Siapakah GOD di dalam Terjemah Bahasa Inggris Kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran?

Sungguh menarik sekali untuk diketahui bahawa Nabi Musa dan Nabi Daud dan Nabi Isa dan Nabi Muhammad tidak hidup di satu zaman. Mereka hidup di zaman yang berselang ribuan tahun.

Bahasa mereka jelas tidak sama. Nabi Musa hidup di masyarakat keturunan Ya’qub atau yang disebut Bani Isra’il. Nabi Musa memimpin masyarakat keturunan Ya’qub tersebut berhijrah keluar dari kejinya Raja Fir’aun. Jadi Nabi Musa hidup di masyarakat yang berbahasa Bahasa Ibrani, yaitu bahasa yang dipakai oleh orang-orang bersunat. Nabi Musa ditakdirkan sezaman dengan orang tidak bersunat yang zalim yang bergelar Fir’aun. Orang bergelar Fir’aun yang sezaman dengan Nabi Yusuf jelas tidak sama dengan orang yang bergelar Fir’aun yang sezaman dengan Nabi Musa.

Ribuan tahun kemudian setelah Nabi Musa berpulang ke rahmatullah, hiduplah Nabi Daud di Kerajaan masyarakat keturunan Ya’qub atau yang disebut Kerajaan Isra’il. Nabi Daud hidup sezaman dengan orang tidak bersunat yang bernama Jaluth dari Philistine yang ketika itu adalah bangsa yang tidak bersunat. Nabi Daud hidup dengan masyarakat yang berbahasa Bahasa Ibrani. Tapi, bahasa Ibrani yang dipakai di masyarakat keturunan Ya’qub di zaman Nabi Daud mungkin sudah agak berbeza dengan Bahasa Ibrani di Zaman Nabi Musa ribuan tahun sebelumnya. Pada masa Nabi Daud, banyak orang-orang keturunan Ya’qub saling berperang dalam perang saudara dengan sesama orang-orang Keturunan Ya’qub. Banyak orang-orang keturunan Ya’qub berhijrah karena perang bersaudara.

Setelah Nabi Daud berpulang ke rahmatullah, masyarakat di kampung Nabi Isa dijajah oleh bangsa yang tidak bersunat yaitu Bangsa Romawi dengan Kaisar yang bernama Kaisar Ogos. Bangsa Rom adalah bangsa yang berjaya sampai-sampai dipakai sebagai nama surah di Kitab Al Qur’an. Akhirnya nama Kaisar Ogos dalam penanggalan Gregorian dipakai sebagai nama bulan yakni bulan Ogos. Nabi Isa hidup dengan masyarakat yang berbahasa Suriani.

Ratusan tahun setelah Nabi Isa berpulang ke rahmatullah, lahir lah Muhammad dalam kaum Quraisy dan menjadi nabi yang menyaksikan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang di antara kaum Quraisy, yang sesungguhnya adalah suatu syarikat orang-orang perantauan dari mana-mana yang berhijrah kerana sebab berbagai macam alasan utamanya kerana dizalimi. Kaum Quraisy bukanlah penduduk asli Mekah. Bahkan ketika Nabi lahir, lebih dikenal Kota Yatsrib, yakni kota perniagaan, yang penuh dengan orang-orang perantauan dari mana-mana utamanya orang-orang keturunan Ya’qub dari Tanah Suci Al Quds Uursalim. Akhirnya nama Yatsrib diubah menjadi Madinah. Bapak daripada Nabi bernama Abdullah, yang ertinya adalah Hamba Allah.

Yang Maha Kuasa sudah lama berkuasa di berbagai macam peradaban. Yang Maha Pemurah sudah lama bersifat murah kepada makhlukNya di berbagai macam bangsa. Yang Maha Penyayang sudah lama bersifat sayang kepada setiap insan manusia di berbagai macam peradaban. Yang Maha Kuasa yang disampaikan dan dicontohkan oleh Nabi Musa, Nabi Daud kepada masyarakatnya adalah ELOHIM. Yang Maha Kuasa yang disampaikan dan dicontohkan oleh Nabi Isa kepada masyarakatnya adalah ALAHA. Yang Maha Kuasa yang disampaikan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad kepada masyarakatnya adalah ALLAH. Orang–orang Rom menyebut Yang Maha Kuasa tersebut GOD.

Uniknya terjemahan Al Qur’an ke dalam Bahasa Inggris yang diterbitkan di tahun 2008 oleh Kerajaan Jordania oleh Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought, Amman, Jordan yaitu,

The Qur’an A new English translation of its Meanings

menyebut Yang Maha Kuasa Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang tersebut GOD.

Di bawah ini adalah petikan terjemahan Surah al Fatihah di Terjemahan Al Qur’an dari Kerajaan Jordania tersebut.

[1] In the Name of God, the Compassionate, the Merciful:

[2] Praise be to God; Lord of all Worlds.

[3] The Compassionate, the Merciful.

[4] Master of the Day of Judgement.

[5] You [alone] we worship, and You [alone] we ask for help.

[6] Guide us to the straight path:

[7] the path of those whom You have favoured, not [the path] of those against whom there is wrath, nor of those who are astray.

Terjemahan Al Qur’an ke dalam Bahasa Inggris yang disetujui oleh Universiti Al Azhar, Mesir,

AN INTERPRETATION OF THE QUR’AN, ENGLISH TRANSLATION OF THE MEANINGS

oleh Majid Fakhry, juga menyebut Yang Maha Kuasa Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang tersebut GOD.

Terjemahan Al Qur’an ke dalam Bahasa Inggris oleh M.A.S. Abdel Haleem, seorang Mesir hafizh Qur’an dan juga lulusan Universiti Al Azhar,

THE QUR’AN: A new translation,

juga menyebut Yang Maha Kuasa Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang tersebut GOD.

Di dalam Terjemahan Al Qur’an ke dalam Bahasa Inggris tersebut ,,,

  • JESUS adalah ISA
  • JOHN adalah Yahya
  • ABRAHAM adalah IBRAHIM
  • JOSEPH adalah YUSUF
  • DAVID adalah Daud
  • SOLOMON adalah SULAIMAN

Disebutkan di dalam Hadis Riwayat Ahmad,

“Para nabi itu bersaudara dari satu bapak dan ibu mereka berlainan, namun agamanya satu.”

Semua nabi berserah diri kepada Yang Maha Kuasa Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, jadi selalu bersifat RAHMATAN LIL ‘ALAMIN, seperti yang termaktub dalam QS Al Anbiya’ [21]:107.

Yang ditetapkan Allah dan diajarkan Al Qur’an dan dicontohkan para Nabi tidak pernah pelik. Masing-masing peradaban manusialah yang pelik. Masing-masing afiliasi keanggotaan politik manusialah yang pelik.

Ada pertanyaan yang diutarakan oleh Al Qur’an kepada kita di QS Al Baqarah [2]:139

Say: ‘Would you then dispute with us concerning God, and He is our Lord and your Lord? Our deeds belong to us, and to you belong your deeds, and to Him we are sincerely devoted.’

Jadi tidak hairan, Nabi Yusuf dan Nabi ‘Isa beramah mesra dengan orang-orang dari peradaban tidak bersunat. Mukjijat dan pertolongan-pertolongan Allah yang penuh kegaiban banyak dialami oleh orang-orang tidak bersunat di zaman mereka.

Termaktub dalam Tarjamah Kitab Allah Injil Syarif Hawariyyun Matta (Matius) 5:45

لأَنَّهُ يُشْرِقُ شَمْسَهُ عَلَى الأَشْرَارِ وَالصَّالِحِينَ وَيُمْطِرُ عَلَى الأَتْقِيَاءِ وَالظَّالِمِينَ.

yang bermaksud,

Allah menerbitkan menerbitkan matahari yang dicipta-Nya untuk orang yang benar dan untuk orang yang mungkar pula. Allah menurunkan hujan untuk orang yang taat mahupun yang ingkar akan kehendaknya.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini