Yā Nāfi’

Yang Maha Manfa’at.

Nabi Nuh hidup di bumi ini selama 950 tahun. Beliau menjaga keluarganya agar tidak terkena pengaruh lingkungannya yang penuh dengan kemaksiatan dan kejahatan. Namun pernah pada satu saat sahaja Nabi Nuh tidak berjaya menjaga diri sampai sampai aurat nya terlihat oleh salah satu anak Nabi Nuh. Sekali terlihat auratnya, maka runtuhlah harga diri keluaga Nabi Nuh. (Termaktub di Kitabullah Taurat Surah At-Takwin [Kejadian] 9:20-28.)

Itulah manusia. Kadang berjaya menjaga diri, namun kadang tidak berjaya menjaga diri. Pada saat manusia tidak dapat menjaga diri, manusia dimurkai Allah. Pada saat manusia berjaya menjaga diri, Allah berkenan kepadanya.

Allah Maha Pemberi Derita …

/AḌ-ḌĀR/

… sekaligus Allah Maha Pemberi Manfaat …

/AN-NĀFI’/

Pada saat manusia tidak dapat menjaga diri, Allah memberi derita kepada manusia itu. Pada saat manusia dapat menjaga diri, Allah membuat manusia itu penuh manfaat. Allah Maha Pemberi Manfaat. Sifat Allah adalah memberi derita sekaligus memberi manfaat atau memberi barakah. Itulah ketauhidan Allah atau keutamaan Allah. Itulah kegaiban daripada sifat ketauhidan ilahi.

Allah menjadikan nyiur penuh manfa’at. Nyiur bermanfaat, santannya untuk membuat kari, air nyiur untuk melepaskan dahaga. Dahan, daun, lidi, batok, buah, dan bahkan setelah diperas diambil santannya, ampasnya pun juga bermanfaat untuk mengkilatkan lantai di rumah kita. Nyiur sungguh penuh manfa’at menyenangkan hati kita. Masya’ Allah.

Jika kita membaca kitab kitab Allah Taurat Zabur Injil kita akan sering mendapati ungkapan …

 /matza’ chen b’enuhei/

yang bermakna,

‘berkenan di hati Tuhan’ atau ‘menyenangkan hati Tuhan’ atau ‘Allah reda’.

An Nāfi’ adalah kata yang paling sesuai untuk menterjemahkan ungkapan Taurat …

 /matza’ chen b’enuhei/ itu.

An Nāfi  ertinya ‘Yang Manfa’at’ atau ‘Yang Menyenangkan hati’ atau ‘Yang Berkenan di Hati.’ Manfa’at atau Menyenangkan hati adalah kata yang umum di dalam Kitab kitab Allah Taurat Zabur Injil.

Nabi-nabi ini, oleh Allah, disebut sebagai orang-orang yang manfa’at yang berkenan di hati-Nya dan menyenangkan hati-Nya …

Oleh Allah, Nabi Yusuf bukan hanya dibuat menjadi orang yang manfa’at, namun diizinkan derajadnya dinaikkan dalam Kerajaan Fir’aun. Allah benar-benar merasakan Yusuf sebagai orang yang manfa’at. Oleh Allah, orang-orang keturunan Nabi Ya’kub atau Bani Isra’il yang tinggal Negeri Fir’aun itu diberi janji iaitu orang-orang Kerajaan Fir’aun pun akan merasakan bahawa Bani Isra’il adalah orang-orang yang manfa’at. (Termaktub di Kitabullah Taurat Surah Al-Khuruj [Keluaran] 3:21.)

Nabi Daud menyatakan dalam Kitab Zabur bahwa segala puji bagi Allah kerana Allah sungguh baik dan penuh manfa’at bagi alam semesta ini. (Termaktub di Kitabullah Zabur 103:2.)

Astofan al-Hawari adalah hawari pengikut setia Nabi Isa. Astofan dibunuh oleh orang-orang yang mengkafiri Nabi Isa. Astofan menyebut bahawa, oleh Allah …

Nabi Daud dirasa sebagai orang yang penuh manfa’at. Nabi Daud menyenangkan Allah.

(Termaktub di Kitabullah Injil Surah Al-Hawariyun [Kisah Para Hawariyun] 7:46.)

Begitulah menurut Astofan al-Hawari yang adalah seorang yang mati syahid dibunuh oleh orang-orang yang mengkafiri Sayidina Nabi Isa.

Di dalam Kitab Allah Injil tidak disebutkan kisah masa kecil Nabi Isa. Kitab Allah Injil hanya menceritakan kisah kelahiran Nabi Isa dan kisah, ketika masih kecil, Isa diajak orangtuanya mengadakan perjalanan ibadah haji ke Tanah Suci Al-Quds Ur Salim. (Termaktub di Kitabullah Kitab Injil Surah Luqa 2:41 dst.)

Itu sahaja yang diceritakan Kitab Allah Injil mengenai masa kecil Nabi Isa. Namun walaupun begitu, disebutkan di dalam Kitab Allah Injil bahawa Isa muda itu bertumbuh secara lahiriah dan kearifannya, oleh umat, dirasa semakin nyata dan semakin dalam. Oleh Allah dan juga oleh umat, Isa dirasakan penuh manfa’at dan berkenan dihati. (Termaktub di Kitabullah Injil Surah Luqa 2:52.)

Allah lah menjadikan penuh manfa’at. Apabila Allah menjadikan hambaNya penuh manfa’at, pasti umat merasa diuntungkan dengan adanya hamba yang penuh manfa’at itu. Disebutkan dalam Kitab Allah al-Anbiya’ surah Ruthiyah, di zaman Kerajaan Bani Isra’il dahulu kala, ada seorang wanita bernama Ruthiyah. Ruthiyah wanita kafir dari Kaum Tak Berkhatan Muab, oleh Allah, Ruthiyah dijadikan menjadi seorang wanita yang manfa’at sehingga ada seorang Bani Isra’il yang bernama Bu’az menjadi terkesima dan dengan ikhlas menikahinya. Dan mereka menjadi nenek moyang daripada Nabi Isa. (Termaktub di Kitabullah al-Anbiya’ Surah Ruthiyah 2:13.)

Disebutkan pula di dalam Kitab Allah al-Anbiya’ Aurah Istira bahawa ada seorang wanita Kaum Berkhatan Bani Isra’il yang bernama Istira yang membuat hati raja kafir dari Kaum Tak Berkhatan menjadi terkesima pada kelemah lembutan dan perilaku mulia yang mencerminkan tauhid kepada Allah. Itulah dampak apabila Allah membuat orang menjadi penuh manfa’at. (Termaktub di Kitabullah al-Anbiya’ Surah Istira 5:2.)

Pada awalnya para hawariyun pengikut setia Nabi Isa di Tanah Suci Al-Quds Ur Salim pada tahun 35-an, mereka dikenal sebagai pengikut Jalan Lurus daripada Yang Mulia Sayidina Nabi Isa. Mereka dirasa oleh umat sebagai orang-orang yang penuh manfa’at dan menguntungkan umat. (Termaktub di Kitabullah Injil Surah Al-Hawariyun [Kisah Para Hawariyun] 2:47.)

Setelah salah satu di antara mereka yakni Astofan al-Hawari mati syahid kerana dibunuh oleh orang-orang Bani Isra’il yang mengkafiri Nabi Isa, para pengikut setia Nabi Isa ini terus hidup penuh manfa’at menolong orang orang yang takdzim kepada Nabi Isa yang bernasib harus hijrah mengungsi kerana mereka dizalimi oleh orang-orang yang mengkafiri Nabi Isa. Para Hawariyun pengikut setia Nabi Isa itu memberi makanan dan minuman kepada para hawariyun yang dizalimi itu. Bulus al-Hawari mengumpulkan sedekah sedekah untuk membantu orang orang al-Hawari yang dizalimi di Tanah Suci Al-Quds Ur Salim. (Termaktub di Kitabullah Injil 1 Kurintus 16:1 dst.)

Bulus al-Hawari melihat dan merasakan bahawa sikap tidak memikirkan diri sendiri dan menolong orang lain itu justeru bermanfa’at bagi dirinya dan bagi masyarakat tempat beliau mendakwahkan iman tauhid kepada Allah melalui Almasih daripada Allah. (Termaktub di Kitabullah 2 Kurintus 1:15-16).

Bulus al-Hawari menasihati rekan-rekan yang takdzim kepada Nabi Isa untuk selalu berbuat kesalehan dan kebaikan yang menguntungkan umat manusia dan yang membantu umat manusia. (Termaktub di Kitabullah Injil Surah Titus 3:8.)

Bahkan kepada jongos-jongos yang bekerja pada majikan-majikan yang tidak mengkafiri Nabi Isa, Bulus al-Hawari menasihati jongos-jongos itu untuk selalu mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan penuh hormat apapun yang diperintahkan majikan-majikan mereka, agar nama Allah dan ajaran iman tauhid kepada Allah sungguh diperhatikan dengan baik oleh umat manusia. (Termaktub di Kitabullah Injil Surah 1 Timutawus 6:1.)

Munajad:

Ya Allah Yang Maha Pemurah, Engkau penuh dengan barakah dan manfa’at kepada hamba. Biarlah perbuatan dan amalan amalan hamba menjadi penuh manfa’at bagi umat. Dengan begitu, umat menyadari Engkau selalu berada dibalik hamba ini dan hamba adalah hanyalah perantara.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini