Refleksi Puasa dan Benahi Kesucian Aidul Fitri Menuju Jalan Allah

Bismillah, assalamu’alaikum.

Menyerap akhlak dan bathin Nabi ALLAH dari Kitab Suci Taurat Yesaya 58:1-12 dan Yesaya 2:1-5.

Berserulah kuat-kuat dengan suara kalbumu, Janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suara hatimu bagaikan sangkakala (Azan), beritahukanlah kepada umat-Ku  bani Adam pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub (juga kaum bani Adam) dosa dan pelanggaran mereka!

Memang setiap hari mereka mencari Aku (berdoa dan beribadah kepada Allah) dan suka untuk mengenal segala jalan Allah. Seperti bangsa (kaum) yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum (Syariat) Allahnya,  mereka menanyakan Allah tentang hukum-hukum (Syariat-syariat) yang benar, mereka suka mendekatkan diri menhadap Allah,

Tetapi mereka bertanya:

Mengapa kami BERPUASA dan ENGKAU tidak memperhatikannya juga?  Mengapa kami merendahkan diri (tunduk dan sujud menyembah) dan Engkau tidak mengindahkannya (mengijabah) juga?”

Demikianlah Allah menjawab:

Sesungguhnya, pada hari PUASAmu engkau masih tetap mengurus urusanmu (rutinitasmu) sahaja, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. 4 Sesungguhnya, kamu BERPUASA sambil berbantah dan berkelahi serta memukuli dengan tinju, dan dengan semena-mena.  Dengan caramu yang BERPUASA seperti sekarang ini suaramu (salatmu) tidak akan didengar (diijabah) di tempat yang Maha Tinggi.

Sesungguhnya inikah BERPUASA yang Allah kehendaki, dari hari-hari merendahkan diri kepada-Nya, jika engkau menundukkan kepala ke bawah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai alas tidur? Sungguh-sungguh itukah yang engkau sebutkan BERPUASA?

BUKAN! BUKAN! BERPUASA yang Allah kehendaki, ialah supaya bani Adam membuka belenggu-belenggu kelaliman (Bertobat dari kejahatan, dosa dan maksiat) dan melepaskan tali-tali kuk (beban-beban), supaya bani Adam memerdekakan orang yang teraniaya dan matahkan setiap kuk (beban).

Supaya bani Adam memecah roti-roti (sedekah)mu bagi orang yang lapar (bagi duda, janda, anak-anak yatim dan fakikir miskin) dan membawa ke rumahmu orang-orang miskin yang tak punya rumah (untuk menampunya), dan apabila engkau melihat orang telanjang (tidak punya pakaian), supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!

Pada waktu itulah terang (Nur cahaya) bani Adam akan merekah seperti fajar matahari, dan luka-luka bani Adam akan pulih dengan segera, kebenaran menjadi barisan depan mereka dan kemuliaan (ke-Agungan) Allah di barisan belakang mereka.

Pada waktu itulah umat bani Adam akan memanggil (menyeru) Allah, dan Allah akan menjawab (mengijabah) mereka. Dan juga mereka akan berteriak minta (memohon) pertolongan dan Allah akan berkata:

INI AKU (EGO EMI)! Akulah Allah Rab Tuhanmu yang maha mendengar dan pengasih.

Apabila umat bani Adam tidak lagi mengenakan kuk (beban) kepada sesama mereka dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila bani Adam menyerahkan kepada orang lapar apa yang mereka inginkan sendiri (tulus dan ikhlas) dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terang mereka akan terbit dalam gelap dan kegelapan mereka akan seperti rembang di tengah hari (minna dulu mati ila nur).

Allah akan menuntun umat bani Adam senantiasa dan akan memuaskan di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatan mereka, umat bani Adam akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.

Umat Bani Adam akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan.

Umat Bani Adam akan disebutkan “YANG MEMPERBAIKI TEMBOK YANG TEMBUS”, YANG MEMBETULKAN JALAN SUPAYA JALAN ITU DAPAT DIHUNI”. YAITU, JALAN YANG BENAR DAN HIDUP DAN LURUS.

JALAN YANG TIDAK DIMURKAI ATAU JALAN YANG SESAT MELAINKAN JALAN YANG MEMBAWA UMAT BANI ADAM KELAK NANTI AKAN SAMPAI KEPADA ALLAH DI TEMPAT YANG MAHA TINGGI

Ustaz M. Faridz Al-Salmani

Artikel yang sebelum ini Blog Ustaz M. Faridz Al-Salmani Artikel yang berikut ini