Nabi Isa Alaihissalam Sang Khalifatullah Fiil Ardhi dengan Izin Allah (Bhg.1/3)

Termaktub di dalam Kitab Allah Taurat Surah At-Tasyniyati (Ulangan) 6:4 ..

اسْمَعْ يَا شَعْبِي, الْمَوْلَى إِلَهُنَا هُوَ اللهُ الأَحَدُ

Ingatlah, wahai umat Allah! Allah dan TUHAN satu-satunya ialah Allah.

Termaktub di dalam Kitab Allah Zabur 77:14

اللَّهُمَّ طُرُقُكَ مُقَدَّسَةٌ. مَنْ هُوَ إِلَهُ عَظِيمٌ مِثْلُ اللهِ؟

Ya Allah, segala yang Engkau lakukan itu suci. Siapakah sebesar Allah?

Termaktub di dalam Kitab Allah Injil 1 Korintus 8:4

 إِذَنْ بِشَأْنِ الأَكْلِ مِنَ اللَّحْمِ الَّذِي يُقَدَّمُ لِلأَصْنَامِ: نَحْنُ نَعْلَمُ أَنْ الصَّنَمَ لَيْسَ إِلَهًا لَهُ وُجُودٌ فِي الْعَالَمِ.

 لا إِلَهَ إِلا اللهُ.

Sekarang tentang persoalan makan makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala: Kita tahu bahawa berhala menggambarkan sesuatu yang tidak wujud. Kita juga tahu bahawa Allah hanya satu; tidak ada yang lain.

Termaktub di dalam Kitab Allah QS Al Muhammad [47]:19

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ

Maka tetapkanlah pengetahuanmu dan keyakinanmu (wahai Muhammad) bahawa sesungguhnya tiada ilah yang berhak disembah melainkan Allah.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ

LAA ILAAHA ILLALLAAH.

TIADA ILAH SELAIN ALLAH.

Itulah yang diserukan rasul-rasul utusan Allah سبحانه وتعالى dari masa ke masa. Ada 25 Nabi utusan Allah. Semua menegakkan tauhid agar umat manusia menjalani hidup dengan tauhid hati beriman kepada Allah سبحانه وتعالى.

Dalam Surah Al Ahzab [33]:40, Nabi Muhammad  صلى الله عليه وسلم  disebut sebagai khaataman nabiyyin, rasul yang terakhir atau materai para nabi, yang menurut Surah Ali ‘Imran [3] ayat 84, Surah An Nisa’ [4] ayat 163, Surah Al Baqarah [2] ayat 136, Surah Asy Syu’ara [26] ayat 13, Surah Al Baqarah [2] ayat 285, menyatakan bahawa rasul-rasul sebelum beliau itu sah dan wajib diakui sungguh-sungguh dan bukan main-main dan bukan sesuatu untuk diperolok-olok dan diadu dan dibanding-bandingkan dan dibeza-bezakan dengan tujuan untuk diperlekehkan.

Bahkan termaktub di QS Al Baqarah [2]:101, Al Mā’idah [5]:46, 48 bahawa apa yang ada pada mereka yakni Taurat, Zabur dan Injil adalah adalah sah dan benar serta huda petunjuk dan nuur cahaya dan pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.

Kitab Suci Al-Qur’an di dalam Surah Ya Sin [36] ayat 1-6 menyebutkan …

يس

(1) وَالْقُرْآَنِ الْحَكِيمِ

(2) إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

(3) عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

(4) تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

(5) لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آَبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ

(6) لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَى أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ

Yaa, Siin.

Demi Al-Quran yang mengandungi hikmat-hikmat dan kebenaran yang tetap kukuh,

Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad adalah seorang Rasul) dari Rasul-rasul yang telah diutus,

Yang tetap di atas jalan yang lurus (ugama Islam).

Al-Quran itu, diturunkan oleh Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani,

Supaya engkau memberi peringatan dan amaran kepada kaum yang datuk neneknya telah lama tidak diberikan peringatan dan amaran; sebab itulah mereka lalai.

Keadaan lalai ini adalah keadaan tidak beres yang sangat teruk karena lalai atau kurang peduli terhadap perintah dan larangan Allah  سبحانه وتعالى  Yang Maha Besar. Kalau lalai atau tidak peduli terhadap seekor kambing, itu masih boleh dimaklumi. Kebiasaan lalai atau melalaikan ini bermula dari malaikat ciptaan Allah yang lalai akan maqamnya lalu ingin menjadi Allah  سبحانه وتعالى.  Allah Yang Maha Mengetahui tentu sahaja mengetahui kemungkaran malaikat tersebut. Oleh Allah  سبحانه وتعالى  malaikat tersebut diusir ke bumi yang ketika itu gelap gulita. Oleh Allah  سبحانه وتعالى  malaikat yang lalai tersebut disebut Almasih Dajjal, yang artinya amanah yang tidak dijalankan secara lurus dan jujur namun dijalankan dengan penuh kebohongan dan nafsu. Sesudah itu sudah menjadi kehendak Allah  سبحانه وتعالى.

Allah  سبحانه وتعالى  menciptakan manusia laki-laki dari tanah dan manusia perempuan dari tulang rusuknya laki-laki. Manusia laki-laki tersebut bernama Adam, dan manusia perempuan tersebut bernama Siti Hawwa’. Kedua manusia tersebut, oleh Allah, diberi kepercayaan yang penuh untuk menjadi Khalifatullah di Taman Firdaus yakni menjadi pengurus Taman Firdaus atau Wali Allah di Taman Firdaus yang letaknya di bumi ini.

Oleh Allah  سبحانه وتعالى  Yang Maha Mengurus, Siti Hawwa’ dan suaminya diberi amanah untuk mengurus seluruh ciptaan Allah  سبحانه وتعالى  di Taman Firdaus, kecuali buah khuldi yang merupakan buah larang dari sebatang pokok larangan yang tidak boleh diurusi oleh Siti Hawwa’ dan suaminya tersebut.

Allah melarang Siti Hawwa’ dan suaminya untuk mengurus Buah Qoldi atau yang disebut Buah Terlarang. Namun oleh karena kena pengaruh fitnah Almasih Dajjal yang keji, Siti Hawwa’ akhirnya memetik Buah Qoldi Buah Terlarang tersebut dan memakannya dan suaminya juga kena pengaruh manusia perempuan tersebut.

Allah Yang Maha Tahu mengetahui keadaan lalainya manusia tersebut. Karena manusia dalam keadaan hubuth atau jatuh, penuh nafsu dan kalut, malu, takut dan serba salah, penuh tipu muslihat akibat terkena pengaruh fitnah Almasih Dajjal, Allah سبحانه وتعالى mengusir manusia tersebut keluar dari Taman Firdaus yang sangat indah tersebut.

Namun, karena Allah سبحانه وتعالى pada haqiqinya bersifat maha pengasih lagi maha penyayang, sudah menjadi kehendak Allah سبحانه وتعالى seorang perempuan perawan yang bernama Siti Maryam عليه السلام tanpa proses yang lazim melahirkan bayi yang oleh Kitab Suci Al-Qur’an di Surah Maryam ayat 19 disebut bayi yang suci yang tidak pernah jatuh kena pengaruh Almasih Dajjal.

Dalam Hadis Shahih Bukhari disebutkan:

Kullu bani Adama yuth’inusy syaithanu fi ainaihi bishbu’ihi hina yuladu ila ‘Isa bnu Maryam.

Semua anak Adam kedua matanya ketika lahir pasti ditusuk Syaitan dengan ujung jarinya, kecuali ‘Isa bin Maryam.

Boleh dikatakan ‘Isa bin Maryam  عليه السلام  adalah adalah satu-satunya manusia yang luar biasa sekali dan sangat tidak lazim. Surat Lahir beliau, Rèsumè beliau, Batu Nisan Liang Lahad beliau sangat tidak lazim dan sangat luar biasa sekali. Bukan hanya proses kelahirannya saja yang luar biasa sekali, namun prestasi dan maklumat tentang diri dan pengalaman kerjaya beliau dan akhir hayat beliau juga bersifat sangat luar biasa sekali, dengan izin Allah. Dalam semua aspek tersebut, ‘Isa bin Maryam  عليه السلام  sungguh luar biasa sekali, dengan izin Allah.

Kitab Al-Qur’an Surah Maryam [19] ayat 21 menyatakan bahwa ‘Isa bin Maryam, oleh Allah SWT, dijadikan …

  • آَيَةً لِلنَّاسِ ayatan lin naas tanda kebesaran Allah bagi manusia, dan,
  • وَرَحْمَةً rahmatan dari Allah bagi manusia

Dan hal itu adalah perkara yang sudah diputuskan oleh Allah  سبحانه وتعالى. Beliau tidak pernah menikah dengan perempuan dan tidak punya keturunan. Tidak punya apa-apa. Hanya iman tauhid warisan para nabi dan rasul-rasul Allah sajalah yang beliau utamakan.

لا إِلَهَ إِلا اللهُ.

LAA ILAAHA ILLALLAAH.

TIADA ILAH SELAIN ALLAH.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini