Ya Rāfi’

ارافق

Maha Meninggikan

Dalam Kitabul Anbiya’, ada seorang wanita yang bernama Hinnah.

Beliau memasrahkan putranya yang bernama Samu’il untuk mengabdikan seluruh hidupnya menjadi hamba  atau jongos daripada Al-Ilah atau Allah. Samu’il akhirnya disebut sebagai salah satu orang yang alim dan arif di dalam Kitab-Kitab Allah. Ketika memasrahkan putranya itu, Hinnah memanjatkan doa kepada Allah. Dalam doanya, Hinnah menyebut Allah adalah ilah atau tuhan yang menyebabkan orang menemui ajal namun sekaligus juga adalah Sang Pemberi Hayat atau Sang Pemberi Nyawa Kehidupan.

اللهُ يُمِيتُ وَيُحْيِي

Allahu yumītu wayuḥyī  

TUHAN ALLAH mematikan manusia, Dia juga menghidupkan mereka.

Kitabul Anbiya’ Surah Samu’il Awal (1 Samuel 2:6) …

اللهُ يُفْقِرُ وَيُغْنِي

Allahu yufqiru wa yugnī

Yang bermaksud,

TUHAN ALLAH menyebabkan sebilangan orang papa, dan menjadikan yang lain kaya.

Bahasa Bani Isra’il Ibrani tidak memiliki kata yang berbunyi sama dengan ar rāfi’, namun memiliki banyak kata yang bererti sama dengan ar rāfi’, yakni, “Yang Maha Meninggikan.”

Allah adalah ilah atau tuhan yang merendahkan sekaligus adalah tuhan yang meninggikan. Demikianlah yang disebutkan di Kitab Allah Zabur 75:7.

Allah merendahkan sebilangan orang, dan meninggikan yang lain.

إِنَّمَا اللهُ هُو الدَّيَّانُ, يَخْفِضُ وَاحِدًا وَيَرْفَعُ آخَرَ.

‘innamāllahu huwaddayyan, yakhfiḍu wāḥidan wa yarfa’u ākhar

Yang bermaksud,

Tetapi Allah yang menjadi hakim: Dia menurunkan seseorang dan meninggikan orang lain.

Nabi Zulkifli atau Nabi Yehezkiel pernah mengalami keadaan yang papa yang sangat rendah sekali justeru pada waktu setelah beliau ditinggikan oleh Ruh Allah.

Termaktub di Kitabul Anbiya’ Surah Hazqīya 3:14 …

14 ثُمَّ رَفَعَنِي الرُّوحُ وَأَخَذَنِي بَعِيدًا, فَذَهَبْتُ وَأَنَا فِي مَرَارَةٍ وَغَيْظٍ, وَشَعَرْتُ بِقُوَّةِ اللهِ تَحِلُّ عَلَيَّ بِشِدَّةٍ.

ṡumma rafa’anīrrūḥu wa ‘akhāżanī ba’īdan, fażahabtu wa ‘anā fī marāratin wa gaiẓin,

wa sya’artu biquwwatillahi taḥillu ‘alayya bisyiddahin.

Yang bermaksud,

Kekuasaan TUHAN mendatangi aku dengan kuat, dan ketika aku diangkat dan dibawa oleh Roh-Nya, aku berasa sakit hati dan marah.

Demikianlah juga Nabiullah Isya’ya atau Yesaya meramalkan jongos daripada Allah atau  hamba daripada Allah itu.

عَبْدِي يَنْجَحُ, يتَعَالَى وَيَرْتَفِعُ وَيَتَعَظَّمُ جِدًّا.

abdī yanjaḥu, yata’āla wa yartafi’u wa yata’aẓẓamu jiddi

Yang bermaksud,

TUHAN berfirman, “Hamba-Ku akan berjaya dalam tugasnya; dia akan disanjung tinggi.”

Termaktub di Kitabul Anbiya’ Surah Isya’ya (Yesaya) 52:13.

Namun di ayat-ayat berikutnya Nabiullah Isya’ya meramalkan bahawa jongos daripada Allah itu akan dizalimi dan direndahkan harga dirinya, bahkan dia …

“dianggap sebagai orang jahat.” 

Termaktub di Kitabul Anbiya’ Surah Isya’ya (Yesaya) 53:12.

Isa putera Maryam adalah Almasih yang ditetapkan Allah untuk menjadi pembantu orang-orang yang dizalimi Dajjal. Isa putera Maryam berkata,

“Sebagaimana ular diangkat oleh Musa di gurun, begitulah Putera Insan akan diangkat.”

Termaktub di Kitab Allah Injil Surah Yahya 3:14.

Termaktub di Kitab Taurat Surah Al-Adadi (Bilangan) 21:4-9.

Sampai sekarang tiang ular yang didirikan oleh Nabi Musa itu masih ada di Urdun (sekarang Jordania).

Musa mendirikan tiang ular itu adalah tindakan untuk menyelamatkan orang-orang keturunan Isra’il dan memberi harapan kepada mereka.

Isra’il adalah nama Nabi Ya’qub.

Termaktub di Kitab Allah Zabur 8:4, yang ertinya,

مَا هُوَ الإِنْسَانُ حَتَّى تُفَكِّرَ فِيهِ؟ وَمَا هُوَ الْبَشَرُ حَتَّى تَهْتَمَّ بِهِ؟

“Apakah manusia maka Engkau memberinya perhatian, dan anak manusia maka Engkau memeliharanya?”

Sama seperti yang termaktub di Kitab Allah Zabur 8:4, dengan rendah hati, Sayidina Isa menyebut dirinya “Anak Manusia” atau “Putera Insan” untuk menyatakan bahawa Sayidina Isa adalah bak tiang ular yang didirikan Nabi Musa untuk menyelamatkan orang yang papa dan yang kesakitan seperti yang termaktub di Kitab terdahulu, yakni, Kitab Taurat. Sayidina Isa menyebut dirinya adalah basyar atau “Putera Insan” agar orang-orang yang sedang mempertimbangkan untuk menjadi takzim kepada Sayidina Isa tidak merasa disombongi.

Dua kali, Kitab Al-Qur’an  menyebutkan Sayidina Isa putera Maryam diangkat oleh Allah.

Kitab Al-Qur’an menggunakan kata رَافِعُ (rāfi’) atau  رَّفَعَهُ (rafa’) yang ertinya Allah mengangkat.

Termaktub di QS An Nisā’ [4]:158.

بَل رَّفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

barrafa’ahullaha ‘ilaihi wa kānallaha ‘azīzan ḥakīman

Yang bermaksud,

Bahkan Allah telah mengangkat Nabi Isa kepadaNya; dan adalah Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

Termaktub juga di QS Al Imran [3]:55

3|55| إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَىٰ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۖ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Iz qaalal laahu yaa ‘iisaa innii mutawaffiika wa raafi’uka ilaiya wa mutahhiruka minal laziina kafaruu wa jaa’ilul laziinattaba’uuka fawqal laziina kafaruu ilaa yawmil qiyaamati summa ilaiya marji’ukum fa ahkumu bainakum fiimaa kuntum fiihi takhtaliifuun

3|55| (Ingatlah) ketika Allah berfirman: “Wahai Isa! Sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu, dan akan mengangkatmu ke sisiKu, dan akan membersihkanmu dari orang-orang kafir, dan juga akan menjadikan orang-orang yang mengikutmu mengatasi orang-orang kafir (yang tidak beriman kepadamu), hingga ke hari kiamat. Kemudian kepada Akulah tempat kembalinya kamu, lalu Aku menghukum (memberi keputusan) tentang apa yang kamu perselisihkan.”

Oleh Allah, Sayidina Isa diangkat. Itu bererti, oleh Allah, Sayidina Isa dimuliakan dan ditinggikan derajadnya dari keadaannya yang penuh dengan kesabaran tanpa had yang penuh perjuangan sampai mati dan penuh penderitaan sampai titik darah penghabisan. Dari keadaan itulah, Sayidina Isa, oleh Allah, diangkat.

Termaktub di Kitabullah Injil Surah Yahya 12:32-33 …

32 وَأَنَا مَتَى رُفِعْتُ مِنَ الأَرْضِ، أَجْذِبُ إِلَيَّ جَمِيعَ النَّاسِ.”

33 بِهَذَا الْكَلامِ أَشَارَ إِلَى الطَّرِيقَةِ الَّتِي سَيَمُوتُ بِهَا.

Yang ertinya,

32 Apabila Aku diangkat tinggi di atas bumi, Aku akan menarik semua manusia kepada-Ku.’

33 Kata-kata Isa ini membayangkan cara kematian-Nya kelak (sebagai qurban Allah).  

Kitabullah Injil Surah Fīlibba (Filipi) 2:9 menyebutkan,

9 لِذَلِكَ رَفَعَهُ اللهُ إِلَى أَعْلَى مَكَانَةٍ، وَأَنْعَمَ عَلَيْهِ بِالاِسْمِ الَّذِي هُوَ أَعْظَمُ مِنْ كُلِّ اسْمٍ

liżalika rafa’ahullahu ‘ila ‘a’la makānatin, wa ‘an’ama ‘alaihi bi ismillażī huwa ‘a’ḍamu min kullismin

Yang ertinya,

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan-Nya dan menganugerahkan kepada-Nya nama yang di atas segala nama.

Tuhan adalah Maha Meninggikan derajad. Barangsiapa menjadi jongos daripada Allah, oleh Kitabullah Injil Surah Ya’qūb (Yakubus) 4:10, diberi nasihat

 تَوَاضَعُوا فِي حَضْرَةِ الرَّبِّ فَيَرْفَعَكُمْ.

لا تنتقدوا الآخرين

tawāḍa’ū fī ḥaḍratirrabbi fayarfa’akum

Rendahkan dirimu di hadapan Tuhan, maka Dia akan meninggikanmu.

Munajat:

Ya Allah yang maha suci. Ampuni aku atas kesombonganku sehingga aku tidak mengakui Jongos-Mu, ya Allah, yang Engkau gantung tinggi tinggi sampai mati demi untuk menjadi qurban untuk menebus segala kekurangan-kekuranganku.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini