Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tausiyah ini tentang cara untuk memperkukoh iman dan keinginan untuk menyaksikan kuasa dan mukjizat Allah swt di dalam al-Masih Isa junjungan kita yang ilahi.

Sering kita dengar orang berkata, ujian ini daripada Allah, musibah dan bencana ini ujian daripada Allah dan seterusnya. Tetapi agar kita pahami bahawa tidak semua ujian itu asalnya daripada Allah swt. Setidaknya ujian itu datang menimpa kepada tiga golongan manusia yaitu:

  • Manusia yang sungguh-sungguh beriman
  • Manusia yang setengah-setengah imannya
  • Manusia yang sama sekali tidak punya iman

Orang yang punya iman yang sungguh-sungguh dan kuat, itulah yang Allah uji. Mengapa Allah ingin uji iman orang yang sungguh-sungguh? Kerana Allah ingin uji kualiti imannya supaya semakin mantap. Adapun ciri daripada orang yang imannya berkualiti misalnya, iman para nabi. Contoh Nabi Ayub, Nabi Ibrahim, Nabi Yusuf, Nabi Musa dan yang lainnya.

Sifat yang dicontohkan orang beriman besar adalah …

  • Pandai bersyukur bila ujian dan cobaan datang menimpa
  • Tabah dan sabar bila datang musibah dan tawakal kepada Allah swt
  • Tidak berprasangka buruk (su’udzon) kepada Allah swt tetapi sebaliknya ia selalu berbaik sangka (husnudzon) kepada Allah swt

Dengan mantap untuk beriman dan ingin sekali menikmati mukjizat dan kuasa Allah yang Allah janjikan.

Sedangkan orang yang setengah imannya, Allah tidak akan mengujinya. Memiliki iman yang setengah bukanlah iman yang berkualiti dan Allah tidak akan memberi ujian untuknya. Ujian untuk orang ini datangnya daripada keadaan dirinya sendiri. Ciri orang yang memiliki iman yang setengah-setengah adalah …

  • Mudah labil jika hadapi masalah
  • Mudah cemas, takut, bimbang dan ragu bila menghadapi badai dan cobaan
  • Cepat berprasangka buruk (su’udzon) kepada Allah swt
  • Cepat mencurigai Allah swt meski ujian itu bukan daripada Allah

Contoh orang semacam ini terbiasa dengan menggerutu sendiri. Kepada Allah sedikit-sedikit curiga dan Allah dianggap tidak adil dan setetusnya. Padahal sudah solat, zakat, puasa, dan beramal soleh tetapi masih buntung rezeki, masih ditimpa masalah. Kapan berakhirnya ya? Bagaimana ya Allah ini? Di mana ya Allah sekarang? Sepertinya Allah sentimen dengan saya!

Mengapa dengan orang semacam ini? Ada apa dengannya sehingga takabur dengan Allah? Alasannya kerana, iman orang ini setengah-setengah. Imannya belum maksimal. Dan orang semacam ini perlu peningkatan iman yang besar supaya imannya bertambah penuh dan semakin kukoh.

Ada pun orang yang tidak punya iman. Allah tidak akan mengujinya. Dari mana ujian orang itu? Ujian itu datang dari dunia. Dunia itu adalah gaya hidupnya. Dunia itu berhala dan tuhan bagi dirinya. Bila datang ujian dan cobaan, orang ini pasti tidak datang kepada Allah swt. Dia akan datang kepada berhala, pasti komplain kepada berhala, semacam orang pintar, bomoh, tukang ramal dan sejenis itu.

Orang semacam ini tidak akan cari Allah apalagi berdoa dan memohon pertolongan Allah. Dia tikak kenal Allah, apa lagi beriman. Orang ini buta, tuli dan bodoh terhadap Allah. Orang semacam ini perlu dihadapi dengan cara yang lebih santun dan lembut. Bawa dia untuk bertobat dan kembili kepada Allah swt. Dia harus bertobat dengan tobat yang sungguh-sungguh, dan memiliki iman yang besar kuat dan kukoh untuk menghadapi musibah, ujian dan cobaan dunia. Mantap untuk melihat masa depan melalui kuasa dan mukjizat Allah di dalam hidupnya.

Semoga bermanfaat bagi kita dan dapat memastikan di manakah sejatinya posisi iman kita hingga saat ini.

Allahumma barik fi kum. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ustaz M. Faridz Al-Salmani

Artikel yang sebelum ini Blog Ustaz M. Faridz Al-Salmani Ini artikel terakhir