Nabi Isa Alaihissalam Sang Khalifatullah Fiil Ardhi dengan Izin Allah (Bhg.2/3)

Fenomena batu nisan liang lahad ‘Isa bin Maryam luar biasa karena makam beliau sudah kosong karena setelah diqurbankan oleh Allah  سبحانه وتعالى  dengan cara dibunuh oleh Allah  سبحانه وتعالى  beliau, oleh Allah  سبحانه وتعالى  dihidupkan lagi dan diangkat hidup-hidup ke haribaan Allah  سبحانه وتعالى .

Jadi sesungguhnya bukan orang-orang Yahudi yang membunuh Sayidina Nabi ‘Isa  عليه السلام. Mengenai Nabi ‘Isa  عليه السلام,  sesungguhnya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang lah yang membunuh Nabi ‘Isa  عليه السلام  karena, oleh Allah SWT, ‘Isa  عليه السلام  dinilai pantas dan sempurna untuk dijadikan qurban untuk membayar denda atau tebusan untuk menyelamatkan manusia yang penuh dengan lalai dan hubuth (jatuh), malu, kalut, serba salah dan takut ini.

Putra Nabi Ibrahim  عليه السلام  tidak jadi dibunuh oleh Nabi Ibrahim  عليه السلام  sendiri, tidak jadi diqurbankan karena sudah disediakan pengganti oleh Allah  سبحانه وتعالى. Oleh Allah  سبحانه وتعالى , putra Maryam   عليه السلام jadi dibunuh dan jadi diqurbankan agar manusia yang lalai dan hubuth, yang jatuh, malu, kalut, serta serba salah dan takut ini boleh dibayar lunas segala denda kaffaaroh dan tebusannya.

Disebutkan di dalam Kitab Al-Qur’an Surah Maryam [19] ayat 30-34 …

‘Isa عليه السلام berkata, “Sesungguhnya aku ini hamba Allah; Ia telah memberikan kepadaku Kitab (Injil), dan Ia telah menjadikan daku seorang Nabi. Dan Ia menjadikan daku seorang yang berkat di mana sahaja aku berada, dan diperintahkan daku mengerjakan sembahyang dan memberi zakat selagi aku hidup, serta (diperintahkan daku) taat dan berbuat baik kepada ibuku, dan Ia tidak menjadikan daku seorang yang sombong takbur atau derhaka. Dan segala keselamatan serta kesejahteraan dilimpahkan kepadaku pada hari aku diperanakkan dan pada hari aku mati, serta pada hari aku dibangkitkan hidup semula.”

Disebutkan di dalam Kitab Al-Qur’an Surah Ali ‘Imran [3] ayat 55

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

idz qoolallohu yaa ‘iisa inii mutawaffika waroofi’uka ilayya wa muthohhiruka minalladziina kafaruu wajaa’ilulladzinattaba’uuka fauqolladzina kafaruu ilaa yaumilqiyaamat. tsumma ilayya marji’ukum fa ahkumu bainakum fiimaa kuntum fiihi takhtalifuun

(Ingatlah) ketika Allah berfirman: “Wahai Isa! Sesungguhnya Aku akan menyebabkan kamu wafat, dan akan mengangkatmu ke sisiKu, dan akan membersihkanmu daripada orang-orang kafir, dan juga akan menjadikan orang-orang yang mengikutmu mengatasi orang-orang kafir (yang tidak beriman kepadamu), hingga ke hari kiamat. Kemudian kepada Akulah tempat kembalinya kamu, lalu Aku menghukum (memberi keputusan) tentang apa yang kamu perselisihkan.”

Telah mutawatir hadits daripada Nabi Muhammad  صلى الله عليه وسلم  bahawa beliau mengabarkan bahwa Nabi ‘Isa عليه السلام akan turun di akhir zaman. Daripada Abu Hurairah  رضى لله عنه  ia berkata, “Rasulullah  صلى الله عليه وسلم  telah bersabda, “Tidak akan ada yang mampu mengalahkan almasih Dajjal kecuali Almasih ‘Isa putra Maryam  عليه السلام  (HR Abu Dawud Ath-Thayalisi dalam Musnad nya).

Ketika Dajjal melihat Sayidina Nabi ‘Isa Almasih  عليه السلام  tubuhnya Dajjal langsung meleleh. Lalu Sayidina Nabi ‘Isa Almasih  عليه السلام  menghampirinya dan membunuhnya. Dan pohon-pohon dan batu-batu pun memanggil memberitahukan Nabi ‘Isa  عليه السلام  keberadaan pengikut-pengikut Dajjal yang bersembunyi di pohon-pohon dan batu-batu tersebut. Tanpa perkecualian, semua pengikut Dajjal dibunuh oleh Nabi ‘Isa Almasih  عليه السلام .

Dalam bukunya yang berjudul Alaamaat Al-Qiyaamah Al-Kubraa (Terjemahan Indonesia: Kemunculan Nabi ‘Isa, Imam Mahdi dan Dajjal), ulama terkemuka Timur Tengah Syeikh Mutawalli Sya’rawi menyebutkan:

Almasih Dajjal yang posisinya sebagai tokoh sesat akan berhadapan dengan Almasih ‘Isa عليه السلام sebagai tokoh ksatria atau pahlawan yang menyelamatkan umat dari fitnah Dajjal. Biasanya orang-orang Arab cukup menyebutkan salah satu dari dua hal yang berlawanan untuk menyebutkan semuanya.

Dalam beberapa riwayat dari hadits Shahih disebutkan bahwa Rasulullah  صلى الله عليه وسلم  sering meminta perlindungan kepada Allah  سبحانه وتعالى  dari fitnah almasih Dajjal dalam setiap sholat beliau. Beliau juga memerintahkan kepada umatnya untuk melakukan hal yang sama. Beliau mengatakan,

“Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabi jahannama wa min ‘adzaabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min syarri fitnati almasiihiddajjaal.” (HR Al-Bukhori no 832, dan Muslim 589/129.)

(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa Neraka Jahannam, dan dari fitnah kubur, dan dari fitnah di waktu hidup dan dari fitnah setelah kematian serta daripada almasih Dajjal.)

Dalam Syarh Shahiih Muslim, Al-Qadhi Iyadh berkata,

“Turunnya ‘Isa  عليه السلام  dan kejayaan beliau membunuh Dajjal adalah sudah haq dan benar menurut Ahlu Sunnah karena hal tersebut bersumber dari banyak hadits yang shahih. Tidak ada dasar bagi akal dan syariat untuk mengingkarinya, sehingga wajib hukumnya untuk menetapkan kebenarannya.”

Kalau Rasulullah  صلى الله عليه وسلم  sahaja berada di fihak Almasih ‘Isa, kita umat Muslim berfihak ke yang mana almasih Dajjal atau Almasih ‘Isa?

Sudah seharusnya kita umat Muslim mengikuti Almasih ‘Isa dan 100 peratus murni dan ikhlas berada di fihak Almasih ‘Isa.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini