah,

“Hukuman dari Mu tersebut sungguh terlalu berat. Aku tidak mampu menanggungnya. Aku terusir dari tanah ini ke alam yang jauh dari Engkau. Tinggal di manapun, aku tidak akan betah. Siapapun yang berjumpa dengan aku, pasti dia akan membunuh aku.”

Tapi, Tuhan Allah berfirman, “Tidak seperti itu!”

Oleh Tuhan Allah, Qabil kemudian diberi tanda agar siapa saja yang berjumpa dengan Qabil memahami tanda peringatan tersebut, dengan demikian Qabil tidak sampai dibunuh oleh orang. Qabil kemudian mundur dari hadirat Allah. Qabil kemudian berdiam di Tanah Nuud di timurnya Taman Jannatul Firdaus. Disebutkan, keturunan-keturunannya Qabil sama saja angkuhnya dengan Qabil nenek moyang mereka yang kafir laknat, tidak takut dan tidak hormat sama sekali pada Tuhan Allah, alias kebanyakan tingkah yang memuakkan dan kurang ajar dan tingkah yang menyebabkan tidak enak dan memalukan! Pasrahnya kepada Tuhan Allah tidak sungguhan. Tidak taat kepada Tuhan Allah Yang Maha Kuasa.

Banyak yang bodoh tapi merasa benar sendiri!

Setelah Habil mati, Adam dan Hawa mempunyai putera lagi namanya Syits, yang artinya “pengganti yang telah tiada.”

Disebutkan, keturunannya Syits ada yang bernama Idris.

Disebutkan, Idris membutuhkan Tuhan Allah bak orang sakit membutuhkan obat. Idris membutuhkan Tuhan Allah bak orang bangkrupt yang menyadari tidak bisa membayar hutang sungguh membutuhkan uang untuk melunaskan hutangnya. Idris membutuhkan Tuhan Allah bak orang yang sangat haus sekali membutuhkan air. Ya seperti itulah, butuhnya Idris kepada Tuhan Allah.

Memang Idris sungguh-sungguh pasrah dan taat pada Firman Tuhan Allah. Pasrahnya Idris pada Tuhan Allah sungguhan tidak dibuat-buat. Taatnya Idris kepada Firman Allah sungguhan, tidak dibuat-buat. Idris sungguh-sungguh menerima dan menyadari posisinya lahir-bathin atau menerima maqamnya lahir-bathin di hadapan Tuhan Allah. Lahir dan bathin Idris memang sungguhan bersujud berserah diri kepada Tuhan Allah.

Karena begitu sungguhan butuhnya Idris pada Tuhan Allah, pasrah dan butuhnya Idris pada Tuhan Allah jauh dari sekedar pura-pura dan dibuat-buat. Karena begitu sungguhan butuhnya Idris pada Tuhan Allah, oleh Tuhan Allah, Idris diangkat ke langit secara hidup-hidup.

Taman Sari Kitab-Kitab Allah, dipetik dari Terjemah Kitab Allah At-Taurat, Surah At-Takwin (Kejadian) bab 4.

Terjemah Kitab Allah Injil Syarif Hawariyyun Yahuda (Yuda) 1:14, Risalah ila ahli Ibraniyain (Ibrani) 11:4-5, Suhuf Amsal Sulaiman 3:3.

Allah سبحانه وتعالى mengisyaratkan makna ini dalam firman-Nya yang termaktub di QS Maryam [19]:56-57 …

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَّبِيًّا

وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا

Dan bacakanlah di dalam Kitab perihal Idris; sesungguhnya adalah ia amat benar (tutur katanya dan imannya), serta ia seorang Nabi.

Dan Kami telah mengangkatnya ke tempat yang tinggi darjatnya.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini