Di setiap solatnya Nabi Muhammad selalu memanjatkan doa kepada Allah:

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahanam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan fitnah setelah kematian, dan dari kejinya kejahatan fitnah almasih Dajjal.

Dan Allah mengabulkan doa Rasulullah disetiap solatnya itu. Oleh kerani itulah, Muhammad dijauhkan dari kejinya kejahatan fitnah almasih Dajjal yang mengatakan bahawa:

  1. Kitab Taurat, Zabur dan Injil sudah diubah-ubah dan sudah tidak asli lagi.
  2. Kitab Taurat, Zabut dan Injil sudah terpesong.
  3. Kitab Taurat, Zabur dan Injil sudah hilang dan sudah tidak ada lagi.
  4. Kitab Taurat, Zabur dan Injil bukan untuk orang-orang Islam, hanya untuk orang-orang Bani Isra’il dan orang-orang Kristian.

Mari kita melihat macam mana pandangan Nabi Muhammad s.a.w. dan Al Qur’an mengenai ehwal Kitab Taurat, Zabur dan Injil.

Nabi-nabi sesudah Nabi Musa termasuk Nabi Muhammad juga diperintahkan oleh Allah untuk mengikut Nabi Musa dan Taurat.

QS Al Baqarah [2]:87

Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Nabi Musa Kitab Taurat, dan Kami iringi kemudian daripadanya dengan beberapa orang Rasul untuk mengikut Nabi Musa.

Itu ertinya, utusan Allah berikutnya tidak membatalkan contoh-contoh tauhid dan tidak membatalkan apa yang dari Allah kepada utusan-utusan Allah sebelumnya.

Nabi Muhammad diperintah Allah untuk tidak membatalkan Kitab-Kitab Allah sebelumnya yaitu Taurat, Zabur dan Injil.

QS Al Jathiya [45]:16

Dan demi sesungguhnya, Kami telah memberi kepada Bani Israil Kitab Taurat, dan pangkat kehakiman serta pangkat kenabian; dan Kami telah kurniakan mereka benda-benda yang baik-baik, serta Kami lebihkan mereka di atas segala manusia.

Nabi Muhammad diperintah Allah mengambil hikmah ilahi lewat perantaraan Bani Isra’il kerana dari Bani Isra’il keluar banyak utusan-utusan Allah. Nabi Muhammad jelas boleh membezakan Bani Isra’il dengan nafsu zionism segolongan kecil orang-orang. Walau Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakharia,Nabi Yahya dan Nabi Isa adalah Bani Isra’il, Nabi Muhammad tidak menganggap nabi-nabi Allah tersebut sebagai orang-orang Zionis.

Nabi Muhammad jelas tidak menganggap Kitab Taurat, Zabur dan Injil adalah kitab-kitab Zionis. Tidak. Nabi Muhammad justeru mensyukuri fadhilah-fadhilah mengamalkan nasihat-nasihat Kitab Taurat, Zabur dan Injil.

QS As Sajda [32]:23-24

Dan demi sesungguhnya! Kami telah memberi kepada Nabi Musa Kitab Taurat, maka janganlah engkau ragu-ragu menyambut dan menerimanya dan mengamalkannya; dan Kami jadikan Kitab Taurat itu hidayah penunjuk bagi kaum Bani Israil (keturunan-keturunan Nabi Ya’qub).

Dan Kami jadikan dari kalangan mereka beberapa pemimpin, yang membimbing umat kepada Kami, selama mereka bersikap sabar dan tetap istiqamah serta mereka tetap yakin akan ayat-ayat atau tanda-tanda Kami.

Nabi Muhammad diperintahkah Allah untuk mengambil hikmah pemimpin-pemimpin keturunan-keturunan Nabi Ya’qub atau Bani Isra’il. Nabi Muhammad jelas jauh dari sikap suudzon terhadap Bani Isra’il dan tidak bersikap buruk atau berprasangka buruk terhadap Bani Isra’il dan peristiwa-peristiwanya, dan masalah-masalahnya ataupun keadaan-keadaan Bani Isra’il.

Mengenai hal ehwal Bani Isra’il dan Nabi-Nabi Bani Isra’il dan keturunan-keturunannya dan Kitab-Kitab Allah Taurat, Zabur dan Injil, sikap Nabi Muhammad mengikut dalil di Qur’an Surah An Nisa’ [4]:7

Orang-orang lelaki ada bahagian pusaka dari peninggalan ibu bapa dan kerabat, dan orang-orang perempuan pula ada bahagian pusaka dari peninggalan ibu bapa dan kerabat, sama ada sedikit atau banyak dari harta yang ditinggalkan itu; iaitu bahagian yang telah diwajibkan (dan ditentukan oleh Allah).

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini