Nashara – Orang-Orang yang diBeri ‘Ilmu

QS Ali ‘Imran [3]:7 …

“… Dan orang-orang yang tetap teguh serta mendalam pengetahuannya dalam ilmu-ilmu ugama, berkata: ”Kami beriman kepadanya, semuanya itu datangnya dari sisi Tuhan kami” Dan tiadalah yang mengambil pelajaran dan peringatan melainkan orang-orang yang berfikiran.

QS Ali ‘Imran [3]:18

“Orang-orang yang berilmu yang sentiasa mentadbirkan (seluruh alam) dengan keadilan.

QS Al-Isra’ [17]:107 …

“…sesungguhnya orang-orang yang diberi ilmu sebelum itu apabila dibacakan Al-Quran kepada mereka, mereka segera tunduk sujud (dalam keadaan hiba dan khusyuk.”

QS Al Ḥajj [22]:54 …

Dan juga supaya orang-orang yang beroleh ilmu mengetahui bahawa ayat-ayat keterangan itu benar dari Tuhanmu, lalu mereka beriman kepadanya, sehingga tunduk taatlah hati mereka mematuhinya.

QS Saba’ [34]:6 …

Dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan, mengetahui (dengan yakin, bahawa keterangan-keterangan) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar serta yang memimpin ke jalan Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Terpuji.

Insan-insan yang beralam pikiran nashara adalah …

  • insan-insan berilmu yang memiliki “ayat-ayat keterangan yang jelas nyata, yang terpelihara di dalam dada mereka” QS Al Ankabut [29]:49
  • “ … mereka bergembira dengan pengetahuan yang ada pada mereka” QS Ghafir [40]:83
  • “… Allah meninggikan darjat orang-orang yang beriman di antara kamu, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan ugama beberapa darjat” QS Al Mujadilah [58]:11

Pola pikir para penganut keyakinan Nashara berbeza dengan Yahudi dan Kristian pada umumnya. Orang-orang Yahudi tidak mau mengakui bahawa Isa itu utusan Allah dan tidak mahu mengakui Isa itu nabi. Orang-orang Yahudi berdalih dengan mengatakan, “Isa itu bukan rasulullah! Isa itu penipu dan tukang sihir!” Menurut orang-orang Yahudi, Isa itu penipu dan tukang sihir.

Tidak seperti orang-orang Yahudi tersebut, para penganut keyakinan Nashara justru takdzim dan tawadu’ kepada Isa dan mengakui Isa adalah utusan Allah, rasulullah dan nabi Allah!

Tidak seperti insan-insan Kristian di Kota Najran (sebelum bernama Madinah, kota itu bernama Najran) yang sangat kental dengan pola pikir dan budaya yang berbomoh-bomoh yang mempercayai alam gaib yang halus, insan-insan Nashara berkiblat ke Tanah Suci Al Qudsi atau Al Aqsa atau Yerusalem yang sangat menjunjung tinggi iman tauhid.

Kerana berbudaya yang berbomoh-bomoh, insan-insan Kristian di Kota Najran melihat ada unsur Allah dalam diri Sayidina Isa. Kerana berbudaya tauhid Al Quds yang lebih mempercayai bahawa Allah itu Tuhan yang Zahir dan Nyata, insan-insan Nashara tidak memiliki pola pikir yang halus-halus dan ghaib-ghaib. Oleh kerana pola pikir itulah, insan-insan Nashara melihat Allah itu Allah dan Isa itu Isa.

Menurut Al-Qur’an, insan-insan yang berpola pikir nashara pantas untuk disebut sebagai …

“umat yang adil, yang tidak berat sebelah” (QS Al Baqarah [2]:143),

dan …

umat yang pertengahan yang dirahmati Allah” (QS Al Ma’idah [5]:66).

Mereka mengaku mengimani dan mengamalkan semua Kitab-Kitab Allah (QS Ali ‘Imran [3]:199), termasuk Taurat, Zabur dan Injil.

Mereka haqul yaqin baik kepada Musa dan juga Isa Al-Masih.

Mereka adalah sekelompok Ahli Kitab yang menjunjung tinggi wahyu yang diturunkan (QS Ali ‘Imran [3]:72) dan mereka “membaca keterangan-keterangan dan tanda-tanda dari Allah” (QS Ali ‘Imran [3]:113, 183).

Mereka dengan bersemangat menyembah Tuhan yang Esa.

Dan di antara Ahli Kitab, ada orang yang kalau engkau amanahkan dia menyimpan sejumlah besar harta sekalipun, ia akan mengembalikannya (dengan sempurna) kepadamu, dan ada pula di antara mereka yang kalau engkau amanahkan menyimpan sedinar pun, ia tidak akan mengembalikannya kepadamu

QS Ali ‘Imran [3]:75.

Muhammad biasa bertanya pada insan-insan yang beralam pikir nashara yang terkenal memiliki ‘ilmu khusus atas kitab untuk bersaksi atas kebenaran dakwah dan kitab sucinya. Mereka, bersama Tuhan Allah dan para malaikat, merupakan saksi-saksi tauhid.

Mereka adalah orang-orang berakal dan berilmu yang menerima tatanan dan tanda-tanda adanya penciptaan langit dan bumi (QS Ali ‘Imran [3]:190).

Orang-orang yang beralam pikir nashara yang beriman menjadi saksi Al-Qur’an karena isinya sesuai dengan kitab mereka dan mengesahkan kitab Allah sebelumnya.

Seorang saksi di antara bani Isra’il menyatakan kesesuaian Al-Qur’an dengan apa yang mereka yakini.

QS Saba’ [34]:6; Al Aḥqaf [46]:9.

Muhammad puas dengan ketaatan orang-orang yang beralam pikir nashara

Katakanlah, “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dengan kamu, dan juga disaksikan oleh orang-orang yang ada ilmu pengetahuan mengenai Kitab Allah.

QS Ar Ra’d [13]:43.

Saat Muhammad berhadapan dengan keraguan mengenai apa yang telah diterimanya, Muhammad bertanya kepada orang-orang yang beralam pikir nashara untuk memastikan bahawa yang dipesankan kepada beliau sungguh benar.

Oleh sebab itu, sekiranya engkau (wahai Muhammad) merasa ragu-ragu tentang apa yang Kami turukan kepadamu, maka bertanyalah kepada orang-orang yang membaca kitab-kitab yang diturunkan dahulu daripadamu.

QS Yunus [10]:94.

Bahkan pada waktu pengikut-pengikut Muhammad meragukan dakwahnya, ia memerintahkan mereka,

“… Oleh itu bertanyalah kamu kepada orang-orang yang berdzikir atau orang-orang yang mengingatkan kamu jika kamu tidak mengetahui.

QS An Naḥl [16]:43.

Orang-orang yang mengingatkan tentu akan mengingatkan Kitab-Kitab Allah sebelum Qur’an. Pada waktu Muhammad menemui kesusahan untuk menyatakan hujahnya atau dasarnya, Muhammad mencari bukti keadilan yang boleh dipercaya:

Dan hendaklah Ahli Kitab Injil menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah di dalamnya; dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

QS Al Ma’idah [5]:47.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini