Sunnatullah (Bhg.9/11)

QURBAN kena sempurna dan tidak boleh cacat. Orang buta tidak akan boleh menuntun orang buta. Orang yang punya hutang tidak boleh menjadi tebusan untuk menyelamatkan orang yang berhutang.

Disebutkan di dalam Kitab-Kitab Allah sebagai berikut:

QUR’AN Surah Al Anbiya’ [21]:91

Dan (sebutkanlah peristiwa Maryam) perempuan yang telah menjaga kehormatan dan kesuciannya; lalu Kami tiupkan padanya dari Roh Kami, dan Kami jadikan dia dan anaknya sebagai satu tanda bagi umat manusia.

QUR’AN Surah Al Baqarah [2]:253

Rasul-rasul Kami lebihkan sebahagian daripada mereka atas sebahagian yang lain (dengan kelebihan-kelebihan yang tertentu). Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata dengannya, dan ditinggikanNya sebahagian daripada mereka beberapa darjat kelebihan. Dan Kami berikan Nabi Isa ibni Maryam beberapa keterangan kebenaran (mukjizat), serta Kami kuatkan dia dengan Ruhul-Qudus …

TAURAT Surah Amsal Sulaiman 30:4

Siapa pernah naik turun syurga? Siapa pernah menggenggam angin, atau membungkus air dengan kain, ataupun menentukan batas-batas bumi? Siapakah namanya, dan siapakah puteraNya? Pasti engkau tahu.

ZABUR 2:7-8 …

… Allah berkata kepadaku,’Engkau Putera-Ku. Mintalah daripada-Ku, Aku akan menjadikan segala bangsa warisan-Mu, dan setiap pelosok bumi milik-Mu.

INJIL Surah Matta (Matius) 3:16-17 (juga Marqusa 1:11, Luqa 3:22) …

Setelah diimadkan, Isa keluar dari air dengan segera. Lalu terbukalah langit dan dia melihat Roh Allah turun seperti burung merpati ke atas-Nya. Kemudian kedengaran suara Allah berfirman, ‘Inilah Putera-Ku yang Kukasihi dan dengan-Nya Aku berkenan.’

Tentang Putera Allah:

  • Sebagai manusia Dia telah dilahirkan dari keturunan Nabi Daud, namun dengan Roh Qudus
  • Dia telah diisytiharkan melalui kuasa yang besar sebagai Putera Allah, iaitu dengan kebangkitan-Nya daripada kematian
  • Dialah Isa al-Masih, junjungan kita

Jadi, Allah menguatkan Almasih Isa dengan Roh Kudus yaitu Roh daripada Allah yang berada di dalam hidup dan tubuh Isa. Itu bererti Almasih Isa selalu dalam keadaan suci dan tidak pernah ada noda dan dosa pada Almasih Isa walau Almasih Isa dalam wujud manusia.

Oleh kerana itulah, Almasih Isa pantas untuk disembelih di qurban kan bak putera Nabi Ibrahim dan bak khibas atau qurban agung yang turun dari langit sebagai kafarrah pengganti manusia keturunan Ibrahim.

ISA QURBAN KAFARRAH DAN DIHIDUPKAN DAN DIBANGKITKAN DAN DIANGKAT OLEH ALLAH

QUR’AN Surah Al Baqarah [2]:87

Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Nabi Musa Kitab Taurat, dan Kami iringi kemudian daripadanya dengan beberapa orang Rasul, dan Kami berikan kepada Nabi Isa Ibni Maryam beberapa mukjizat serta Kami teguhkan dengan Ruhul-Qudus.

QUR’AN Surah Al Ma’idah [5]:117

Isa berkata kepada Allah, “Aku tidak mengatakan kepada mereka melainkan apa yang Engkau perintahkan kepadaku mengatakannya, iaitu: `Sembahlah kamu akan Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu ‘ dan adalah aku menjadi pengawas terhadap mereka selama aku berada dalam kalangan mereka; kemudian apabila Engkau wafatkan(1) aku, menjadilah Engkau sendiri yang mengawasi keadaan mereka, dan Engkau jualah yang menjadi Saksi atas tiap-tiap sesuatu.

(1) Tawaffat itulah kata yang dipakai Al Qur’an ertinya Allah mewafatkan Isa. Qur’an menyatakan Isa wafat, namun ahli tafsir Qur’an pada umumnya bertentangan dengan apa yang dinyatakan Qur’an. Kata tawaffat dipakai 25 kali di Al Qur’an.

Dua kali di QS Al Ma’idah [5]:117 dan QS Ali Imran [3]:55 untuk menyatakan bahawa Isa wafat.

Juga di …

… semuanya bermakna WAFAT atau MATI. Bahkan di masyarakat Arab di zaman moden, tawaffat bermakna WAFAT atau MATI. Di masyarakat Arab, obituari (pemberitahuan kematian seseorang) disebut sajjal alwafayat yang memiliki akar kata yang sama dengan kata tawaffat.

QUR’AN Surah Maryam [19]:33-34

19|33| Dan segala keselamatan serta kesejahteraan dilimpahkan kepadaku pada hari aku diperanakkan dan pada hari aku mati, serta pada hari aku dibangkitkan hidup semula”.

19|34| Itulah Isa Ibni Maryam, perkataan yang benar, yang mereka ragu-ragu dan berselisihan padanya.

QUR’AN Surah Ali Imran [3]:55

(Ingatlah) ketika Allah berfirman: “Wahai Isa! Sesungguhnya Aku(*) akan mewafatkanmu(**), dan akan mengangkatmu ke sisiKu, dan akan membersihkanmu dari orang-orang kafir, dan juga akan menjadikan orang-orang yang mengikutmu mengatasi orang-orang kafir, hingga ke hari kiamat. Kemudian kepada Akulah tempat kembalinya kamu, lalu Aku menghukum (memberi keputusan) tentang apa yang kamu perselisihkan.”

(*) Allah lah yang mewafatkan Isa bukan orang-orang Yahudi suk yang membunuh Isa. QS. Al Anfal [8]:17 menyebutkan bahawa Allah yang membunuh atau Allah selalu dibalik segala kematian.

(**) Mutawafiika itulah kata yang dipakai Al Qur’an ertinya Aku (Allah) akan mewafatkan mu, wahai Isa. Qur’an menyatakan Isa wafat, namun ahli tafsir Qur’an pada umumnya bertentangan dengan apa yang dinyatakan Qur’an. Lihat (1) di atas mengenai kata tawaffat

Para ahli tafsir Qur’an berbeza pendapat dengan Qur’an sendiri apabila mereka bersikukuh menentang apa yang dikatakan Al Qur’an bahawa Isa itu mati, dihidupkan kembali dan diangkat ke hadirat Allah. Perselisihan dengan Qur’an ini merbahaya dan akan terus menerus sampai Allah sendiri yang menghukum. Perselisihan dengan Qur’an ini tidak berlaku di masa Nabi Muhammad, namun justeru berlaku setelah Nabi Muhammad wafat. Perselisihan seperti itu malah menjadi-jadi sampai menjadi “trendy” di masyarakat Islam setelah masa Nabi Muhammad.

Perselisihan seperti itu semakin diperparah dengan adanya kesalahan tafsir dan kesalahan pemahaman QS An Nisa’ [4]:157

Dan juga (disebabkan) dakwaan orang-orang Yahudi suk dengan mengatakan: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih Isa Ibni Maryam, Rasul Allah”. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak memalangnya (di kayu palang – salib), tetapi diserupakan begitu bagi mereka. Dan Sesungguhnya orang-orang yang telah berselisih faham, mengenai Nabi Isa, sebenarnya mereka berada dalam keadaan syak (ragu-ragu) tentang menentukan (pembunuhannya). Tiada sesuatu pengetahuan pun bagi mereka mengenainya selain daripada mengikut sangkaan semata-mata; dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin.

Syubihalahum di QS An Nisa’ [4]:157 bermakna tampaknya mereka yang membunuh Isa, tapi bukan mereka yang membunuh Isa, namun Allah lah di balik pembunuhan dan penyaliban Isa.

QS An Nisa’ [4]:157 TIDAK memakai syubihabihi yang bermakna tampaknya dia (Isa).

QS An Nisa’ [4]:157 menyatakan bahawa Isa tidak dibunuh atau tidak disalibkan oleh orang-orang Yahudi suk itu. Hanya tampaknya merekalah yang membunuh dan menyalibkan Isa.

Dan lagi, orang-orang Yahudi memakai kaedah pelaksanaan hukuman mati dengan menerusi teknik rajam, bukan salib. Hanya bangsa tidak khatan macam Bangsa Rom lah yang memakai kaedah pelaksanaan hukuman mati dengan menerusi teknik salib. Kalau begitu, benarlah apa yang dinyatakan oleh Al Qur’an bahawa bukan orang-orang Yahudi yang membunuh dan menyalib Isa. Pasti Kaisar Rom yang membunuh dan menyalib Isa. Orang orang Yahudi suk itu meminjam tangan Kaisar Rom untuk membunuh Isa. Kalau Isa dirajam, orang-orang Bani Isra’il akan menganggap Isa mati syahid seperti nabi-nabi yang telah dirajam oleh orang-orang Yahudi suk. Sungguh licik akal orang-orang Yahudi suk itu.

Di balik itu semua, Allah lah di balik pembunuhan dan penyaliban Isa. Allah sudah menetapkannya. Itulah Sunatullah. Seperti yang berlaku di QS Al Anfal [8]:17 yang mengkisahkan kemenangan orang-orang mukmin di Perang Badar.

“Bukanlah kalian yang membunuh mereka, akan tetapi Allah jualah yang menyebabkan pembunuhan mereka.”

Allah memang sudah menetapkan takdirNya bahawa Isa mati dihukum mati dengan cara dibunuh disalib oleh askar-askar Bangsa tidak berkhatan yaitu Bangsa Rom agar segunung dosa dan noda manusia boleh tertebus dengan “sembelihan besar” bidzibhil ‘adziim, qurban dari langit! (QS As Shaffat [37]:107).

Kerana segunung dosa dan noda manusia tidak akan tertebus dengan sembelihan kecil, tidak akan tertebus dengan kambing atau lembu atau onta, tapi tertebus dengan Kalimat Allah dan Roh daripada Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Awal dan Maha Akhir dan Maha Kekal.

Orang-orang Yahudi suk licik akalnya. Oleh mereka, Isa dibunuh sehingga mati dan dimakamkan di liang lahat yang disegel agar tidak boleh dibuka oleh siapapun. Mereka nak pastikan Isa sungguh terus mati di makamnya kerena orang-orang Yahudi suk ini takut diprotes dan didemo oleh orang-orang yang takzim dan tawaduk kepada nabi-nabi Allah. Namun sungguh Allah Maha Kuasa. Allah menghancurkan kelicikan orang-orang Yahudi suk itu. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana menghidupkan kembali Isa dan mengangkat Isa ke hadrat Allah (QS An Nisa [4]:158).

Ini semua sudah termaktub di Kitab-Kitab Allah: QUR’AN.

Artikel yang sebelum ini Blog Abdushomad Artikel yang selepas ini