Sayidina Isa Bangkitkan Orang-Orang Mati dari Liang Kubur

Kitab Al-Qur’an Surah Ali Imran [3]:49 menyebutkan Nabi Isa menghidupkan orang mati.

وَرَسُولًا إِلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنِّى قَدْ جِئْتُكُم بِـَٔايَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ أَنِّىٓ أَخْلُقُ لَكُم مِّنَ ٱلطِّينِ كَهَيْـَٔةِ ٱلطَّيْرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًۢا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۖ وَأُبْرِئُ ٱلْأَكْمَهَ وَٱلْأَبْرَصَ وَأُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۖ وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِى بُيُوتِكُمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Sesungguhnya aku telah datang kepada kamu, dengan membawa satu tanda dari tuhan kamu, iaitu aku boleh membuat untuk kamu dari tanah liat seperti bentuk burung, kemudian aku tiup tanah liat lalu menjadilah tanah liat itu seekor burung (yang hidup) dengan izin Allah; dan juga aku boleh menyembuhkan orang yang buta dan orang yang sopak, dan aku boleh menghidupkan kembali orang-orang yang mati dengan izin Allah; dan juga aku boleh memberitahu kepada kamu tentang apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumah kamu. Sesungguhnya perkara-perkara yang demikian itu, mengandungi satu tanda bagi kamu, jika kamu orang-orang yang beriman.

Kisah Nabi Isa menghidupkan orang-orang mati termaktub di Tarjamah Kitab Injil Surah …

Dikisahkan ada seorang laki-laki bernama La’azar jatuh sakit.

La’azar tinggal kampung yang bernama Bait Anya. Dia tinggal bersama dua saudara perempuannya yang bernama Maryam dan Marsa. Kedua adik La’azar mengirim khabar kepada Isa,

“Ya tuan, sahabat karib mu sekarang sedang sakit teruk.”

Menerima khabar demikian, Isa berkata,

“Tidak, tidak, sakitnya La’azar tidak akan menyebabkan kematian. Sakitnya ini berlaku dengan tujuan agar Asma Allah dimuliakan, kerana dengan kejadian ini aku Putera Allah akan diterima manusia dan dimuliakan manusia dengan penuh kemuliaan.”

Jadi Isa dengan sengaja tidak langsung mendatangi sahabat karibnya itu, walaupun sahabat karibnya itu sedang sakit teruk. Akhirnya dua hari kemudian, Isa mengajak hawariyun pengikut-pengikut setianya pergi ke Yahuza kawasan tempat tinggal La’azar yang sedang sakit teruk itu.

Yahuza adalah kawasan orang-orang Yahudi boneka Kaisar Rom. Sebelum itu Isa pernah hampir dirajam oleh orang-orang Yahidu boneka Kaisar Rom. Namun Isa tidak takut dan memutuskan untuk kembali ke Yahuza.

Para hawariyun takut mereka akan dirajam mati oleh orang-orang Yahudi boneka Kaisar Rom. Jadi para hawariyun agak tidak begitu suka kembali ke Yudea. Tapi Isa berkata,

“Selagi hari masih siang, orang boleh berjalan senang kerana masih ada cahaya di dunia dan kaki tidak akan tersandung. Kalau sudah malam, orang susah berjalan dan kaki akan tersandung.”

Kemudian Isa dengan sopan berkata,

“Aku tahu La’azar meninggal dunia.”

Hadis Nabi menyatakan bahawa Isa adalah bunga kiamat atau petanda kiamat.

Ketika Isa berkata,

“La’azar sudah meninggal dunia,”

para sahabat-sahabat setianya sangat terkejut dan bertanya-tanya macam mana Isa mengetahuinya padahal mereka masih jauh dari kampung La’azar dan tiada siapapun yang memberitahu Isa tentang keadaan La’azar.

Lalu Isa berkata bahawa memang Isa tidak bersama dengan La’azar waktu La’azar meninggal dunia. Tapi Isa sudah tahu matinya La’azar.

Itulah bukti bahawa Isa putera Maryam adalah petanda kiamat kecil sekalipun. Isa putera Maryam sudah pasti tahu bila ada orang meninggal dunia. Siapapun yang meninggal dunia, Isa putera Maryam pasti sudah mengetahuinya terlebih dahulu. Dan setiap orang yang mengalami kiamat kecil pasti melihat Sayidina Nabi Isa, petanda kiamat kecil.

Kemudian Isa meneruskan perjalanannya ke rumah La’azar. Belum tiba di rumah La’azar, Isa didatangi adik La’azar yang bernama Marsa.

Marsa menangis ketika bertemu Isa. Sambil menangis, Marsa berkata kepada Isa,

“Ya Ustaz! La’azar, saudaraku itu sudah meninggal dunia 4 hari yang lalu. Kalaulah Junjungan ada di sini pada waktu itu, tentu saudaraku masih hidup. Kerana aku tahu, sekarangpun kalau Junjungan memohon kepada Allah, permohonanmu pasti akan dikabulkan Allah.”

Kemudian Sayidina Isa berkata,

“Saudaramu yang sudah meninggal itu pasti akan hidup kembali.”

Dijawab oleh Marsa,

“Aku tahu, saudaraku, La’azar, yang sudah meninggal dunia itu, akan hidup kembali di alam barzah di kehidupan akhirat.”

Kemudian Sayidina Isa berkata, …

“أَنَا هُوَ الْقِيَامَةُ وَالْحَيَاةُ. مَنْ آمَنَ بِي وَلَوْ مَاتَ فَسَيَحْيَا. وَمَنْ كَانَ حَيًّا وَآمَنَ بِي فَلَنْ يَمُوتَ أَبَدًا. هَلْ تُؤْمِنِينَ بِهَذَا؟”

ertinya,

Akulah kebangkitan dan hidup. Sesiapa percaya beriman kepada-Ku akan hidup, meskipun dia sudah mati. Orang hidup yang percaya kepada-Ku tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah kamu?

Marsa menjawab,

“Ya Junjungan, aku percaya bahawa Junjungan adalah Almasih, Putera Allah, yang diutus oleh Allah, dan yang akan datang ke dunia ini.”

Putera Allah adalah ungkapan puitis yang ertinya Kalimat Allah atau Izin Allah atau Kuasa Allah. Lihat QS Ali Imran [3]:45, 49, mina Allah (dari Allah) atau mina sama’ (dari langit) Lihat QS Al Ma’idah [5]:114.

Kitab Allah Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur’an hanya menyatakan Allah tidak punya anak kandung (lam yalid walam yulad) Allah tiada anak kandung, dan Allah pula tiada orangtua kandung). Dalam bahasa Arab, walad Allah bererti anak kandung Allah, sedangkan ibnullah bererti ungkapan puitis atau pantun putera Allah atau muqarabin yang didekatkan.

Contoh, ibnusabil (putera jalan) ertinya musafir. Kitab-kitab Allah Taurat, Zabur, Injil dan Qur’an penuh dengan ungkapan-ungkapan yang bersifat ibarat dan puisi yang memakai ungkapan bersahaja (Allah Maha Mendengar). Itu bukan bererti Allah punya telinga. (Wajah Allah) (Tangan Allah) (Kursi Allah). Itu adalah ungkapan pantun yang penuh dengan ungkapan bersahaja, jangan diertikan secara harfiah tapi kena diertikan secara tersirat.

Setelah itu, Marsa pergi memanggil saudara perempuannya yang bernama Maryam dan berbisik kepada Maryam,

“Ustaz ada di sini. Ustaz memanggilmu.”

Maryam pun segera bangun lalu pergi untuk berjumpa Sayidina Isa.

Setelah Maryam melihat Sayidina Isa, Maryam berlutut bersujud di kaki Sayidina Isa sambil berkata,

“La’azar, saudaraku itu sudah meninggal dunia 4 hari yang lalu. Kalaulah Junjungan ada di sini pada waktu itu, tentu saudaraku masih hidup.”

Melihat Maryam menangis dan semua orang Bani Isra’il yang bersama Maryam juga meneteskan air mata, Sayidina Isa sungguh merasa hiba dan terharu.

Lalu Sayidina Isa bertanya kepada mereka,

“Di manakah kalian memakamkannya?”

Orang-orang menjawab,

“Marilah kita pergi ke makamnya?”

Sayidina Isa menangis. Melihat Isa meneteskan air mata, orang-orang Bani Isra’il yang hadir berkata,

“Lihatlah, Isa sungguh kasih akan La’azar.”

Namun ada yang berkata,

“Isa dapat menyembuhkan orang buta. Tidakkah Isa dapat menghidupkan kembali orang yang sudah mati?”

Sayidina masih meneteskan air mata sangat terharu pergi ke makam La’azar. Ketika sudah tiba di makam La’azar, Sayidina Isa berkata,

“Bongkar dan bukalah makam La’azar itu!”

Mendengar itu, Marsa berkata,

“Ya Junjungan, sudah 4 hari mayatnya ada di dalam makam itu. Kalau dibuka makamnya tentu akan sangat berbau!”

Namun Sayidina Isa berkata,

“Bukankah sudah Kukatakan kepadamu, kalau kamu haqul yaqin kamu dapat melihat kemuliaan Allah?”

Lalu orang-orang membongkar dan membuka makam La’azar. Sayidina Isa menengadah ke langit berdoa,

“Ya Allah Bapa tempat kami semua berasal, aku bersyukur kepada-Mu kerana Engkau mendengar permohonan-Ku. Aku tahu Engkau selalu mendengar permohonan-Ku. Aku tahu izin-Mu adalah untuk menolong orang-orang dibumi ini untuk menjadi haqul yaqin bahawa Engkau lah ya Allah yang mengutus Ku.”

Begitulah doa Sayidina Isa. Selepas itu, Sayidina lsa berseru lantang ke dalam makam yang telah dibuka itu,

“Wahai La’azar, keluarlah kamu dari alam orang mati!”

Maka La’azar yang sudah 4 hari mati itu pun keluar dengan masih berbalut kain kafan. Kemudian Sayidina Isa berkata kepada orang ramai di situ,

“Lucutkanlah kain kafannya.”

Melihat Sayidina Isa menghidupkan orang mati, ramai orang menjadi haqul yaqin kepada Sayidina Isa. Namun ada pula yang menyangkanya sihir dan penipuan dan melaporkannya kepada ulama-ulama ahli kitab Yahudi.

Al-Qur’an tidak menganggapnya sihir. Haqul yaqinlah kepada Sayidina Isa.

Jauh sebelum Nabi Isa lahir, nenek moyang nabi Isa yakni Nabi Ibrahim, Ya’qub dan Yusuf pernah berwasiat kepada seluruh anak-anaknya,

“Wahai anak-anakku! janganlah kamu mati melainkan kamu dalam keadaan islam ertinya berserah diri bulat-bulat kepada Allah.”

QS Al Baqarah [2]:131-133, Yusuf [12]:101.

Macam mana dalam keadaan berserah diri bulat-bulat kepada Allah kalau tidak haqul yaqin kepada Nabi Isa bunga kiamat?

Isa bunga kiamat. Isa itu Kiamat. Isa Izin Allah. Isa Kalimat Allah.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini