Orang-Orang Muslim yang diBeri Hidayah oleh Allah SWT (Bhg.5/11)

Tafsir: Surah Ali ‘Imran [3] ayat 47

3|47| قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكِ اللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ

3|47| Maryam berkata:” Wahai Tuhanku! Bagaimanakah aku akan beroleh seorang anak, padahal aku tidak pernah disentuh oleh seorang lelaki pun?” Allah berfirman; “Demikianlah keadaannya, Allah menjadikan apa yang dikehendakiNya; apabila Ia berkehendak melaksanakan sesuatu perkara, maka Ia hanyalah berfirman kepadanya: ‘Jadilah engkau,’ lalu menjadilah ia.”

Siti Maryam sangat terkejut ketika mendengar khabar yang diberi Tuhan Allah  سبحانه وتعالى  kepadanya. Siti Maryam berkata kepada Allah  سبحانه وتعالى:

“Bagaimana mungkin aku boleh mempunyai seorang anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang lelaki pun?”

Mendengar perkataan Siti Maryam tersebut, Allah  سبحانه وتعالى  bersikap sabar terhadap Siti Maryam. Dengan sabar Allah  سبحانه وتعالى  menjawab:

“Aku adalah Allah. Untuk melakukan apa yang Aku kehendaki, itu sungguh mudah bagiku.”

’Isa putra Maryam lahir bukan kerana air mani laki-laki. Beliau tidak punya bapak. Mengapa diatur demikian oleh Allah SWT? Apa pernah ada nabi yang lahir bukan karena air mani lelaki? Apa makna yang bisa dipetik oleh umat Islam mengenai kejadian Nabi ’Isa bin Maryam ini?

Di Surah  Ali ‘Imran ayat 59 disebutkan bahawa ’Isa itu seperti Adam. Kedua-duanya adalah nabi yang tidak punya bapa. Kalau Adam tidak punya bapa, hal itu masih boleh dipahami oleh akal karena Adam adalah manusia pertama, sebelumnya tidak ada manusia satupun.

Tetapi, kenapa ’Isa lahir tanpa bapa? Padahal sudah banyak orang laki-laki dan orang perempuan. Kenapa ’Isa lahir tanpa bapak?

Jawabannya adalah:

Ketika masih belum mungkar kepada Allah  سبحانه وتعالى  dengan cara melanggar satu perintah Allah  سبحانه وتعالى, Nabi Adam  عليه السلام  berjalan bersama Allah di Jannatul Firdaus yaitu Taman Firdaus yang syurgawi. Itu sebelum Adam  عليه السلام  mungkar makan buah Khuldi yang dilarang oleh Allah  سبحانه وتعالى.

Sebelum mungkar kepada Allah, Nabi Adam  عليه السلام  masih boleh hidup berjalan dengan Allah  سبحانه وتعالى  karena sifat dan sikap Adam  عليه السلام  masih dalam keadaan 100% amal-makruf nahi mungkar dan dalam keadaan suci, masih belum ada setitik debu kemungkaran dalam diri Nabi Adam  عليه السلام .

Pada mulanya Nabi Adam memiliki sifat yang lurus dan suci seperti sifat Penciptanya yaitu Allah Sang Khaliq yang secara langsung menciptakan Nabi Adam  عليه السلام. Namun ketika Nabi Adam  عليه السلام  memilih untuk mungkar kepada Allah  سبحانه وتعالى  dengan cara memakan buah Khuldi, Nabi Adam  عليه السلام  tidak lagi dalam keadaan 100% amal-makruf nahi mungkar dan dan tidak lagi dalam keadaan suci!

Oleh karena itulah, Nabi Adam  عليه السلام, oleh Allah, dianggap tidak pantas lagi hidup berjalan dengan Allah  سبحانه وتعالى. Oleh Allah  سبحانه وتعالى, Nabi Adam  عليه السلام  dikeluarkan dari Jannatul Firdaus.

Hal ini disebutkan di Kitab Suci Al-Qur’anul Karim Surah Taha [20] ayat 121

20|121| فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰ آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَىٰ

20|121| Kemudian Adam dan Siti Hawa mereka berdua memakan dari pohon itu, lalu terdedahlah kepada mereka aurat masing-masing, dan mereka mulailah menutupnya dengan daun-daun dari Syurga; dan dengan itu derhakalah Adam kepada Tuhannya, lalu tersalah jalan.

Jelas, semua orang didunia ini adalah turunan Adam, hanya ada satu orang yang bukan turunan Adam yaitu ’Isa Al-Masih putra Maryam.

Bolehkah sapi beranak kucing? Bisakah pohon sawo berbuah mangga?

Setiap orang keturunan Adam adalah tersalah jalan dan tidak lurus sifat dan sikap hidupnya. Tidak memiliki martabat yang tinggi lagi. Telah kehilangan martabatnya selaku khalifah Allah di dunia ini. Telah mungkar dan tersalah jalan. Orang yang tersalah jalan harus diazab atau dihukum!

Semua keturunan Adam pantas menerima azab Allah atau siksaan dari Allah kerana semua keturunan Adam hidupnya tersalah jalan dan tidak lurus. Tidak bermartabat tinggi. Tidak dalam keadaan 100% amal-makruf nahi mungkar.

Hanya ada satu orang saja yang hidupnya tidak tersalah jalan dan terus lurus, terus dalam keadaan 100% amal-makruf nahi mungkar. Jelas, beliau bukan keturunan Adam. Beliau bernama ’Isa Al-Masih.

Bicara soal hidup. Hidup itu sesungguhnya berpokok pada darah dan pengorbanan.

Semua nabi-nabi Allah sudah mengerti bahwa Allah  سبحانه وتعالى  memerintahkan untuk melaksanakan Qurban agar manusia bisa melihat sendiri dan mengambil makna dari peristiwa Qurban.

Makna yang boleh kita petik dari perintah Qurban adalah: sesungguhnya semua orang di dunia ini telah tersalah jalan dan tidak lagi lurus sifatnya, sikapnya, wataknya, pikirannya dan tingkahnya. Sifat, sikap, watak, pikiran dan tingkahnya tidak lagi mencerminkan martabat yang tinggi, tapi justru mencerminkan kekurang ajaran, dan sesungguhnya semua orang sungguh pantas untuk menerima siksaan dan azab Allah.

Azab Allah bagi orang-orang yang tidak lurus dan kurang ajar, tidak bermartabat tinggi adalah orang-orang tersebut harus dibunuh! Orang-orang yang tidak 100% amal-makruf nahi mungkar harus dibunuh oleh Allah Yang Maha Adil!

Kalau kita melihat peristiwa Qurban, kita melihat peristiwa pembunuhan dan darah yang tertumpah. Sesungguhnya Idul Qurban adalah kias yang menjelaskan kepada kita betapa menakutkan azab Allah bagi kita semua yang aslinya adalah tidak lurus dan kurang ajar karena kita semua tidak bisa menjaga martabat tinggi. Aslinya, kita semua ini tidak lagi dalam keadaan 100% amal-makruf nahi mungkar. Kita semua durhaka dan tersalah jalan. Azab atau siksaan Allah menunggu kita!

Tapi, ketahuilah, Allah  سبحانه وتعالى  itu adalah Tuhan yang penuh ni’mat. Oleh Allah SWT, badal disediakan sebagai pengganti kita!

Seharusnya kitalah yang harus dibunuh. Seharusnya kitalah yang harus disembelih, namun Allah menyediakan badal atau pengganti! Pengganti untuk menggantikan kita adalah sapi yang murni dan sehat, kambing yang murni dan sehat, atau ayam yang murni dan sehat.

Jadi, dengan adanya pengganti tersebut, bukan darah kita yang tertumpah, namun darah haiwan-haiwan qurban yang murni dan sehat itulah yang tertumpah.

Seorang sahabat saya pernah bertanya kepada saya, “Sebenarnya, ’Isa juga keturunan Adam karena Siti Maryam, ibunya Isa, adalah keturunan Adam. Jadi ’Isa juga sama tersesat jalan seperti keturunan Adam lainnya.”

Hamba menjawab:

Turunan dari garis ibu itu tidak sah dan tidak diakui. Di dalam Kitab Allah At Taurat disebutkan bahwa sifat tersalah jalan seseorang itu diturunkan lewat garis keturunan bapa. Kalau dari ibu itu sama sekali tidak kuat. Malahan dianggap tidak ada sama sekali.

Kedua, para dokter ahli kandungan berkata bahwa ketika bayi berada di dalam rahim ibunya, sistem darahnya itu sendiri-sendiri. Sang ibu punya aliran darah sendiri. Bayinya juga punya aliran darah sendiri. Karena jika, di rahim, sampai campur darahnya ibu dan bayi, kedua-duanya boleh mati. Aliran darahnya bayi sesungguhnya sudah terbentuk ketika bayi tersebut masih di dalam air mani bapak.

Disebutkan di dalam Kitab Suci Al-Qur’anul Karim bahwa kejadiannya ’Isa putra Maryam dan kehidupan yang dijalani ’Isa putra Maryam adalah آيَةً لِّلْعَالَـمِينَ Aayatal lil ’alamiin tanda yang penuh dengan rahmat bagi alam semesta ini.

Di dalam Kitab Suci Al-Qur’anul Karim Surah Al Anbiya’ [21] ayat 91 disebutkan …

21|91| وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِّلْعَالَمِينَ

Wal latii ahshanat farjahaa fa nafakhnaa fiiha mir ruuhinaa wa ja’alnaahaa wab nahaa aayatal lil ’aalamiin.

21|91| Dan (sebutkanlah peristiwa) perempuan yang telah menjaga kehormatan dan kesuciannya; lalu Kami tiupkan padanya dari Roh Kami, dan Kami jadikan dia dan anaknya sebagai satu tanda bagi umat manusia.

Umat manusia di alam semesta ini tidak pernah tahu seorang yang sungguh-sungguh islam kepada Allah  سبحانه وتعالى, sungguh-sungguh menyerah kepada Allah  سبحانه وتعالى. Jadi Allah  سبحانه وتعالى  memberi tanda bagi semesta alam agar manusia di semesta alam ini tahu dengan penuh kearifan, macam mana, modelnya orang yang sungguh-sungguh islam kepada Allah, sungguh-sungguh menyerah kepada Allah.

Oleh karena sebab Allah  سبحانه وتعالى, muslim yang, oleh Allah  سبحانه وتعالى, diberi hidayah haqiqah yang ma’rifat mengetahui dengan penuh kearifan bahwa Allah  سبحانه وتعالى  lewat kelahiran ’Isa putra Maryam sesungguhnya memberikan pesan yang penting sekali bagi umat manusia di alam semesta ini.

Oleh karena inilah, saya sungguh-sungguh menikmati mengaji makna Kitab Suci Al-Qur’anul Karim. Di dalam Kitab Suci Al Qur’anul Karim, batinku menemukan apa yang sungguh-sungguh boleh menerangi hidup ku.

Dan masih ada lagi temuan-temuan bathin.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini