Ya Rashīd

Yang Maha Cerdas (Tepat Tindakannya).

Susah untuk membuktikan bahawa akar kata dari Ar-Rashīd adalah berasal dari Bahasa Bani Isra’il Ibrani. Namun Kitab Taurat Zabur dan Injil dalam Bahasa Ibrani Suryani banyak bercerita mengenai Tindakan Yang Tepat dan Cerdas yang dapat dijadikan tuntunan dan petunjuk atau dapat dijadikan contoh.

Orang yang mendapat barakah daripada Allah sebab orang tersebut berada di jalan orang benar, oleh Kitab Zabur, dikontraskan dengan orang zalim yang pasti akan binasa dan akan dihakimi sebab orang-orang zalim tidak berada di dalam perhimpunan orang benar. (Termaktub di Kitab Zabur 1:5-6).

Seperti pohon yang ditanam di tepi perairan, yang daunnya tidak layu dan yang menghasilkan buah, itulah gambaran Kitab Zabur mengenai orang yang tidak berjalan menurut bimbingan orang zalim atau tidak duduk di kerusi orang yang sombong yang suka mengejek.

Orang yang lurus dan benar memiliki petunjuk yang secara abadi tidak berubah-ubah, iaitu syariah Allah. Orang yang lurus dan benar bersukacita dengan syariah Allah dan merenung syariah Allah siang dan malam. (Termaktub di Kitab Zabur 1:2.)

Orang yang berjalan menurut syariah Allah tidak berubah-ubah dan stabil. Tetapi orang yang berdosa diibaratkan seperti sekam yang dilayangkan angin. (Termaktub di Kitab Zabur 1:4.).

Orang yang berdosa tidak bertahan dalam penghakiman. (Termaktub di Kitab Zabur 1:5.)

Al-Qur’an juga menggunakan pohon sebagai ibarat sama seperti Kitab Zabur bab 1 yang menggunakan pohon sebagai ibarat.

Al-Qur’an menyatakan Kalimah yang baik itu ibarat pohon yang baik yang memberikan buahnya pada musimnya. (QS Ibrahim [14]:24-25. Kalimah adalah Nabi Isa.

Isa Kalimah Allah …

Al-Quran di Surah Al-Ma’idah [5]:46 menyebutnya Isa bin Maryam. Isa bin Maryam menyatakan bahawa Kitab Taurat itu benar dan membawa Kabar yang Melegakan (Injil). Wahyu ilahi di dalam Taurat dan Injil adalah petunjuk dan cahaya yang menerangi.

Nabi Yahya mengutip apa yang pada zaman dahulu kala pernah dikatakan oleh Nabi Isya’ya tentang turunnya Nabi Isa:

“Lihatlah, Aku akan menghantar utusan-Ku untuk mendahului-Mu, dialah yang akan menyediakan jalan bagi-Mu”

(Termaktub di Kitab Allah Injil Surah Matius 11:10.)

‘satu suara berseru di gurun, “Sediakanlah jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” ‘

(Termaktub di Kitab Allah Injil Surah Markus 1:3.)

Butrus al-Hawari adalah seorang hawariyun. Mula-mula, Butrus al-Hawari tidak selalu mantap keyakinannya kepada Sayidina Isa. Namun pada hari turunnya Roh Allah, Butrus al-Hawari menjadi amat mantap keyakinannya kepada Sayidina Isa dan beliau berjaya meyakinkan banyak orang-orang Bani Isra’il di Tanah Suci Al-Quds Yerusalem untuk mengikuti dan mengamalkan Jalan Lurus Almasih Isa. Padahal orang-orang Bani Isra’il adalah orang orang yang mengingkari dan mengkafiri Nabi Isa.

Butrus al-Hawari berkata kepada Bani Isra’il,

“Selamatkanlah dirimu daripada angkatan yang ingkar ini.”

(Termaktub di Kitab Allah Injil Surah Para Hawariyun 2:40.)

Menanggapi ajakan Butrus al-Hawari untuk tidak mengkafiri Yang Mulia Sayidina Isa, ada 3000 orang-orang Bani Isra’il menjadi takdzim kepada Yang Mulia Sayidina Isa. Mereka insyaf dan melakukan thaharah amalan mandi kerena menjadi insyaf kembali ke Jalan Kebenaran Ilahi.

Mereka dibimbing dan dituntun oleh para hawariyun. Mereka berjema’ah. Mereka berkumpul makan-makan untuk mengingat pengorbanan Yang Mulia Sayidina Isa. Mereka sholat berjama’ah dan memanjatkan doa bersama-sama. (Termaktub di Kitab Allah Injil Surah Para Hawariyun 2:41-42.)

Kitab Injil Surah Ibrani memberi nasihat orang-orang yang takdzim kepada Yang Mulia Sayidina Isa untuk semakin mantap mengikuti dan mengamalkan Jalan Lurus Almasih Isa dengan cara,

“menguatkan tangan yang lesu dan lutut yang lemah,”

untuk menengadahkan tangan memanjatkan doa banyak-banyak dan bersujud rajin solat. (Termaktub di Kitab Allah Injil Surah Ibrani 12:12.)

Kedua, nasihatnya adalah,

“Jangan biarkan kepahitan menimbulkan kekacauan, sehingga ramai yang tercemar.”

(Termaktub di Kitab Allah Injil Surah Ibrani 12:15.)

Ketiga, nasihatnya adalah ibaratnya jangan sampai seperti Esau yang lebih mencintai duniawi sehingga membuang harta rohaninya kepada Ya’qub. (Termaktub di Kitab Allah Taurat Surah At-Takwin [Kejadian] 27:1 dst.) Orang-orang yang takzim kepada Sayidina Isa dinasihati untuk tidak mencintai duniawi sampai-sampai membuang harta rohani yang ada di dalam Almasih Isa daripada Allah.

Simbol-simbol di masyarakat berkhatan Bani Isra’il untuk mengungkapkan kehaqul yaqinan kepada Yang Mulia Sayidina Isa itu tidak lain sesungguhnya hanya untuk mengingatkan bahawa kerelaan untuk dibimbing dan dituntun demi kebaikan adalah lebih penting daripada sekedar menuruti nafsu haiwan di dalam diri ini.

Bulus al-Hawari adalah pemimpin jama’ah-jama’ah hawariyun di tahun 30 an. Beliau memberi contoh dan tauladan kepada orang-orang di jama’ah-jama’ah hawariyun ketika itu. Beliau pernah menulis surat kepada jama’ah hawariyun di kota Filipi, Makedonia. Dalam surat itu, beliau memuji para hawariyun di sana. Oleh beliau, mereka diibaratkan,

“terserlah seperti bintang dalam dunia”

dan mereka dipuji kerana mereka tidak terbawa arus zaman yang penuh tipu daya dan perbuatan songsang (Kitab Allah Injil Surah Filibi 2:15).

Kepada jama’ah-jama’ah di Efesus (sekarang Turki), Bulus al-Hawari berkata,

“Jadilah cahaya dalam Junjungan Isa Yang Ilahi. Hiduplah sebagai anak-anak cahaya!”

(Termaktub di Kitab Allah Injil Surah Efesus 5:8.)

Munajad:

Hamba mendapati ada nafsu haiwan di dalam ku yang ingin memuaskan diri sendiri dan juga ada nafsu untuk mengikuti Jalan Lurus-Mu, wahai Allah Yang Maha Suci. Berikanlah hamba bimbingan yang tepat secara tak henti henti.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini