Orang Kita Boleh Menjadi Penyelidik yang Sejati dan Sungguh-Sungguh

Orang kita umat Islam boleh balik meraih jaman keemasan itu, tapi masalahnya, orang kita sekarang tidak bersatu dan orang kita selalu terkungkung dan teringat akan kepahitan-kepahitan di masa lalu.

Orang kita umat Islam perlu melihat prestasi gemilang pendahulu kita di Zaman Keemasan Islam di masa lampau itu, untuk kita jadikan pemicu semangat kita dalam menjalani hidup kita di masa kini dan untuk berusaha membuat masa depan jauh lebih baik dan gemilang guna ibadah untuk memuliakan Allah SWT.

Dalam satu hadis disebutkan menurut riwayat lain, bahwa Zayd ibn Tsabit, ia berkata: Rasulullah s.a.w. telah menyuruh aku belajar Bahasa Ibrani dan Bahasa Suryani. Berkata Syekh al-Bani Hadis ini Hasan Shahih (Abi Isa Muhammad ibn Isa ibn Saurat al-Tirmizy, tt: 67).

Padahal, bahasa Ibrani adalah bahasa orang-orang Yahudi. Yahudi di sini tentu bukanlah orang-orang Zionisme di zaman moden ini. Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, Nabi Isa adalah orang Yahudi. Jelas berbahaya bagi kita mengatakan Nabi Daud, Nabi Sulaiman dan Nabi Isa adalah Zionis. Jadi kita kena tahu sejarah.

Imam Ghazali (w. 505/1111 M) mengatakan bahwa pengetahuan seseorang yang tidak pernah belajar logika -salah satu cabang filsafat- adalah tidak bisa diandalkan. (Nurchalis Madjid, 1985: 47).

Padahal, logika dan filsafat adalah ilmu yang sering dilakukan oleh orang orang Kristian.

Rasulullah s.a.w. juga bersabda:

الصِينَ وَلَوْبِالْعِلْمَاُطْلُبُو

Utlubu Ilma walau bi shina.

Carilah ilmu walau dengan China.

اللَحْدِ إِلَىالْـــمَهْدِمِنَالْعِلْمَاُطْلُبُو

Uthlubul’ilma minalmahdi ilallahdi.

Carilah ilmu sejak masih bayi di gendongan ibu sampai nanti di liang lahat.

Jadi sebagai pengikut Rasulullah s.a.w., kita harus dipenuhi dengan semangat mencari ilmu walaupun dengan orang China sekalipun. Karena kita beriman kepada Allah SWT yang Maha Memberi Ubat atas segala hal yang melukai kita baik lahir maupun bathin. Jadi oleh karena Allah SWT Yang Maha Memberi Ubat atas segala luka, kita sudah sehat oleh karena Nya dan kita tidak mau terkungkung mengaung-ngaung kesakitan dan merintih-rintih lemah dan tak berdaya. Dengan perlindungan Allah, kita harus buktikan bahawa orang kita umat Islam adalah umat yang rahmatan lil alamin yang menjadi solusi bagi problem kemanusiaan di dunia ini bukan malah mengemis solusi pada orang-orang kafir yang tidak takut pada Allah SWT. Kenapa orang kita harus mengemis pada orang padahal didepan mata kita sebenarnya ada solusi. Orang kita harus jadi bagian dari solusi bukan bagian dari ilusi dan angan-angan belaka. Orang kita harus meringankan beban umat manusia di bumi ini, bukan malah membebani. Iman tanpa amalan adalah tidak manfa’at sama sekali.

Kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad menjadi patron besar dalam ilmu pengetahuan dan mengundang para ahli dan cendekiawan ke istana, tanpa menghiraukan kebangsaan atau agama mereka. Ciri-khas aktifitas intelektual berpikir mencari akal yang unik selama periode Zaman Keemasan Islam pada zaman dahulu adalah pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya terbatas di kalangan para imam dan tidak hanya terbatas dikalangan alim dan paderi saja.

Demikian pula, ilmu pengetahuan tidak menjadi hak istimewa para raja. Pendidikan yang diperuntukkan pada pengolahan kebenaran dan pengetahuan tetap dapat dimasuki oleh semua orang dari semua tingkatan sosial yang berbeda dalam masyarakat Islam.

Dalam hal inilah penghargaan patut diberikan bagi sikap penguasa muslim di Zaman Keemasan Islam pada zaman dahulu, yakni: mereka bersikap terbuka terhadap seluruh masyarakat. Sekitar tahun 772 M, istana Khalifah al-Mansur dikunjungi oleh seorang insan non-Arab yang adalah cendikiawan Ilmu Falak bersahaja yang agamanya bukan Agama Islam dari India. Cendikiawan Hindu India tersebut menghadiahkan sebuah tabel Astronomi atau tabel ilmu Falak. Langsung semenjak itulah, ilmu Falak atau Ilmu Astronomi mulai bergejolak dikembangkan dan didalami oleh insan-insan Muslim di Zaman Keemasan Islam tersebut. Sampai sekarang, insan-insan Muslim banyak yang mendalami ilmu Falak dalam rangka kehidupan yang beribadah hanya kepada Allah SWT saja.

Di dalam Injil disebutkan, orang-orang ahli ilmu Falak lebih menghargai lahirnya Isa daripada jiran-jiran Isa sendiri. Umat Islam sesungguhnya hari ini masih sangat boleh meraih peradabannya lagi, seperti sedia kala, karena faktor-faktor menuju ke sana masih ada, seperti di Nusantara, sudah banyak sekali buku-buku yang telah diterjemahkan dari berbagai bahasa, dan dalam semua bidang. Termasuk sudah banyak tafsir atau terjemahan yang shahih dari Kitab Allah At Taurat, Az Zabur, dan Al Injil.

Allah SWT Yang Maha Adil dan Perkasa menjadi pelindung kita. Apalagi salah satu dari 6 Rukun Iman adalah beriman pada seluruh kitab-kitab Allah, At Taurat, Az Zabur, Al Injil dan Al Qur’an. Beriman tanpa mengamalkan tidak lah mungkin dalam diiniyah.

Kalau sungguh-sungguh diamalkan, maka, tak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti Nusantara akan menjadi perintis peradaban Islam di dunia. Walaupun umat Islam sudah sangat tertinggal jauh dari peradaban Barat, tapi peluang Islam untuk meraih peradabannya selalu sangat berpotensi, karena Alquran sendiri selalu memotivasi kita untuk selalu belajar dan belajar. Hal itu ditunjukkan dengan salah satu ayatnya yang berbunyi,

IQRO’ BISMIROBBIKALLADZIKHOLAQ.

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Kitab Al Qur’an Surah Al-Alaq [96] ayat 1.

Dengan ayat itu sebenarnya orang kita umat Islam selalu mempunyai semangat untuk selalu maju dan meraih peradabannya kembali. Salah satu hal yang paling signifikan dalam Zaman Keemasan Islam pada zaman dahulu adalah ilmu pengetahuan, di mana pada waktu itu semua ilmu pengetahuan telah dikuasai dengan baik, di antaranya dalam hal logika, sains, filsafat, kedokteran, maupun sastra. Dengan pertolongan Allah SWT, umat muslim, insya’ Allah, boleh jadi menjadi penemu obat penyakit HIV AIDS yang banyak diidap oleh orang-orang didunia termasuk diidap oleh banyak orang-orang Muslim di negara-negara Islam. HIV AIDS sampai sekarang tidak ada ubatnya.

Apakah solusi untuk DADAH? Jangan hanya bisa menghukum orang orang yang kecanduan DADAH, namun berilah solusi, insya’ Allah, umat muslim boleh memberi solusi pada masalah kemanusiaan ini apabila beriman dan juga mengamalkan rukun iman khususnya beriman dan mengamalkan semua kitab-kitab Allah At Taurot, Az Zabur, Al Injil dan Al Qur’an dan tarjamah-tarjamahnya.

Faktor-faktor yang membuat Zaman Keemasan Islam Daulah Abbasiyah menjadi lemah dan kemudian hancur dapat dikelompokkan menjadi dua faktor yaitu faktor intern dan faktor ekstern.

Di antara faktor-faktor intern adalah,

  • Pertama, adanya persaingan tidak sehat di antara beberapa bangsa yang terhimpun dalam Daulah Abbasiyah, terutama Bangsa Arab, Bangsa Persia dan Bangsa Turki.
  • Kedua, terjadinya perselisihan pendapat di antara kelompok pemikiran agama yang ada, yang berkembang menjadi pertumpahan darah.
  • Ketiga, munculnya dinasti-dinasti kecil sebagai akibat perpecahan sosial yang berkepanjangan.
  • Keempat, terjadinya kemerosotan tingkat perekonomian sebagai akibat dari bentrokan politik.

Sedangkan faktor-faktor ekstern yang terjadi adalah pertama, berlangsungnya Perang Salib yang berkepanjangan dalam beberapa gelombang. Dan yang paling menentukan adalah faktor kedua yaitu, adanya serbuan tentara Mongol dan Tartar yang dipimpin oleh Hulagu Khan, yang berhasil menjarah semua pusat-pusat kekuasaan maupun pusat ilmu, yaitu perpustakaan di Baghdad dan membakarnya habis.

Karena kita insan-insan Muslim beriman kepada Allah SWT Al Muhyi Yang Maha Menghidupkan bahawa Allah SWT pasti mampu menyembuhkan memberi ’ubat’ atas segala hal yang melukai kita baik lahir maupun bathin. Jadi oleh karena Allah SWT Yang Maha Memberi Ubat atas segala luka, kita sudah sehat oleh karena Nya dan kita sudah tidak terkungkung mengaung-ngaung kesakitan dan merintih-rintih lemah dan tak berdaya. Dengan perlindungan Allah, kita harus buktikan bahawa kita umat Muslim adalah umat yang rahmatan lil alamin yang menjadi solusi bagi problem kemanusiaan di dunia ini bukan malah mengemis solusi pada orang-orang kafir yang tidak takut pada Allah SWT.

Kenapa kita harus mengemis pada orang, padahal didepan mata kita sebenarnya ada solusi? Kita harus menjadi kaum yang berusaha bagaimana caranya agar kita boleh menolong diri kita sendiri.

Kita harus jadi manfa’at menjadi solusi, bukan malah melamun berilusi dan berfantasi dalam angan-angan belaka. Kita harus menjadi kaum yang berusaha bagaimana caranya agar kita boleh menolong diri kita sendiri. Kita harus bermanfa’at, bukan malah merugikan. Iman tanpa amalan adalah tidak manfa’at sama sekali.

Walaupun kejadian pahit tersebut terjadi pada zaman dahulu kala tapi mengapa bangsa-bangsa Muslim saling berperang terus menerus? Bolehkah bangsa-bangsa Muslim menjadi rahmatan lil alamin? Mengapa rasuah mendera bangsa-bangsa Muslim?

Mengapa di Nusantara, kawasan yang paling banyak penganut Islam, justru menjadi salah satu jawara atau the champion dalam rasuah?

Mengapa kita ahli dan pandai dalam membajak dan meniru-niru karya orang lain?

Mengapa kita bukan menjadi bangsa penemu yang sangat sabar dan sungguh-sungguh dalam penelitian? Mengapa bangsa-bangsa Muslim masyarakatnya mengalami kemiskinan padahal oleh Allah diberi kekayaan alam yang melimpah? Mengapa di negara-negara Muslim justru terlihat perbedaan yang menyolok antara orang kaya dan orang miskin, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin?

Namun ada pelajaran mustahak yang dapat kita petik dari perjalanan panjang Daulah Abbasiyah yang selama berabad-abad menguasai dunia yakni agar umat Islam jangan terlena dengan kekuasaan dunia, karena keterlenaan dan hidup bermegah-megah menyebabkan kita jauh dari ajaran Allah SWT. Nabi Islam Nabi ‘Isa a.s. dalam Tafsir Tarjamah Kitab Injil Surah Marqusa 10/25 telah mengingatkan bahawa orang yang terlena dalam kekayaan sangat sulit masuk surga, sampai-sampai lebih mudah memasukkan seekor unta ke lobang jarum daripada memasukkan orang yang terlena dalam kekayaannya ke surga.

مُرُورُ جَمَلٍ مِنْ ثَقْبِ إِبْرَةٍ أَسْهَلُ مِنْ أَنْ يَدْخُلَ غَنِيٌّ إِلَى مَمْلَكَةِ اللهِ!

Muruuru jamalin min tsaqbi ibrotin ashalu min an yadkhula ghoniyun ilaa mamlakatillah.

Allah Maha Adil dan Maha Mengatur. Penderitaan dan ujian yang berat yang dialami bangsa-bangsa Muslim ini boleh menjadi kekuatan ukrowi dan ketabahan batiniah dan kesabaran batiniah yang merupakan pemicu bagi umat Islam untuk kembali bangkit mengalami Zaman Keemasan Islam bukan hanya secara duniawi saja namun juga secara akhlak dan ukrowi.

Kita boleh mengalami lagi Zaman Keemasan Islam lagi, apabila salah satu rahasia Zaman Keemasan Islam sungguh-sungguh kita amalkan. Salah satu rahasia Islam tersebut sudah ada dalam diin Islam yakni 6 Rukun Iman. Rahasia tersebut salah satunya adalah beriman dan mengamalkan seluruh kitab-kitab Allah. Jadi sungguh mustahak bagi orang kita untuk membuat penyelidikan-penyelidikan dan penelitian-penelitian tentang Kitab-Kitab Allah sebelum Al Qur’an.

Di bawah ini adalah daftar nama surah-surah Taurat, Zabur, Injil dalam mushaf Tafsir atau Tarjamah Sahih Taurat, Zabur, Injil dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia, bahasa Inggris:

At Takwin Kejadian Genesis
Al Khuruj Keluaran Exodus
Al Awiyyaina Imamat Levitucus
Al ’Adadi Bilangan Numbers
At Tasyniyati Ulangan Deuteronomy
Yasyuu’a Yosua Joshua
Al Qudhooti Hakim-hakim Judges
Roo’uutsya Rut Ruth
Shomuu’iil ’Awwal 1 Samuel 1 Samuel
Shomuu’iil Tsaanii 2 Samuel 2 Samuel
Al Muluukil ’Awwal 1 Raja-raja 1 Kings
Al Muluukil Tsaanii 2 Raja-raja 2 Kings
Akhbarilayyamil ’Awwal 1 Tawarikh 1 Chronicles
Akhbarilayyamil Tsaanii 2 Tawarikh 2 Chronicles
’Azroo Ezra Ezra
Nahamyaa Nehemia Nehemiah
’Istiiro Ester Esther
’Ayyuub Ayub Job
Al Mazamiir Jabur/Mazmur Psalms
Al ’Amtsaali Amsal Sulaiman Proverbs
Al Jaami’ati Pengkhotbah Ecclesiastes
Nasyiidil ’Ansyaadi Kidung Agung Song of songs
’Isya’yaa Yesaya Isaiah
’Irmiya Yeremia Jeremiah
Marootsii Irmiya Ratapan Lamentations
Hazqiiya Yehezkiel Ezekiel
Daaniyaal Daniel Daniel
Huusyaa Hosea Hosea
Yu’iil Yoel Joel
Aamuus Amos Amos
Uubadyaa Obaja Obadiah
Yuunis Yunus Jonah
Miikho Mikha Micah
Naahuum Nahum Nahum
Habquuq Habakuk Habakkuk
Shofanyaa Zefanya Zephaniah
Hajjai Hagai Haggai
Zakariyyaa Zakhariya Zechariah
Malkhii Maleakhi Malachi
Bisyaarotu Mataa Matius Matthew
Bisyaarotu Marqusa Markus Mark
Bisyaarotu Luuqoo Lukas Luke
Bisyaarotu Yuuhanaa Yahya John
’A’maalur Rusul Kisah Para Rasul Acts
Ar Risaalatu ‘illa Muu’miniina fii Ruumaa Roma Romans
Ar Risaalatu ‘Awwalu ‘illa Muu’miniina fii Kuurintuusa 1 Korintus 1 Corinthians
Ar Risaalatu Tsaaniyatu ‘illa Muu’miniina fii Kuurintusa 2 Korintus 2 Corinthians
Ar Risaalatu ‘illa Muu’miniina fii Gholatiyata Galatia Galatians
Ar Risaalatu ‘illa Muu’miniina fii Afaasusa Efesus Ephesians
Ar Risaalatu ‘illa Muu’miniina fii Fiilibbai Filipi Philippians
Ar Risaalatu ‘illa Muu’miniina fii Kuuluusii Kolose Colossians
Ar Risaalatu ‘Uwalu ‘illa Muu’miniina fii Tasaaluunkii 1 Tesalonika 1 Thessalonians
Ar Risaalatu ‘Tsaaniyatu ‘illa Muu’miniina fii Tasaaluunkii 2 Tesalonika 2 Thessalonians
Ar Risaalatu ‘Uwalu ‘illa Tiimuutaawusa 1 Timotius 1 Timothy
Ar Risaalatu ‘ Tsaaniyatu ‘illa Tiimuutaawusa 2 Timotius 2 Timothy
Ar Rosaalatu illa Tiituusa Titus Titus
Ar Rosaalatu illa Filimuuna Filemon Philemon
Ar Rosaalatu illa ’Ibrooniyyaina Ibrani Hebrews
Rosaalatu illa Ya’quuba Yakobus James
Rosaalatu illa Butrusa Uwalaa 1 Petrus 1 Peter
Rosaalatu illa Butrusa Tsaaniyati 2 Petrus 2 Peter
Rosaalatu Yuuhanaa Uwalla 1 Yahya 1 John
Rosaalatu Yuuhanaa Tsaaniyatu 2 Yahya 2 John
Rosaalatu Yuuhanaa Tsalitsatu 3 Yahya 3 John
Rosaalatu Yahuudaa Yudas Jude
Ar Ru’ya Wahyu Revelation

Inilah contoh Mushaf Tafsir Tarjamah Sahih Taurat dan Injil dalam bahasa Arab, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.

Surah At Takwin 1:1 …

وَالأرْضَ السَّمَاواتِ اللهُ خَلَقَ الْبِدَايَةِ فِي

Kejadian 1:1

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi

Genesis 1:1 …

In the beginnings God created the heavens and the earth.

Surah Marqusa 12:32 …

هُوَ إِلا إِلَهَ وَلا وَاحِدٌ، اللهَ إِنَّ

Markus 12:32

Tuhan itu esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.

Mark 12:32 …

God is one and there is no other but him.

Tarjamah adalah salah satu hal tentang ilmu bahasa. Demikian pula Hafalan juga merupakan ilmu bahasa. Kedua-duanya diridhoi oleh Allah SWT untuk menghafiidzkan memelihara membumikan dan menegakkan dan melestarikan IMAN TAUHID hanya kepada Allah SWT saja. Pesan dan Wasiyat Tauhid untuk beriman hanya kepada Allah SWT saja dihafiidzkan dipelihara dijaga dan dibumikan dan ditegakkan dan dilestarikan oleh Kitab Allah Taurat, Zabur, Injil sebagaian besar, dengan izin Allah, melalui proses Tarjamah, bukan melalui proses Hafalan. Proses Tarjamah menekankan terpeliharanya makna pesan ilahi. Proses Hafalan menekankan terpeliharanya keharafiahan pesan ilahi. Baik HAFALAN maupun TARJAMAH sama-sama diridhoi Allah SWT untuk menghafiidzkan memelihara membumikan dan menegakkan dan melestarikan IMAN TAUHID kepada Allah SWT.

Kitab At Taurat, Az Zabur ditulis dalam Bahasa Ibrani, bahasa Bani Ya’qub sekitar Tahun 1440 Sebelum Masehi sampai sekarang.

Kitab Al Injil ditulis dalam Bahasa Yunani sekitar Tahun 70 Sesudah Masehi sampai sekarang. Bahasa Yunani adalah bahasa internasional di Tahun 70an Sesudah Masehi.

Selain dihafalkankan dan ditilawatkan oleh orang-orang Bani Ya’qub, Kitab At Taurat, Az Zabur dan Al Injil juga ditarjamahkan, oleh para hawariyun yaitu sahabat-sahabat setia Nabi ‘Isa ke dalam berbagai masyarakat di bumi ini. Masyarakat Arab Suriah lah yang pertama kali menterjemahkan Kitab At Taurat, Az Zabur dan Al Injil ke dalam Arab Suriah di Timur Tengah yaitu ke dalam Bahasa Suryani dan ke dalam Bahasa Yunani yang merupakan bahasa internasional ketika itu.

Kitab At Taurat, Az Zabur dan Al Injil juga ditarjamahkan, oleh para hawariyun yaitu sahabat-sahabat setia Nabi ‘Isa di masyarakat Arab Mesir Kuno, ke dalam bahasa para hawariyun di Mesir Kuno, ditarjamahkan ke dalam bahasa masyarakat Mesir Kuno, yaitu Bahasa Suryani Koptik.

Tarjamahan Kitab At Taurat, Az Zabur dan Al Injil ke dalam Bahasa Suryani dan Bahasa Yunani tersebut disebut Suhuf Peshitta, Suhuf Septuaginta, Suhuf Halaka dan Suhuf Haggada.

Hadis Nabi s.a.w. menggunakan perkataan السريانية As Suryaaniyah adalah untuk menggungkapkan Bahasa Suryani. Dalam kitab yang berjudul: al-Muj’am al-Mufahras li Al-fadz al-Hadis al-Nabawi, mencatat bahwa, kata al-suryaniyyat tersebut dijumpai dalam beberapa kitab Hadis, salah satu diantaranya adalah kitab : al-Jami’ al-Sahih, Jilid 1, bab Fi Ta’lum al-Suryaniyyat karya al-Tirmidzi, sebagai berikut:

حدثنا علي بن حجر أخبرنا عبد الرحمن بن أبي الزناد عن أبيه عن خارجة بن زيد عن ثابت عن أبيه زيد بن ثابت قال : أمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أتعلم له كتاب يهود قال إني والله ما آمن يهود على كتاب قال فما مر بي نصف شهر حتى تعلمته له قال فلما تعلمته كان إذا كتب إلى يهود كتبت إليهم وإذا كتبوا إليه قرأت له كتابهم قال أبو عيسى هذا حديث حسن صحيح

وقد روي من غير هذا الوجه عن زيد بن ثابت رواه الأعمش عن ثابت بن عبيد الأنصاري عن زيد بن ثابت قال أمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أتعلم السريانية قال الشيخ الألباني : حسن صحيح

Artinya:

Zaid ibn Tsabit, ia berkata: Rasulullah s.a.w. memerintahkan kepadaku untuk mempelajari bahasa Ibrani guna menterjemahkan surat orang-orang Yahudi. Zaid berkata dengan nada semangat:”Demi Allah, sesungguhnya akan kubuktikan kepada orang-orang Yahudi bahwa aku mampu menguasai bahasa mereka.” Zaid melanjutkan: “setengah bulan berikutnya aku mempelajarinya untuk Nabi s.a.w. dengan tekun dan setelah aku menguasainya, maka aku menjadi juru tulis Nabi s.a.w. apabila beliau berkirim surat kepada mereka, akulah yang menuliskannya; dan apabila beliau menerima surat dari mereka, akulah yang membacakan dan yang menerjemahkannya untuk Nabi s.a.w. Berkata Abu Isa Hadis ini hasan shahih.

Menurut riwayat lain, bahwa Zaid ibn Tsabit, ia berkata: Rasulullah SAW telah menyuruh aku belajar bahasa Suryani. Berkata Syekh al-Bani Hadis ini Hasan Shahih (Abi Isa Muhammad ibn Isa ibn Saurat al-Tirmizy, tt: 67).

Dalam Hadis ini Nabi s.a.w. menganjurkan Zaid ibn Tsabit untuk mempelajari bahasa Suryani. Imam Ghazali (w. 505/1111) mengatakan bahwa pengetahuan seseorang yang tidak pernah belajar logika -salah satu cabang filsafat- adalah tidak bisa diandalkan (Nurchalis Madjid, 1985: 47).

Perintah (Khithab) Nabi kepada Zaid ibn Tsabit itu berlaku juga bagi semua umat Islam hingga akhir zaman. Banyak pakar Hadis yang telah memberikan penilaian atau kritik terhadap kualitas Hadis yang diriwayatkan al-Tirmizi ini. Salah seorang di antaranya adalah Syekh al-Bani. Menurutnya, kualitas Hadis ini adalah Hasan Sahih. Maka hadis ini dapat dijadikan dalil bahwa mempelajari ilmu-ilmu aqliyah dianjurkan dalam Islam. Dengan harapan, perbedaan pendapat tentang pentingnya ilmu-ilmu aqliyah dalam Islam dapat dikurangi.

Wahyu Ilahi atau Kalam Ilahi yang dalam keadaan sebelum dihafalkan serta ditulis dan dibukukan oleh manusia. Keadaan tersebut jarang terpikirkan dan jarang dibahas.

Yang menjadi saksi hidup peninggalan Kerajaan-Kerajaan yang memiliki akhlak serta kebiasaan yang mulia yang bernafaskan Nashara Kristian yang sudah lama ada sebelum datangnya Islam adalah peradaban Suryani Orthodox, Koptik Mesir, Maronit Libanon, Orthodox Yunani yang merupakan budaya para hawariyun pengikut setia Nabi Isa alaihissalam yang sampai sekarang masih ada di Suriah, Mesir, Libanon, Palestina di Timur Tengah. Dalam prasasti kuno mengenai peradaban salah satu masyarakat Samawi yang memiliki akhlak serta kebiasaan yang mulia yang bernafaskan Nashara Kristian yang sudah dahulu ada sebelum datangnya Islam ditemukan lafas ﺍﻟﻟﻪ . Rupanya, mereka sudah sejak lama menyebut Tuhan itu ﺍﻟﻟﻪ dan di dalam Tarjamah Kitab At Taurat, Az Zabur dan Al Injil dalam Bahasa Arab Kitaabul Muqoddas dan Kitaabul Hayaat dan Alkitaabusysyariif dipakai lafash ﺍﻟﻟﻪ dan menjunjung tinggi iman Tauhid.

Bahasa Ibrani adalah bahasa keturunan Nabi Ya’qub alahissalam yang juga disebut sebagai Bani Isra’il. Nabi Ya’qub alaihissalam, oleh Allah SWT, juga dikaruniai nama Isra’il.

Orang kita kena dengan tartil ertinya dengan perlahan-lahan dan tidak tergesa-gesa, cermat dan benar makhraj nya dan benar dalam membaca panjang pendeknya harakatnya, dengan metajwidkan huruf-hurufnya dengan mengetahui tempat waqaf berhenti yang benar, dengan memperhatikan permulaan dan kesempurnaan makna, sehingga pembaca berpikir terhadap apa yang sedang ia baca, disertai dengan perenungan dan dengan niatan untuk mengambil manfaat. Wahyu Ilahi itu selalu dalam keadaannya sebelum diterima dan ditulis dan dibukukan oleh manusia.

Cara memelihara dan menjaga Kalam Ilahi, oleh Allah Al Hafiizh Yang Maha Memelihara, dilakukan dengan berbagai cara, misalnya:

  • dengan memakai orang-orang yang diberi karunia hafal-menghafalkan,
  • dengan memakai orang-orang yang diberi karunia tafsir dan tarjamah,
  • dengan memakai peninggalan purbakala dalam bentuk mushaf-mushaf dan daun-daun purbakala,
  • dengan memakai fenomena-fenomena di alam semesta.

Sungguh tiada yang lebih baik daripada Allah Al Hafiizh Yang Maha Memelihara!

Di dalam Kitab Al Qur’an dan tarjamahnya yang dipakai insan-insan Muslim di Peradaban Barat yang berjudul …

An Interpretation of The QUR’AN (English translation of the Meanings, A Bilingual Edition oleh Majid Fakhry yang didukung dan disetujui oleh Universitas Al Azhar, Mesir,

dan di …

The Meaning of THE HOLYQUR’AN oleh ’Abdullah Yusuf Ali,

di situ jelas disebut nama-nama nabi-nabi dalam Bahasa Inggris, dengan begitu, kita bisa tahu dengan jelas tentang bagaimana insan-insan saleh Muslim di peradaban Barat menyebut nabi-nabi Allah:

Adam, Idris, Noah, Abraham, Lot, Isma’il, Isaac, Jacob, Joseph, Moses, Aaron, David, Solomon, Elijah, Elias, Job, Jonah, Dhulkifli, Salih, Hud, Shu’aib, John, Jesus, Muhammad.

(Bahasa Indonesianya: Adam, Idris, Nuh, Ibrahim, Luth, Isma’il, Ishaq, Yakub, Yusuf, Musa, Harun, Dawud, Sulaiman, Eliya, Al Yasa, Ayub, Yunus, Zulkifli, Saleh, Hud, Shu’aib, Yahya, Isa, Muhammad.)

JADILAH PENYELIDIK-PENYELIDIK YANG SUNGGUH-SUNGGUH!

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini