Orang-Orang Muslim yang diBeri Hidayah oleh Allah SWT (Bhg.10/11)

Tafsir: Surah Ali ‘Imran [3] ayat 55

3|55|إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَىٰ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۖ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

3|55| (Ingatlah) ketika Allah berfirman: “Wahai Isa! Sesungguhnya Aku akan mengambilmu dengan sempurna, dan akan mengangkatmu ke sisiKu, dan akan membersihkanmu dari orang-orang kafir, dan juga akan menjadikan orang-orang yang mengikutmu mengatasi orang-orang kafir (yang tidak beriman kepadamu), hingga ke hari kiamat. Kemudian kepada Akulah tempat kembalinya kamu, lalu Aku menghukum (memberi keputusan) tentang apa yang kamu perselisihkan.”

Untuk memahami QS Ali ‘Imran [3]:55, kita perlu mengetahui secara kronologis berturutan mengikut masa kejadian. Kronologis peristiwa kejadian Putera Maryam boleh kita temui di QS Maryam [19] ayat 20-34.

Inilah kronologis Putera Maryam yang termaktub di QS Surah Maryam.

* Isa Tanda Kekuasaan Allah dan Rahmat dari Allah untuk umat manusia.

19|20| قَالَتْ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا

19|21| قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ ۖ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِّلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِّنَّا ۚ وَكَانَ أَمْرًا مَّقْضِيًّا

19|20| Maryam bertanya (dengan cemas): “Bagaimanakah aku akan beroleh seorang anak lelaki, padahal aku tidak pernah disentuh oleh seorang lelaki pun, dan aku pula bukan perempuan jahat?”

19|21| Ia menjawab: “Demikianlah keadaannya tak usahlah dihairankan; Tuhanmu berfirman: Hal itu mudah bagiKu; dan Kami hendak menjadikan pemberian anak itu sebagai satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Kami) untuk umat manusia dan sebagai satu rahmat dari Kami; dan hal itu adalah satu perkara yang telah ditetapkan berlakunya.”

* Seorang dara yang alim bernama Maryam hamil tanpa suami.

Dara tersebut oleh kaumnya dituduh telah berzina yang menurut hudud pelakunya harus direjam sampai mati. Tapi Maryam menyuruh orang-orang menuduhnya zinah untuk bertanya langsung kepada bayinya yang masih baru dilahirkannya.

* Ketika lahir, Isa yang ketika itu masih bayi yang baru lahir langsung berbicara membela ibunya.

19|27| فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ ۖ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا

19|28| يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا

19|29| فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ ۖ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَن كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا

19|30| قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا

19|31| وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

19|32| وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا

19|33| وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

19|34| ذَٰلِكَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيهِ يَمْتَرُونَ

19|27| Kemudian baliklah ia kepada kaumnya dengan mendokong anaknya mereka pun menempelaknya dengan berkata: Wahai Maryam! Sesungguhnya engkau telah melakukan suatu perkara yang besar salahnya!

19|28| ” Wahai saudara perempuan Harun, bapamu bukanlah seorang yang buruk akhlaknya, dan ibumu pula bukanlah seorang perempuan jahat!”

19|29| Maka Maryam segera menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata (dengan hairannya): “Bagaimana kami boleh berkata-kata dengan seorang yang masih kanak-kanak dalam buaian?”

19|30| Ia menjawab: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah; Ia telah memberikan kepadaku Kitab (Injil), dan Ia telah menjadikan daku seorang Nabi.

19|31| “Dan Ia menjadikan daku seorang yang berkat di mana sahaja aku berada, dan diperintahkan daku mengerjakan sembahyang dan memberi zakat selagi aku hidup.

19|32| “Serta (diperintahkan daku) taat dan berbuat baik kepada ibuku, dan Ia tidak menjadikan daku seorang yang sombong takbur atau derhaka.

19|33| “Dan segala keselamatan serta kesejahteraan dilimpahkan kepadaku pada hari aku diperanakkan dan pada hari aku mati, serta pada hari aku dibangkitkan hidup semula.”

19|34| Yang demikian sifat-sifatnya itulah Isa Ibni Maryam. Keterangan yang tersebut ialah keterangan yang sebenar-benarnya, yang mereka ragu-ragu dan berselisihan padanya.

Jadi memang keadaan Isa selalu membuat orang pelik.

Sejak Isa masih dalam wujud Kalimat Allah, kemudian menjadi alaqah darah beku yang membesar menjadi janin, terus menjadi bakal bayi, dan terus menjadi bayi, dan terus bayi tersebut dilahirkan, dan terus menjadi kanak-kanak, dan terus menjadi orang dewasa, dan terus mati, dan terus dibangkitkan hidup semula, dan terus diangkat balik ke sisi Allah.

Itulah kronologis paristiwa paristiwa mengenai ‘Isa bin Maryam. Tanpa tahu kronologis paristiwa, seseorang dianggap berkhayal sahaja dan tidak menceritakan kebenaran atau fakta.

Jadi mustahil, ‘Isa putera Maryam itu putera Maryam. Jadi ketika ‘Isa yang masih bayi ditanya siapa nama yang menyebabkan seorang dara bernama Maryam itu hamil. Isa putera Maryam menjawab, “Allah Yang Menyebabkan!”

Terus penuduh-penuduh tersebut bertanya, “Siapakan nama bapa kamu?

Bayi Isa itu langsung menjawab, “ALLAH!”

Masya’ Allah!

Mustahil, Nabi ‘Isa dibangkitkan hidup semula namun beliau tidak pernah mati. Qur’an menyebutkan ‘Isa dibangkitkan hidup semula dari kematiannya. Mustahil, orang hidup dibangkitkan hidup semula. Hanya, orang mati yang dibangkitkan hidup semula.

Orang-orang Rom membunuh dan menghukum mati ‘Isa dengan cara hukuman mati bangsa Rom yakni disalib, walaupun orang-orang Yahudi mengklaim telah membunuh dan menghukum mati ‘Isa dengan cara menyalibkan Isa. Memang tampaknya orang-orang Yahudi menghukum mati ‘Isa dengan cara disalib. Tapi tidak masuk akal kerana orang-orang Yahudi tidak pernah menyalib orang, hanya bangsa Rom lah yang selalu menyalib orang.

Bentuk hukuman mati di Malaysia adalah hukum gantung sampai mati. Sedangkan bentuk hukuman mati di Indonesia adalah tembak mati. Jadi kalau ada orang berkata ada orang dihukum mati dengan cara ditembak mati di Kuala Lumpur jelas orang itu bohong dan hanya membuat dakwaan sahaja, kerana hukuman mati di Malaysia adalah hukuman gantung sampai mati.

Sama halnya, orang-orang Yahudi berkata bahawa mereka telah memalang Nabi ‘Isa di kayu palang- salib, jelas orang orang Yahudi tersebut bohong dan hanya membuat dakwaan sahaja, kerana hukuman mati di Isra’il adalah direjam sampai mati.

Disebutkan di QS An Nisa’ [4]:157

4|157|وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ ۚ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

4|157| Dan juga dakwaan kaum Yahudi dengan mengatakan: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih Isa Ibni Maryam, Rasul Allah.” Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak memalangnya (di kayu palang-salib), tetapi tampaknya mereka lah yang melakukan. Dan Sesungguhnya orang-orang yang telah berselisih faham, mengenai Nabi Isa, sebenarnya mereka berada dalam keadaan syak (ragu-ragu) tentang menentukan. Tiada sesuatu pengetahuan pun bagi mereka mengenainya selain daripada mengikut sangkaan semata-mata; dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin.

Dan lagi, akan semakin menjadi jelas jika menafsirkan QS An Nisaa’ [4]:157 dengan membandingkannya dengan QS Al-Baqarah [2]:154 yang menyebutkan bahawa, bagi orang-orang yang beriman kepada Allah, siapapun yang mati syahid tidak pernah dikatakan mati, tetapi selalu dikatakan masih hidup.

QS Al Baqarah [2]:154

2|154| وَلَا تَقُولُوا لِمَن يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَٰكِن لَّا تَشْعُرُونَ

2|154| Dan janganlah kamu mengatakan (bahawa) sesiapa yang terbunuh di jalan Allah itu: orang-orang mati; bahkan mereka itu orang-orang yang hidup, tetapi kamu tidak dapat menyedarinya.

Sekarang ini di manakah Nabi ’Isa?

Disebutkan di Surah Ali Imran ayat 55 bahwa Nabi ’Isa, oleh Allah  سبحانه وتعالى, sudah diangkat kepada Allah  سبحانه وتعالى. Ketahuilah, Allah  سبحانه وتعالى  itu 100% suci sifatnya.

Jadi, jika seseorang diangkat kepada Allah  سبحانه وتعالى, orang tersebut harus juga 100% suci sifatnya. Sebagai kias, masjid itu suci sifatnya, barangsiapa yang akan masuk masjid harus juga suci sifatnya.

Orang yang masih kotor sifatnya tidak akan pernah bisa datang secara sah kepada hadirat Allah SWT. Orang yang tidak sungguh-sungguh putih sifatnya tidak akan pernah bisa secara sah menghadiri hadirat Allah  سبحانه وتعالى.

Orang yang sifatnya tidak bisa menjaga harga diri dan martabat adalah kurangajar dan berdosa. Orang tersebut tidak akan pernah bisa secara sah datang kepada Allah  سبحانه وتعالى.

Nabi Adam a.s. diusir oleh Allah  سبحانه وتعالى  hanya karena gara-gara satu kegagalan dalam menjaga martabatnya selaku khalifah Allah. Diperintahkah tidak boleh memakan buah Khuldi yang dilarang oleh Allah  سبحانه وتعالى, Nabi Adam justru memakan buah Khuldi tersebut.

Kegagalan Nabi Adam dalam melaksanakan amal makruf nahi mungkar ini sungguh membuat Allah sangat murka kepada Nabi Adam dan keturunannya. Nabi Adam tidak bisa secara sah lagi berada dihadirat Allah  سبحانه وتعالى.

Gara-gara satu kegagalan saja, oleh Allah  سبحانه وتعالى, kehadiran Nabi Adam di hadapan Allah dianggap tidak khusuk lagi. Oleh Allah  سبحانه وتعالى, ibadah Nabi Adam dan keturunannya dianggap tidak sah.

Tapi, disebutkan dalam Kitab Suci Al-Qur’anul Karim bahwa Nabi ’Isa, oleh Allah, diangkat kepada Allah dan Allah bersabda kepada Nabi ’Isa:

“Engkau Ku angkat kembali di sisi Ku!”

Semuanya dari Allah dan kembali ke Allah. Bukan dari Yahudi dan kembali ke Yahudi. Ini bukan perihal Yahudi. Ini perihal Allah.

Pandangan-pandangan anda mengenai hujjah dan etihad hamba, akan selalu hamba hargai tinggi dengan penuh ketulusan.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini